Kolagen, Zat yang Pengaruhi Kesehatan Kulit Anda

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 12 Dec 2018, 14:45 WIB
Ingin kulit sehat, tampak awet muda, dan terhindar dari keriput dan kusam? Kolagen adalah kunci utamanya.
Kolagen, Zat yang Pengaruhi Kesehatan Kulit Anda (Seasontime/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak ada yang tak mendambakan kulit sehat, tampak awet muda, kenyal, dan terlihat glowing berapa pun usianya. Untuk meraih kesehatan dan kecantikan kulit secara optimal, kolagen adalah kunci utamanya.

Setiap individu memang memiliki kolagen alami dalam tubuh, tapi kadarnya berbeda-beda. Selain usia yang bertambah, gaya hidup juga berpengaruh terhadap kadar kolagen alami dalam tubuh. Jika kulit mulai terlihat kusam, muncul kerutan dini, badan sering lemas, atau bahkan nyeri sendi, waspadalah karena bisa jadi penyebabnya adalah kekurangan kolagen.

Peran penting kolagen dalam tubuh

Kolagen merupakan struktur protein yang paling banyak terdapat dalam tubuh. Fungsi utamanya adalah menjaga keutuhan sel dan mengatur proses regenerasi sel yang rusak.

Di kulit, kolagen bekerja menjaga elastisitasnya, sehingga kulit terhindar dari kerutan dan sifat kusam. Tak hanya itu, kolagen juga memegang peran krusial dalam proses regenerasi kulit, sehingga setiap sel kulit mati akan segera tergantikan dengan sel muda yang jauh lebih sehat.

Walau identik dengan kesehatan kulit, ternyata kolagen juga berperan dalam menjaga kesehatan organ tubuh lainnya seperti tulang, sendi, dan juga saluran cerna.

Di tulang dan sendi, kolagen bekerja sebagai pengikat sehingga tulang dan sendi terjaga tetap kuat dan sehat. Kolagen juga banyak ditemukan di lapisan terluar saluran cerna. Fungsinya adalah melindungi usus agar tak mudah mengalami gangguan dan iritasi saat mencerna makanan.

Hal-hal yang bisa merusak kolagen

Setiap orang memiliki kolagen yang diproduksi di dalam tubuh. Akan tetapi, karena beberapa hal kadar kolagen bisa menurun. Faktor pemicunya adalah sebagai berikut:

  • Usia

Menginjak usia 30 tahun, produksi kolagen tubuh tidak lagi seoptimal dulu. Penurunan produksi ini paling drastis terjadi setelah masa menopause.

  • Meroko

kBerbagai bahan kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak struktur kolagen dan menghambat proses regenerasinya.

  • Paparan sinar ultraviolet

Paparan sinar ultraviolet dari matahari juga dapat mempersingkat umur kolagen. Akibatnya, kolagen jadi mudah rusak dan hasil regenerasinya juga tidak sempurna.

  • Konsumsi gula berlebihan

Efek samping metabolisme gula dalam tubuh dapat membuat kolagen menjadi lebih kering, rapuh, dan mudah rusak.

Jika produksi kolagen berkurang, maka kesehatan berbagai organ tubuh yang menjadi taruhannya, termasuk kulit.

Mengoptimalkan kadar kolagen tubuh

Berbagai usaha tentunya wajib dilakukan untuk mempertahankan jumlah kolagen dalam tubuh. Apalagi ketika sedang bercermin, Anda mendapati adanya kerut halus, atau terdapat keluhan nyeri sendi dan tulang sering terasa pegal. Jika sudah begini, stok kolagen dalam tubuh harus diperbanyak!

Langkah utama mencegah kerusakan kolagen adalah menghindari berbagai pemicunya. Bila usia merupakan faktor yang tidak dapat dicegah, maka rokok, paparan ultraviolet dan konsumsi gula berlebih harus dihindari.

Selain menghindari hal-hal di atas, pilihan makanan juga wajib diperhatikan. Beberapa jenis makanan dapat memicu produksi kolagen alami dalam tubuh, yang paling populer adalah kaldu tulang. Proses memasak kaldu tulang yang dilakukan secara perlahan dan memakan waktu lama ini akan melepaskan kandungan kolagen alami dari dalam tulang, lalu menghasilkan kuah (kaldu) yang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit.

Selain asupan langsung dalam bentuk kolagen, beberapa nutrisi penting juga dapat membantu menstimulasi produksi kolagen tubuh, misalnya:

  • Prolina dalam putih telur, keju, dan daging
  • Vitamin A dalam tomat, wortel, serta sayur dan buah berwarna merah dan jingga lainnya
  • Antosianin, yakni antioksidan dalam sayur dan buah
  • Vitamin C dalam jeruk, jambu, pepaya, jeruk, cabai dan brokoli
  • Vitamin E dalam kacang-kacangan

Berbagai jenis asupan ini harus dikonsumsi setiap hari agar manfaatnya bisa benar-benar dirasakan. Jika ada kendala kesibukan atau tidak yakin bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, maka konsumsi suplemen diperbolehkan.

Pastikan suplemen mengandung bahan-bahan yang alami dan aman untuk kulit, terutama untuk meningkatkan produksi kolagen. Dengan banyaknya suplemen kolagen yang beredar di pasaran, pastikan juga suplemen mengandung sumber kolagen alami dan antioksidan tinggi untuk memelihara kesehatan kulit (menghaluskan kulit serta memperbaiki kerutan dan garis halus di wajah).

Ingat, bila kadar kolagen dalam tubuh tak terjaga, bukan hanya kesehatan kulit yang bisa terdampak, tapi juga kesehatan berbagai organ penting lainnya. Demi terjaganya kesehatan tubuh dan kecantikan kulit selama belasan, hingga puluhan tahun lamanya, yuk penuhi kebutuhan kolagen tubuh!

(RN/ RH)