Deretan Penyakit Genetis Ini Turun dari Ayah

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 16 Dec 2018, 09:35 WIB
Bicara soal penyakit genetis, kadang ibu yang disalahkan. Padahal, ada juga beberapa penyakit yang diturunkan dari ayah.
Deretan Penyakit Genetis Ini Turun dari Ayah (Kotin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh manusia terdiri dari genetika yang kompleks. Para ilmuwan meneliti sifat fisik yang diturunkan dari orang tua ke anak. Selain sifat fisik (seperti warna kulit, bentuk hidung, jenis rambut, dan lain-lain), orang tua juga dapat menurunkan penyakit dan kelainan fisik tertentu. Pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” juga dirasa tepat untuk menjelaskan hal tersebut. Baik ibu maupun ayah, keduanya memiliki penyakit genetis yang bisa diturunkan ke generasi selanjutnya.

Ayah memiliki kromosom X dan Y. Maka, apabila di antara kromosom X atau Y terdapat kelainan atau penyakit genetis, maka penyakit tersebut akan diturunkan kepada anak-anaknya. Berikut di bawah ini adalah penyakit yang bisa diturunkan atau diwariskan dari pihak ayah.

1. Hemofilia

Hemofilia adalah salah satu penyakit genetis yang terjadi karena kekurangan faktor pembekuan darah (XIII dan IX). Kondisi tersebut menyebabkan pembekuan darah sulit terjadi dan perdarahan menjadi lama. Gejala penyakit ini adalah mimisan yang berlangsung lama, perdarahan pada gusi yang juga lama, kulit mudah memar, serta perdarahan pada area sekitar sendi.

Perintah pembekuan darah ini ada di kromosom X. Pria lah yang sering kali membawa penyakit ini dan wanita berperan sebagai pembawa (carrier). Penyakit ini selalu dimulai saat kanak-kanak, dan sulit untuk dicegah karena mengandung satu kromosom dari ibu dan satu lagi dari ayah.

2. Talasemia

Talasemia juga merupakan penyakit keturunan yang menyebabkan ketidakmampuan dalam memproduksi hemoglobin (protein pada sel darah merah yang membawa oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh). Akibatnya adalah kekurangan darah atau anemia. Kelainan darah ini bisa membuat anak terlihat pucat dan harus mendapatkan transfusi darah secara teratur. Ini diperlukan agar jumlah hemoglobinnya teatap normal.

Ada 2 tipe talasemia, yaitu alfa dan beta. Keduanya diturunkan secara genetik oleh orang tua yang membawa gen mutasi talasemia. Anak penderita talasemia mendapatkan gen masing-masing dari kedua orang tuanya. Anak sebagai carrier bisa hidup dengan normal.

1 of 2

Selanjutnya

3. Kanker prostat

Satu lagi penyakit yang bisa diwariskan dari ayah, yaitu kanker prostat. Jika seorang anak laki-laki memiliki ayah atau saudara kandung laki-laki yang terkena kanker prostat, anak tersebut berisiko dua kali lebih tinggi terkena kanker prostat dibanding anak laki-laki tak memiliki penyakit tersebut dalam keluarganya.

Kanker prostat jarang dialami pada usia kurang dari 40 tahun. Namun, setelah melewati usia 50 tahun, kemungkinan terkena jadi meningkat secara pesat. Di sini faktor lingkungan juga berpengaruh, seperti pola makan yang tinggi lemak dan kalori, serta minim berolahraga.

4. Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah kelainan sistem saraf pusat yang menyebabkan terjadinya getaran (tremor) atau kekakuan yang tidak terkontrol pada tubuh. Gejalanya antara lain adalah kelainan gaya berjalan (lambat dan kasar) dan mengeluh tangannya bergetar saat tidak melakukan aktivitas.

Pada beberapa penderita, ditemukan ujung jari tangan yang keras dan menekuk ke dalam. Kondisi ini terjadi pada 1-2 persen orang yang berusia 60 tahun ke atas.

Penderita Parkinson biasanya tidak sadar bahwa riwayat keluarga memengaruhi terjadinya penyakit ini. Mutasi dari gen PARK1, PARK5, PARK3, dan PARK8 ditemukan pada penderita yang memiliki orang tua penderita Parkinson.

Mengetahui apakah ada riwayat penyakit genetis yang diturunkan baik dari ayah maupun dari ibu merupakan langkah awal antisipasi yang baik. Selanjutnya, kombinasikan dengan pola makan sehat dan bergizi seimbang, rutin berolahraga, jauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol, kelola stres dengan baik, serta istirahat cukup agar kesehatan tubuh Anda selalu terlindungi. Pada dasarnya, meski ada riwayat tertentu dalam keluarga, belum tentu Anda pasti mengalami penyakit yang serupa.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓