8 Alasan Mengapa Pria Rentan Kehabisan Energi

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 17 Dec 2018, 16:40 WIB
Tenaga pria kerap diandalkan, khususnya dalam aktivitas berat. Tentunya kesal jika tugas belum selesai, eh, sudah sudah kehabisan energi.
8 Alasan Mengapa Pria Rentan Kehabisan Energi (Paranamir/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak pria yang merasa lelah seperti kehabisan energi setiap harinya, terutama jika menjalani kehidupan yang sibuk. Inginnya, sih, terus berenergi sampai pekerjaan selesai. Namun, apa boleh dikata, kenyataan berkata lain. Sebenarnya, apa penyebabnya pria jadi kehabisan energi?

Biasanya, tanda-tanda seorang pria kehabisan energi adalah:

  • Merasa lelah setiap waktu, sehingga mungkin tak bisa menyelesaikan tugas sederhana tanpa merasa kelelahan
  • Mengantuk sepanjang hari
  • Sulit konsentrasi, tidak fokus, dan mudah terdistraksi (brain fog)
  • Kurang motivasi.

Gaya hidup dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan pria kehabisan tenaga. Gaya hidup yang berkontribusi terhadap berkurangnya energi antara lain adalah pola tidur, aktivitas fisik, dan pola makan. Tingkat energi pria juga bisa dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu, seperti tingkat testosteron yang rendah dan sleep apnea. Mari membahas segala penyebab ini lebih lanjut.

1. Pola makan

Pola makan tidak sehat atau kekurangan nutrisi dapat membuat seseorang kekurangan energi. Perbaiki pola makan Anda dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran, gandum utuh (whole grain), dan protein untuk meningkatkan energi. Selain itu, jika misalnya Anda sedang diet dan Anda kekurangan asupan kalori, ini juga bisa membuat kelelahan.

Kondisi ini sering dialami pada pria yang menekuni olahraga angkat beban atau para pria yang berusia lebih tua, yang makannya sedikit atau yang mengalami masalah gizi buruk.

2. Pola olahraga

Beberapa orang mungkin sadar bahwa tingkat energi mereka menurun setelah lama absen berolahraga. Ya, olahraga dapat meningkatkan adrenalin dan tingkat energi. Nantinya, jika terus-terusan absen berolahraga, maka otot bisa menjadi lebih lemah, yang dapat menyebabkan kelelahan setelah menyelesaikan tugas sederhana.

Selain kurang berolahraga, hati-hati, olahraga terlalu berlebihan juga dapat berujung pada terjadinya kelelahan. Mencari keseimbangan yang tepat untuk mengoptimalkan energi adalah satu hal yang penting.

1 of 3

Selanjutnya

3. Kadar testosteron rendah

Testosteron adalah hormon primer seks pria. Kadarnya dalam tubuh berperan penting dalam tersedianya energi, baik untuk fisik maupun mental. Seiring bertambahnya usia, testosteron pria secara alami berkurang.

Kadar testosteron yang rendah (hipogonadisme) dapat menyebabkan pria kurang berenergi, kelelahan, dan depresi. Kondisi ini menjadi umum terjadi ketika usia pria bertambah.

Gejala lain kurangnya testosteron pada pria termasuk berkurangnya stamina dan energi, depresi, iritabilitas, sulit berkonsentrasi, anemia, infertilitas, berkurangnya rambut pada tubuh dan janggut, massa otot berkurang, ginekomastia, hingga osteoporosis.

4. Sleep apnea

Sleep apnea adalah terjadinya sumbatan total aliran udara saluran napas atas. Umumnya, sumbatan ini terjadi selama 10 detik saat tidur. Kondisi ini banyak dialami pria dan wanita yang kelebihan berat badan.

Gejala utama sleep apnea adalah rasa mengantuk sepanjang hari. Gejala lainnya meliputi tidur gelisah, suara dengkuran keras, sakit kepala pada pagi hari, sulit berkonsentrasi, iritabilitas, serta kecemasan atau depresi.

Gejala di atas tak selalu mengindikasikan sleep apnea. Jika Anda mencurigai penyakit ini, lebih baik periksakan diri ke dokter karena jika tidak ditangani, sleep apnea bisa mengancam nyawa.

5. Insomnia

Insomnia dan masalah tidur lainnya dapat pria kekurangan energi. Meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, insomnia dapat memengaruhi pria dari segala usia. Ada banyak penyebab insomnia, termasuk alasan fisik, emosional, dan psikologis.

2 of 3

Selanjutnya

6. Depresi

Faktanya, banyak pria yang mengalami depresi. Gejalanya mungkin berbeda dengan yang dilalami wanita. Biasanya, pria yang depresi merasa tak berenergi. Mereka bisa kehilangan minat terhadap beberapa aspek hidupnya, seperti pekerjaan, keluarga, maupun hobi.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSC dari KlikDokter, depresi bisa memicu badan lemas, sehingga penderita merasa kehabisan energi. Ini karena segudang gejala seperti gangguan tidur, penurunan nafsu makan, dan lain-lain. “Ini membuat metabolisme tubuh tak bisa bekerja dengan maksimal. Akibatnya, beberapa organ tubuh akan kekurangan pasokan nutrisi dan energi,” tambahnya.

7. Anemia

Energi yang seolah habis juga bisa diakibatkan kondisi kurang darah atau anemia. Kata dr. Nitish, ini terjadi karena kurangnya kadar hemoglobin pada sel darah merah, yang dibutuhkan untuk menjaga pasokan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

“Sel-sel yang tidak mendapatkan pasokan oksigen dengan optimal akan membuat tubuh kekurangan energi. Pada akhirnya, tubuh akan terasa lemas dan mudah lelah, sehingga tidak dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal,” kata dr. Nitish.

Gejala anemia lainnya adalah rasa dingin, pusing, mudah tersinggung, dan sakit kepala.

8. Gangguan tiroid

Tiroid merupakan kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terdapat di daerah leher dan menghasilkan hormon tiroid.

“Tak banyak yang tahu bahwa hormon ini memiliki peran yang esensial dalam tubuh manusia,” jelas dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Kelenjar tersebut bisa terkena dua masalah, yaitu hipertiroid (kebanyakan memproduksi hormon tiroid), dan hipotiroid (kekurangan produksi hormon tiroid). Nah, kalau Anda sering mengalami badan lemas, ada kemungkinan bahwa yang terjadi adalah hipotiroid. Apalagi bila gejalanya disertai dengan kulit kering, sering mengantuk, tidak tahan terhadap suhu dingin, dan adanya kenaikan berat badan.

Jika beberapa waktu belakangan Anda kerap merasa seperti kehabisan energi, bisa jadi penyebabnya adalah satu atau beberapa poin di atas. Jika keluhan ini semakin mengganggu, apalagi jika Anda adalah pria yang super sibuk, lebih baik berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya bisa diketauhi, dan keluhan segera teratasi dengan baik.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓