Amankah Membersihkan Vagina dengan Tisu Basah?

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 19 Des 2018, 07:45 WIB
Sebagian orang memilih tisu basah untuk membersihkan vagina. Tapi, apakah ini aman?
Amankah Membersihkan Vagina dengan Tisu Basah? (Yevhen Prozhyrko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Coba, deh, cek di supermarket favorit Anda. Ada banyak sekali produk untuk perawatan kesehatan area kewanitaan, yang ditata di etalase. Mulai dari berbagai merek pembalut, tampon, sabun pembersih, hingga tisu basah. Produk-produk tersebut dipasarkan sebagai produk yang dapat membuat vagina Anda lebih bersih, segar, dan wangi. Namun, apakah secara langsung mereka berarti aman?

Vagina bisa membersihkan dirinya sendiri

Sebelum menggunakan produk kewanitaan apa pun, penting untuk diingat bahwa vagina Anda memiliki mekanisme pembersihan sendiri tanpa memerlukan bantuan dari produk apa pun. Hanya saja, keseimbangan vagina sangat sensitif terhadap perubahan, baik dari dalam maupun luar tubuh. Salah satu hal yang dapat mengganggu keseimbangan vagina adalah terlalu sering membersihkan vagina.

Anda juga harus tahu bahwa area kewanitaan cenderung memiliki kulit yang sensitif. Untuk itu, jika Anda memutuskan untuk membeli produk kewanitaan, cek dulu dengan saksama bahan-bahannya agar tidak malah merugikan area kewanitaan Anda.

Para wanita merasa bahwa area kewanitaan seharusnya wangi. Padahal, hal ini adalah ekspektasi yang tidak realistis. Pada sisi lain, bau yang berlebihan memang harus diwaspadai karena menandakan infeksi.

Jika Anda mengalami bau yang mengganggu, ada baiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah ini normal atau disebabkan penyakit – ketimbang mencari solusi dengan membeli produk-produk kewanitaan yang belum tentu aman.

Tentang keamanan tisu basah

Beberapa wanita menggunakan tisu basah khusus area kewanitaan untuk membersihkan vaginanya. Umumnya tisu basah terdiri dari sejenis kain yang dibasahkan dahulu.

Masalahnya, mungkin saja tisu basah tersebut mengandung beberapa bahan yang dapat merugikan kesehatan vagina Anda. Lebih lanjut, efek pemakaian produk ini dalam jangka panjang belum diketahui secara jelas. Pada beberapa wanita, pemakaian tisu basah khusus area kewanitaan diketahui menyebabkan beberapa keluhan. Misalnya saja rasa gatal, terbakar, iritasi, dan reaksi alergi.

Tisu basah juga dapat mengandung pewangi, yang berpotensi menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Kandungan bahan kimia di dalamnya pun berisiko mengiritasi serta mengganggu sistem hormonal. Sayangnya, bahan pewangi ini sering kali tidak tercantum secara jelas pada kemasan produk sehingga sulit diidentifikasi.

Berbeda dengan tisu kering, tisu basah biasanya menggunakan pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, serta berbagai kuman penyebab penyakit. Sama seperti bahan pewangi, bahan pengawet ini juga dapat menimbulkan gejala alergi pada beberapa wanita.

Lalu, apa saja bahan pengawet khusus yang diketahui menimbulkan efek buruk? Contohnya methylisothiazolinone dan methylchloroisothiazolinone yang dapat menyebabkan reaksi alergi berat; iodopropynyl butylcarbamate (IPBC) yang juga dapat memicu alergi serta sudah dilarang penggunaannya di Uni Eropa; paraben yang diduga mengganggu kesuburan; serta formaldehyde yang merupakan alergen serta karsinogen.

Bahan kimia mengkhawatirkan lain yang mungkin terkandung dalam tisu basah adalah octoxynol-9. Produk ini digunakan dalam kontrasepsi dan berfungsi membunuh sel sperma. Namun, tisu basah yang mengandung zat ini tidak tergolong sebagai alat kontrasepsi.

Seperti disebutkan sebelumnya, vagina Anda memiliki mekanisme pembersihan secara mandiri sehingga sebenarnya tidak memerlukan produk khusus. Untuk menjaga kebersihannya, cukup membasuh area kewanitaan dengan air setiap kali mandi.

Jika Anda merasa sangat memerlukan penggunaan tisu basah untuk area vagina, cermatilah jenis produk yang digunakan. Sebisa mungkin pilih produk yang bebas dari pewangi dan alkohol. Apabila muncul keluhan, segera hentikan pemakaian tisu basah tersebut.

[RS/ RVS]