Smart IVF, Program Bayi Tabung dengan Harga Terjangkau

Oleh Rieke Saras pada 19 Dec 2018, 10:50 WIB
Smart IVF dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin menjalani program bayi tabung dengan harga terjangkau.
Smart IVF, Program Bayi Tabung dengan Harga Terjangkau (Branislav Nenin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Program bayi tabung menjadi salah satu pilihan bagi pasangan suami-istri yang ingin mempunyai anak dan mengalami gangguan kesuburan. Sayangnya, biaya untuk bayi tabung terbilang cukup mahal. Namun kini, telah hadir Smart IVF -- singkatan dari Sophisticated, Modern, Affordable, Reproductive, Technology In Vitro Vertilization -- yang lebih terjangkau namun berteknologi canggih sebagai solusi.

Smart IVF telah tersedia di sejumlah rumah sakit dan klinik fertilitas di Indonesia, dari Jakarta, Medan, Makasar, dan Palembang. Harganya dipatok mulai dari Rp39 juta per siklus.

Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, selaku Presiden Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (PERFITRI) mengatakan bahwa Smart IVF memiliki beberapa keunggulan. “Pada program bayi tabung ini, sudah tersedia teknologi dan metode IVF yang terdepan, serta laboratorium penunjang seperti laboratorium embriologi.”

Ia melanjutkan bahwa dari 9122 siklus bayi tabung yang dilakukan pada tahun 2017 di Indonesia, terdapat 2467 siklus yang menghasilkan kehamilan.

Namun, tidak ada perbedaan dari proses program Smart-IVF dengan proses program bayi tabung lainnya. Ada delapan tahapan yang mesti dilewati, yaitu pemeriksaan USG, hormon, saluran telur dan sperma, penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur, penyuntikan obat penekan hormon, pengambilan sel telur, pembuahan, pengembangan embrio, penanaman embrio, serta menunggu hasil.

Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti Smart IVF adalah sekitar 4 minggu. Agar program bayi tabung berhasil, menurut Prof. Budi ada hal-hal yang harus diperhatikan selain staf yang kompeten dan teknik prosedur yang baik. Ia menekankan pentingnya kondisi fisik dan psikologis istri dan suami.

“Kesuksesan bayi tabung sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan usia. Peluang akan menyusut ketika usia calon ibu melebihi 35 tahun. Kebiasaan merokok juga memengaruhi kesuksesan bayi tabung,” katanya.

1 of 2

Tips agar bayi tabung sukses

Bayi tabung merupakan salah satu terapi kesuburan yang populer. Pada terapi ini, sel telur matang diambil dari indung telur wanita, dan dibuahi dengan sperma di luar tubuh manusia. Setelah terjadi pembuahan, beberapa embiro akan ditanamkan kembali ke rahim si calon ibu melalui leher rahim.

Agar program bayi tabung yang Anda jalani berhasil, penting untuk menjaga gaya hidup mulai dari pola makan sampai kebiasaan tidur sehari-hari. Ini penjelasan lengkapnya, seperti dilansir Healthline:

  1. Perhatikan asupan makanan

Selama siklus IVF, fokuslah pada asupan makanan yang sehat dan seimbang. Dr. Aimee Eyvazzadeh, seorang ahli endokrinologi, menganjurkan pola makan Mediterania yang menurutnya akan memberikan nutrisi beragam yang dibutuhkan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat meningkatkan kesuksesan IVF pada wanita yang tidak obesitas dan di bawah 35 tahun.

  1. Tetap berolahraga

Banyak wanita yang menghindari olahraga selama siklus IVF karena takut menggagalkan kehamilan. Tapi Dr. Eyvazzadeh justru merekomendasikan Anda untuk tetap berolahraga. Yang harus diperhatikan, pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat. Untuk Anda yang gemar berlari, menurut Dr. Eyvazzadeh, sebaiknya Anda tidak berlari lebih dari 15 kilometer per minggu dan lakukan joging ringan saja.

  1. Waspada dengan bahan-bahan kimia

Sebagian bahan kimia dapat mengacaukan sistem endokrin tubuh. Hal ini mengganggu kesehatan reproduksi dan perkembangan janin. Contoh bahan-bahan kimia yang harus diwaspadai adalah formaldehida (dalam cat kuku), paraben (dalam kosmetik, pelembap, sabun), dioksin (dalam daging, produk susu), dan phthalate (dalam plastik, kosmetik berpewangi).

  1. Hindari obat-obatan tertentu

Sebelum menjalani program bayi tabung, beritahukan dokter mengenai obat-obatan yang rutin Anda konsumsi. Bahkan untuk obat-obatan yang tampaknya ringan seperti obat alergi, asetaminofen atau ibuprofen, dan suplemen, Anda harus berkonsultasi kepada dokter. Dikhawatirkan obat-obatan tersebut dapat menurunkan efektivitas program bayi tabung Anda.

  1. Tidur berkualitas

Tidur yang cukup akan menunjang siklus IVF yang Anda jalani. Studi tahun 2013 menyebutkan bahwa tingkat kehamilan pada mereka yang tidur 7-8 jam per malam secara signifikan lebih tinggi dibanding mereka yang tidur kurang dari itu. Dr. Eyvazzadeh mengatakan bahwa melatonin, hormon yang mengatur reproduksi, berada pada puncaknya antara pukul 9 malam dan tengah malam. Jadi idealnya, Anda tidur pada pukul 10 malam hingga 11 malam.

Program bayi tabung Smart IVF menggunakan teknologi yang lebih canggih namun dengan harga yang lebih terjangkau. Akan tetapi, untuk menentukan keberhasilannya, tetap ada banyak faktor yang harus Anda dan pasangan pahami. Hal yang pasti, selama siklus IVF berlangsung, upayakan pola hidup sehat dengan baik dan konsisten agar kehamilan bisa terjadi.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓