Tinnitus, Ketika Telinga Terus Berdenging

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 18 Dec 2018, 10:00 WIB
Pernah mengalami tinnitus alias telinga berdenging tiada henti? Kenali penyebabnya dan cara mengatasinya.
Tinnitus, Ketika Telinga Terus Berdenging (Syda Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tinnitus merupakan istilah kedokteran yang digunakan untuk mendeskripsikan persepsi adanya suara bising dalam telinga, berupa kondisi yang terus berdenging atau seperti gemuruh. Sebagian besar dari orang yang mengalaminya mengatakan bahwa hal tersebut sangat mengganggu.

Ternyata, tinnitus bukanlah merupakan penyakit secara tersendiri, tapi lebih merupakan gejala dari suatu kondisi telinga yang mendasari. Misalnya karena adanya cedera pada telinga, peradangan pada bagian telinga tertentu, gangguan sistem peredaran darah, atau penurunan kemampuan pendengaran akibat usia.

Suara berdenging yang terdengar ini dapat bervariasi. Mulai dari frekuensinya yang tinggi atau rendah, serta dapat terdengar pada satu maupun kedua telinga. Terkadang, suara yang didengar bisa sangat keras, sehingga mengganggu konsentrasi maupun kemampuan mendengar seseorang. Tinnitus dapat menetap atau hilang timbul, bergantung dari kelainan yang mendasarinya.

Kenali jenis tinnitus

Terdapat dua tipe dari tinnitus, yakni tinnitus subjektif (yang hanya dapat didengar oleh penderita) dan tinnitus objektif (yang juga dapat didengar oleh dokter pada saat dilakukan pemeriksaan).

Tinnitus subjektif merupakan tipe yang paling sering ditemukan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan saraf pendengaran atau bagian dari otak yang memproses suara. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan faktor pertambahan usia dan terpapar suara keras berlebihan dalam jangka waktu yang panjang.

Sebaliknya, tinnitus objektif lebih jarang terjadi. Penyebabnya bisa karena gangguan pembuluh darah, masalah pada tulang telinga tengah, atau kontraksi pada otot.

Risiko tinnitus dapat meningkat pada beberapa orang tertentu, seperti:

  • Terpapar suara keras, misalnya dari pekerjaan, menonton konser, menggunakan headphone atau earphone, dekat dengan lokasi ledakan, dan sebagainya
  • Merokok
  • Memiliki gangguan pendengaran
  • Jenis kelamin pria
  • Berusia lanjut.
1 of 2

Cara menentukan penyebab tinnitus

Lalu, bagaimana cara menentukan penyebab dari tinnitus? Pada saat berkonsultasi dengan dokter, dapat dilakukan wawancara medis, pemeriksaan fisis secara langsung, dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menyelidiki kemungkinan penyebab tinnitus. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat menjadi pilihan adalah pemeriksaan pendengaran, pemeriksaan audiologi, pemeriksaan gerakan bola mata, pemeriksaan gerak leher, lengan, dan tungkai, atau pemeriksaan seperti computerized tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI).

Selain itu, jenis suara yang didengar pada tinnitus juga dapat membantu mengarahkan kemungkinan penyebab yang mendasarinya. Misalnya, apabila suara yang didengar merupakan suara yang berdenging (bunyi “nging”), hal ini dapat terjadi akibat ekspos terhadap suara yang sangat keras, penurunan pendengaran akibat usia, atau neuroma akustik. Sebaliknya, apabila suara berdengung (terdengar bergema seperti sirene pabrik), beberapa kemungkinan penyebabnya adalah penyakit Meniere atau vertigo.

Bagaimana menangani tinnitus?

Penanganan pada tinnitus umumnya dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Misalnya pada individu dengan sumbatan akibat kotoran telinga, penanganan yang dilakukan dapat berupa pengangkatan kotoran tersebut. Salah satu contoh penanganan lain adalah pada individu dengan kelainan pembuluh darah. Kondisi tersebut biasanya membutuhkan pengobatan, pembedahan, atau penanganan jenis lainnya untuk mengatasi masalah.

Salah satu penanganan yang umum dilakukan pada tinnitus adalah supresi dari suara berdenging atau berdengung yang didengar. Hal ini dapat dilakukan untuk membuat tinnitus menjadi tidak terlalu mengganggu bagi individu yang mengalaminya. Pilihan penanganan supresi suara dapat dilakukan dengan cara menggunakan perangkat mesin white noise, yang menciptakan suara lingkungan seperti hujan atau ombak laut. Menggunakan alat pendingin ruangan atau humidifier yang bersuara pada malam hari juga dapat menurunkan rasa terganggu yang dialami oleh seseorang pada saat tidur.

Tinnitus, ketika telinga terus berdenging atau berdengung, bisa disebabkan oleh berbagai kelainan medis. Cara penanganannya dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Oleh karenanya, jika Anda merasa terganggu oleh suara di telinga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓