Alergi Kedelai pada Anak yang Perlu Anda Ketahui

Oleh Ayu Maharani pada 15 Dec 2018, 09:00 WIB
Bukan cuma alergi seafood dan olahan susu sapi, ada juga alergi kedelai yang cukup banyak terjadi pada anak-anak.
Alergi Kedelai pada Anak yang Perlu Anda Ketahui (Somrak Jendee/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kacang kedelai banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan. Di Indonesia, kedelai biasa diolah menjadi tahu, tempe, dan susu kedelai. Namun rupanya, kacang kedelai dapat menyebabkan alergi. Tak hanya itu, alergi kedelai juga banyak terjadi pada anak-anak.

Dilansir dari Very Well Health, 4 dari 1.000 anak mengalami alergi kacang kedelai. Di Indonesia sendiri, menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, prevalensi alergi terhadap kacang kedelai adalah 7,4 persen.

“Angka ini lebih besar daripada angka yang didapat oleh penelitian di Australia. Ya, ini disinyalir karena Indonesia, banyak makanan yang terbuat dari olahan kacang kedelai,” ujar dr. Karin.

Berpotensi menyebabkan reaksi serius

Tak sama dengan alergi kacang dan seafood, khususnya kerang, alergi kedelai lebih berpotensi untuk menyebabkan reaksi serius yang mengancam keselamatan jiwa. Jadi, penting bagi orang tua untuk segera membawa anak ke rumah sakit jika terjadi reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai. Meski reaksi alergi yang ditimbulkan terkadang tidak terlalu parah, pada dasarnya alergi makanan dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

“Mereka pasti akan lebih sulit dalam beraktivitas, belajar, bermain, sulit berkonsentrasi, hingga sulit tidur,” dr. Karin menjelaskan.

Sementara itu, protein dalam kedelai dapat menyebabkan sindrom enterocolitis dengan gejala, seperti mual, muntah, diare, dehidrasi, penurunan berat badan, serta syok (sesak napas dan jantung berdegup kencang). Jika alergi kedelai dialami oleh bayi, tinjanya pun bisa berdarah.

Menariknya lagi, sekitar 50 persen anak dengan alergi protein kedelai juga memiliki reaksi serupa terhadap susu sapi. Dengan demikian, alergi kedelai merupakan permasalahan besar yang bisa menimpa anak-anak. Sebab, anak-anak bisa saja kekurangan protein yang baik untuk tubuh mereka akibat alergi susu sapi dan olahan kedelai.

Dengan demikian, alergi kedelai merupakan salah satu masalah besar yang mengancam kesehatan anak-anak masa kini. Pasalnya, semakin banyak laporan tentang anak-anak yang mengalami alergi protein kedelai saat usia mereka memasuki 3 tahun. Tak hanya itu, ada pula sebuah studi yang diterbitkan oleh Johns Hopkins University pada 2010 yang mengatakan, 70 persen anak mengalami alergi protein kedelai ketika usianya 10 tahun. Kalau sudah begitu, apakah ada cara untuk mencegah timbulnya reaksi alergi kedelai di kemudian hari?

Mencegah timbul reaksi alergi kedelai

Dikutip dari Very Well Health, untuk mencegah timbulnya reaksi alergi kedelai, sebenarnya Anda bisa melakukan tes reaksi alergi terlebih dulu di rumah sakit. Terlebih lagi, Anda yang sebelumnya memang memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Selain itu, Anda yang punya intoleransi laktosa susu sapi dan punya alergi terhadap kacang-kacangan selain kacang kedelai juga sebaiknya melakukan pengecekan. Sebab, orang yang alergi terhadap kacang polong atau kacang tanah, juga berpotensi untuk terkena alergi kacang kedelai.

Namun, orang tua yang punya anak dengan alergi protein kedelai tak perlu cemas berlebihan. Pasalnya, dr. Caessar Pronocitro, M.Sc Sp.A dari KlikDokter mengatakan, sebagian besar alergi makanan yang timbul di usia kanak-kanak akan menghilang seiring berjalannya waktu, terutama terhadap susu, telur, kacang kedelai, dan gandum. “Namun sayang, alergi terhadap kacang tanah, kacang polong, dan seafood cenderung bertahan seumur hidup,” ujar dr. Caessar.

Alergi kedelai memang bisa menjadi permasalahan kesehatan yang berat bagi anak-anak. Jadi, berjaga-jagalah untuk selalu membawa obat alergi kepada anak Anda karena terkadang tak semua makanan mencantumkan komposisinya secara lengkap. Kendati demikian, Anda tak perlu terlalu paranoid terhadap alergi kedelai karena biasanya saat besar nanti, alergi tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

[HNS/ RVS]