Ibu Hamil Hobi Makanan Berlemak, Ini Akibatnya pada Janin

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 17 Dec 2018, 11:30 WIB
Tidak hanya berakibat buruk pada ibu hamil, makanan berlemak juga dapat merugikan janin yang ada dalam kandungannya.
Ibu Hamil Hobi Makanan Berlemak, Ini Akibatnya pada Janin (VGstockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pola makan dan komposisi makanan pada ibu hamil memang tak bisa sembarangan. Sebab, hal ini akan memberikan efek yang signifikan pada janin yang dikandungnya. Itulah sebabnya ibu hamil harus mengontrol asupan ke dalam tubuhnya, terutama untuk makanan berlemak.

Ibu hamil yang komposisi gizi dalam asupannya baik, kebutuhan janinnya dapat terpenuhi dengan lengkap dan tumbuh kembangnya pun dapat berlangsung dengan lebih optimal.

Namun sebaliknya, pola makan yang keliru saat kehamilan ternyata mampu memberikan dampak negatif pada calon bayi. Parahnya, efek negatif ini tidak hanya muncul saat bayi dilahirkan, namun juga dapat memengaruhi kesehatan dan perilakunya di kemudian hari.

Sayangnya beberapa masyarakat Indonesia masih ada yang menganggap bahwa ibu hamil tidak perlu selektif dalam hal menu makanan. Mereka menganggap semua boleh dimakan agar kehamilan lancar. Tapi, tunggu dulu.

Anggapan ini ternyata merupakan opini yang keliru. Jika menu yang dipilih adalah menu tinggi lemak, bukan hanya kesehatan sang ibu yang akan terkena dampak negatifnya, namun juga tumbuh kembang calon bayi yang ada dalam rahimnya.

Makanan tinggi lemak dan dampaknya bagi bayi

Pada sebuah penelitian yang melibatkan 150 orang ibu hamil, terbukti bahwa asupan tinggi lemak saat kehamilan dapat memengaruhi kesehatan pencernaan bayi yang dilahirkan.

Jumlah bakteri baik pada usus bayi yang lahir dari ibu dengan pola makan tinggi lemak akan jauh lebih sedikit dari bayi-bayi yang lahir dari ibu dengan pola makan sehat.

Padahal, bakteri baik ini sangat penting bagi proses pencernaan bayi untuk menjaga ekosistem sehat dalam saluran pencernaan dan menekan perkembangbiakan bakteri jahat, sehingga terhindar dari berbagai gangguan.

Bila bakteri baik berkurang jumlahnya, bakteri jahat yang masuk akan dengan mudah berkembang dan menyebabkan berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran cerna lainnya. Selain itu, dampak yang tak kalah penting dari konsumsi makanan tinggi lemak pada ibu hamil adalah bayi akan mengalami kesulitan menyerap energi dari ASI dan asupan lain, sehingga dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

1 of 2

Potensi penyakit metabolik di kemudian hari

Tidak hanya memengaruhi kesehatan bayi saat dilahirkan, makanan berlemak yang dikonsumsi ibu hamil juga dapat mengancam kesehatan anak di masa pertumbuhannya.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa anak tikus yang lahir dari induk dengan pola makan tinggi lemak berisiko menderita penyakit kolesterol, diabetes, hipertensi dan juga perlemakan hati di kemudian hari. Gangguan kolesterol terjadi 11 minggu setelah bayi tikus dilahirkan, diabetes dan perlemakan hati terdeteksi sekitar 3 bulan setelah kelahiran dan hipertensi terjadi ketika usianya menginjak 6 bulan.

Pada manusia, tentunya rentang usia terjadinya dampak tersebut belum pasti sama. Namun, risiko penyakit yang muncul tetap dapat mengancam kesehatan sang bayi ketika tumbuh.

Risiko gangguan cemas dan depresi

Pola makan ibu hamil yang tinggi lemak ternyata tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan fisik anak, namun juga kondisi psikisnya. Penelitian ilmiah telah membuktikannya.

Pada sebuah studi yang melibatkan primata berhasil membuktikan bahwa pola makan tinggi lemak pada ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan otak dan hormonal janin dalam kandungan.

Padahal otak dan sistem hormonal ini berkontribusi penting terhadap perkembangan psikis. Ketika dua hal penting ini terganggu, maka kondisi psikislah yang menjadi korbannya. Dua gangguan mental yang paling berpotensi terjadi adalah gangguan cemas dan depresi. Menyeramkan, bukan?

Berbagai ancaman kesehatan pada janin ini dapat dihindari dengan pengaturan pola makan yang benar selama masa kehamilan. Saat hamil Anda tidak dianjurkan melakukan diet ketat, namun pilihan makanan tetap harus jadi perhatian.

Jadi, pastikan menu makanan harian ibu hamil mengandung gizi lengkap dan seimbang serta hindari makanan berlemak yang dapat mengganggu perkembangan janin. Dengan kehamilan yang sehat dan bahagia, sang calon bayi pun dapat tumbuh dengan lebih sempurna.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓