Merebus Air yang Sudah Matang, Ada Bahayanya bagi Kesehatan?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 14 Dec 2018, 17:00 WIB
Banyak yang percaya bahwa merebus air yang sudah matang bisa memicu kanker karena akan “membangunkan” zat kimia dalam air. Benarkah?
Merebus Air yang Sudah Matang, Ada Bahayanya bagi Kesehatan? (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Merebus air sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang, entah untuk membuat kopi, memasak mi instan, atau mandi. Tak jarang, banyak juga yang suka merebus air sudah yang matang agar panas kembali sebagai bahan campuran kopi atau teh. Apakah kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan?

Selama ini, banyak yang percaya bahwa merebus air yang sudah matang bisa memicu penyakit kanker. Isu yang banyak beredar menyebutkan bahwa merebus kembali air yang sudah matang akan “membangunkan” zat kimia dalam air. Bahkan, di beberapa media nasional Tanah Air, hal ini pernah menjadi topik pembahasan khusus. Ya, disebutkan bahwa merebus air yang sudah matang bisa menghasilkan kandungan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Kandungan kimia yang dimaksud adalah arsenik, nitrat, dan juga flouride.

Khusus untuk arsenik, jika kandungan itu masuk ke dalam tubuh akan membuat keracunan dan melemahkan fisik secara perlahan. Keracunan arsenik meliputi gangguan pencernaan, kulit, ginjal jantung, hingga kanker.

Sementara itu, nitrat juga berbahaya karena berubah menjadi racun bila terkena panas sangat tinggi. Nitrat dalam suhu tinggi akan berubah menjadi nitrosamine, yakni senyawa yang bersifat karsinogenik dan ujung-ujungnya menyebabkan kanker. Sementara itu, fluoride bisa menyebabkan perkembangan otak menjadi lemah.

Benarkah itu berbahaya?

Lalu, benarkah merebus kembali air yang sudah matang bisa berakibat buruk bagi tubuh? Sejauh ini, belum ada penelitian atau literatur yang menyatakan itu berbahaya.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, hal tersebut masih perlu dilakukan kajian ulang dan penelitian panjang. Pasalnya, kanker adalah penyakit multifaktor.

"Merebus air sebenarnya bisa mematikan kuman dan bakteri penyebab diare dan gangguan saluran pencernaan. Kalau soal air rebusan menyebabkan kanker, itu perlu dikaji ulang. Itu karena penyebab kanker banyak, tidak cuma satu faktor saja. Bisa jadi karena gaya hidup, merokok, dan faktor genetik biasanya sangat berpengaruh besar akan kanker," ujar dr. Dyan Mega saat dikonfirmasi.

Sementara itu, berdasarkan penuturan dari Kepala Pusat Penelitian Kimia Fungsional LIPI, Agus Haryono, yang dikutip dari detik.com, proses pemanasan air untuk kedua kali atau seterusnya tidak akan menimbulkan zat baru. Terkait bahan kimia yang disebutkan di atas, Agus Haryono menyebut bahan-bahan kimia itu tidak akan muncul di air putih, kecuali memang sengaja ditambahkan.

Kekhawatiran ini memang tidak berdasar sama sekali. Umumnya, air matang yang direbus lagi tidak menimbulkan banyak risiko kesehatan. Sebagai contoh, jika Anda menyimpan air dalam teko, lalu merebusnya dan menambahkan air lagi ketika sudah mau habis, itu tidak akan membahayakan kesehatan Anda.

Sejauh ini, belum ada yang menyatakan bahwa merebus air yang sudah matang adalah hal yang berbahaya. Selama Anda merebus air bersih dalam wadah yang bersih hingga mencapai suhu 100 derajat Celsius, kesehatan Anda akan baik-baik saja. Hanya saja, setidaknya rebuslah air minimal hingga mencapai suhu 70 derajat Celsius agar kuman-kuman dan bakteri mati.

[HNS/ RVS]