4 Gejala Sleep Apnea yang Sering Anda Abaikan

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 19 Dec 2018, 12:00 WIB
Mendengkur dengan nyaring bukan satu-satunya gejala sleep apnea. Simak gejala lainnya di bawah ini.
4 Gejala Sleep Apnea yang Sering Anda Abaikan (Photographee.eu/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sleep apnea atau Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah gangguan tidur serius akibat penyumbatan saluran pernapasan selama tertidur. Kondisi ini terjadi pada berbagai tahap. Salah satunya non-Rapid Eye Movement (REM) yang dapat membuat Anda terbangun secara tiba-tiba.

Akibat gangguan tersebut, kualitas tidur bisa berkurang sehingga membuat Anda terbangun lemas pada ke harinya. Gangguan tidur ini bisa terjadi selama 10-60 detik, tapi dalam beberapa kasus kondisi ini bisa terulang bahkan setiap 30 detik.

Menurut dr. Reza Pahlevi dari KlikDokter, banyak hal yang dapat memicu sleep apnea. “Pemicunya antara lain kegemukan, pembesaran amandel, sumbatan hidung kronis, kelemahan otot-otot leher, gangguan saraf, serta ukuran lidah yang besar,” dr. Reza menjelaskan.

Dia menambahkan, gejala sleep apnea bisa dialami berbagai macam usia yang sering kali tidak disadari penderitanya. Dilansir dari besthealthmag, berikut beberapa gejala sleep apnea yang sering diabaikan.

  1. Mengantuk sepanjang hari

Rasa kantuk yang Anda alami sepanjang hari bisa jadi salah satu penyebab gangguan tidur. Boris Chernobilsky, Direktur Operasi Saluran Pernapasan di Mount Sinai Beth Israel di New York City, mengatakan bahwa banyak orang merasa lelah tanpa tahu apa sebabnya. Orang-orang ini sering kali mengasumsikan dengan berkurangnya kualitas tidur.

Namun, kantuk di siang hari adalah salah satu gejala sleep apnea yang paling umum. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada pria dibandingkan wanita.

  1. Sakit kepala di pagi hari

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2001, sebanyak 67 persen responden yang mengeluh sakit kepala di pagi hari setelah bangun tidur ternyata positif menderita sleep apnea. Sementara itu, 81 persen orang yang mendengkur juga didiagnosis serupa.

  1. Gampang marah

Perubahan perilaku, seperti mudah marah atau libido menurun, bisa menjadi tanda bahwa ada yang salah dengan proses tidur. Sebab, kurang tidur sering dituduh sebagai alasan di balik sifat gampang marah pada seseorang.

Menurut Direktur Medis Sleep Medicine Center Martha Jefferson Hospital, Christopher Winter, terjadi peningkatan aktivitas amigdala saat waktu tidur berkurang. Amigdala adalah bagian otak yang mengatur emosi, seperti rasa marah.

"Cara otak berkomunikasi dengan amigdala setelah kurang tidur dalam jangka panjang bukan hanya mendorong munculnya emosi negatif, tapi juga membuat kita tak mampu mengendalikan perasaan buruk," kata Winter.

  1. Sering buang air kecil tengah malam

Jika Anda sering bolak-balik buang air kecil di tengah malam, hal ini bisa jadi salah satu tanda sleep apnea. Gangguan tidur karena sering buang air kecil muncul akibat terhambatnya produksi hormon anti-diuretik (ADH) yang berfungsi mencegah buang air kecil di malam hari.

Apabila hormon tersebut tidak dihasilkan, Anda akan lebih sering buang air kecil. Selain itu, sleep apnea juga akan membuat Anda lebih peka terkait seberapa penuh kandung kemih Anda pada malam hari. Hal inilah yang juga mendorong Anda jadi lebih sering buang air kecil.

Selain durasi, kualitas tidur sangatlah penting untuk diperhatikan. Gangguan sleep apnea dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti hipertensi, kencing manis, stroke, dan serangan jantung. Jadi, ketika Anda mengalami empat gejala sleep apnea di atas, segera konsultasikan pada dokter guna penanganan lebih lanjut.

[HNS/ RVS]