BAB Berdarah Tak Melulu Akibat Wasir

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 17 Dec 2018, 14:00 WIB
Apakah Anda pernah mengalami buang air besar disertai dengan darah? Jika ya, hati-hati. Tak semua BAB berdarah itu akibat wasir!
BAB Berdarah Tak Melulu Akibat Wasir (Koldunova Anna/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Buang air besar berdarah umumnya dianggap sebagai akibat dari wasir. Hal itu memang ada benarnya, karena wasir merupakan salah satu gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan kondisi demikian. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat gangguan kesehatan lain yang juga bisa menyebabkan BAB berdarah?

Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan selain wasir yang juga bisa menyebabkan terjadinya buang air besar berdarah:

  1. Ulkus lambung

Ulkus lambung adalah perlukaan pada lapisan dinding lambung. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kebiasaan merokok, stres psikologis, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Penderita ulkus lambung umumnya akan mengalami gejala berdasarkan tingkat keparahan dari perlukaan yang terjadi. Beberapa gejala yang identik, misalnya nyeri ulu hati disertai dengan mual dan muntah, rasa terbakar, dan BAB berwarna merah gelap hingga hitam menyerupai aspal.

Untuk menegakkan diagnosis ulkus lambung, pemeriksaan endoskopi perlu dilakukan untuk melihat kondisi lambung dan bagian atas dari usus halus. Sementara itu, untuk mencegah terjadinya ulkus lambung, Anda dapat membatasi konsumsi obat antiinflamasi non steroid (OAINS) dan alkohol. Jikapun memang perlu minum obat-obatan OAINS, konsumsilah dengan dosis yang sudah ditentukan oleh dokter.

  1. Infeksi saluran pencernaan

Infeksi saluran pencernaan tidak hanya menimbulkan gejala seperti mual dan muntah saja, melainkan perubahan BAB juga. Misalnya saja pada disentri yang merupakan peradangan usus akibat infeksi bakteri shigella maupun amuba.

Gejala dari disentri itu sendiri meliputi diare yang disertai dengan darah atau lendir, demam, nyeri perut, serta mual dan muntah. Selain itu, disentri juga bisa menyebabkan kematian akibat dehidrasi atau kurangnya cairan pada tubuh.

  1. Polip usus

Polip adalah pertumbuhan jaringan dari dinding usus yang menonjol ke dalam lumen usus. Terdapat dua jenis polip usus, yaitu bertangkai dan tak bertangkai.

Pada umumnya, seseorang yang memiliki polip usus tidak memiliki gejala yang khas. Namun pada beberapa kondisi, penderita dapat mengalami BAB disertai dengan darah.

Polip usus itu sendiri dapat berbentuk jinak maupun ganas dan  berpotensi  menjadi kanker usus. Umumnya, dokter akan mengambil sampel polip tersebut dan melakukan pemeriksaan sel untuk dilihat apakah ada risiko ganas atau tidak. Dengan begitu, terapi berikutnya bisa ditegakkan dengan sebaik-baiknya.

  1. Kanker usus

Kanker usus merupakan jenis penyakit yang banyak terjadi dan menyebabkan kematian. Faktor risiko terjadinya kanker usus adalah kurangnya konsumsi serat dan tingginya konsumsi daging merah. Faktor lain, seperti keturunan, memiliki polip usus, dan kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko terjadinya kanker usus.

Beberapa gejala kanker usus yang perlu diwaspadai adalah BAB berdarah disertai dengan nyeri perut yang berlangsung lama, penurunan berat badan tanpa sebab, terjadi perubahan konsistensi feses menjadi kecil-kecil seperti kotoran kambing, dan mengalami sembelit atau konstipasi.

Jika Anda pernah mengalami buang air besar berdarah, sebaiknya segera periksa ke dokter. Tindakan ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab utama dari keluhan yang Anda alami: apakah akibat wasir atau kondisi lain yang lebih berbahaya. Jangan anggap sepele, karena BAB berdarah dapat berujung pada kehilangan nyawa jika tidak segera mendapatkan tindakan medis.

[NB/ RVS]