Cegah Infeksi dari Rumah Sakit dengan Cara Ini

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 17 Dec 2018, 16:00 WIB
Kadang-kadang, Anda juga bisa terkena infeksi dari rumah sakit saat membesuk rekan atau keluarga. Cegah dengan cara ini.
Cegah Infeksi dari Rumah Sakit dengan Cara Ini (Spotmatik-Ltd/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rumah sakit yang merupakan tempat untuk menyembuhkan orang, ternyata tidak bisa lepas dari infeksi. Justru, terkadang datang ke rumah sakit bisa membuat Anda jadi sakit. Hal itu karena rumah sakit yang biasanya sedemikian rupa dijaga kebersihannya belum tentu aman dari penyebaran infeksi. Untuk itu, Anda harus tahu pencegahan infeksi dari rumah sakit.

Menurut dr. Megan Coffee, MD, ahli kesehatan dari verywellhealth.com, ada tiga hal penting yang dilakukan dalam mencegah infeksi di rumah sakit. Tiga hal tersebut adalah pengendalian infeksi, keamanan jarum suntik, dan resistensi antibiotik.

1. Pengendalian infeksi

Ini jelas, infeksi harus dikendalikan di rumah sakit. Setiap tahun, 20 juta orang di Amerika Serikat terpapar norovirus, yang menyebabkan muntah dan diare. Wabah menyebar dengan cepat, terutama di panti jompo serta beberapa bangsal rumah sakit. Kecepatan muntaber dan diare menyebar ketika miliaran partikel virus dilepaskan dan kurang dari beberapa lusin diperlukan untuk menginfeksi kita.

Nah, yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Cuci tangan

Mencuci tangan dengan sabun dan air (atau sanitizer tangan dengan alkohol minimal 60 persen) mengurangi penyebaran atau penularan infeksi. Hal ini harus dilakukan sebelum dan sesudah mengunjungi pasien. Memang mudah, tetapi kadang dilupakan.

  • Jangan menyentuh wajah

Anda pasti sering menyentuh wajah, sengaja atau tidak, mungkin bisa 15 kali dalam satu jam. Padahal, aktivitas tersebut bisa membuat Anda sakit diare. Alasannya, tangan Anda tidak kotor serta penuh kuman dan bakteri. Bisa saja kuman dan bakteri menempel di area wajah, seperti mulut atau bibir, kemudian masuk ke dalam tubuh.

  • Anda harus divaksinasi

Vaksinasi adalat salah satu tindakan pencegahan sebelum penyakit datang. Oleh karena itu, memvaksin diri Anda juga dapat melindungi orang lain yang lebih rentan, seperti anak-anak dan orang tua.

  • Tetap di rumah jika sakit

Hindari mengunjungi rekan Anda di rumah sakit ketika Anda sedang sakit. Selain bisa memperburuk kondisi Anda yang sedang lemah, Anda juga dapat turut menyebarkan virus dan bakteri yang Anda derita di rumah sakit.

1 of 2

Selanjutnya

2. Keamanan jarum suntik

Kemanan jarum suntik di rumah sakit juga perlu diperhatikan. Pasalnya, setiap tahun, 385.000 tenaga profesional perawatan kesehatan tertusuk jarum atau pisau tajam lainnya. Memang risiko terkena HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, atau penyakit lain sangat rendah, tapi potensi masih ada. Di rumah sakit, Anda perlu menghindari risiko ini dengan cara tidak menggunakan jarum suntik, menggunakan jarum yang tumpul, distandardisasi, dan tindakan lainnya. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Jangan ganggu perawat

Jangan pernah lakukan ini. Risiko jarum suntik untuk perawat dan dokter meningkat ketika ada gangguan. Para tenaga medis perlu berkonsentrasi ketika melakukan prosedur penyuntikan. Jadi, jangan diganggu!

  • Jangan sentuh kotak dengan tulisan: Benda tajam

Di rumah sakit besar, setiap kamar memiliki kotak atau keranjang sampah yang dirancang untuk benda tajam (jarum dan pisau bedah). Ini bermanfaat untuk melindungi personel pemeliharaan gedung dan semua orang. Hindari kotak ini jika tidak ingin terkena infeksi.

3. Resistensi antiobiotik

Antibiotik adalah obat yang diciptakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri. Sejak awal penemuannya oleh Sir Alexander Flemming, antibiotik telah menyelamatkan banyak nyawa. Hanya saja, resistensi antibiotik bisa terjadi ketika antibiotik terlalu sering diminum. Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk bertahan dari efek antibiotik. Ini sangat bahaya jika terjadi. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi resistensi antibiotik:

  • Ambil yang hanya diperlukan dan ditentukan

Jangan meminum antibiotik jika Anda tidak butuh. Jika membutuhkannya, Anda perlu mengambil jumlah yang ditentukan dokter. Penggunaan antibiotik berlebihan menyebabkan resistensi dan infeksi lain.

  • Hindari sesuatu yang tidak perlu

Apa pun yang asing bagi Anda di rumah sakit, seperti kateter kemih, IV besar (PICC atau garis pusat), dan aneka peralatan lainnya, bisa menjadi saluran penyebaran infeksi. Hindarilah!

Rumah sakit penuh dengan peralatan medis yang sangat mungkin terkontaminasi oleh virus dan bakteri. Cara-cara di atas dapat Anda terapkan agar tidak terkena infeksi dari rumah sakit. Selalu jaga diri Anda dan keluarga dari kemungkinan tertular penyakit, saat membesuk rekan atau keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓