Awas, Bakteri di Gigi Bisa Turunkan Kualitas Sperma!

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 20 Dec 2018, 14:00 WIB
Mulailah untuk lebih peduli dengan kesehatan gigi dan mulut. Jika tidak, kualitas sperma Anda bisa terganggu!
Awas, Bakteri di Gigi Bisa Turunkan Kualitas Sperma! (Vchal/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sering kali kesehatan gigi dan mulut diabaikan oleh pemiliknya, padahal jika organ ini mengalami kerusakan, kesehatan organ tubuh lainnya juga dapat terpengaruh. Mungkin Anda sudah tahu bahwa efek gigi berlubang, misalnya, bisa merembet ke pembuluh darah dan jantung. Nah, masalah gigi ternyata juga dapat memengaruhi kualitas sperma dan menurunkan tingkat kesuburan Anda.

Menurunnya tingkat kesuburan seseorang dapat dipengaruhi oleh bakteri yang berasal dari gigi. Mengapa bakteri bisa muncul di gigi? Infeksi pada penyakit gigi dan mulut menjadi salah satu penyebab timbulnya bakteriospermia.

Bakteriospermia terjadi ketika bakteri di dalam mulut masuk ke dalam aliran darah dan berakhir di dalam air mani. Akibatnya sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat seperti sperma, padahal sistem kekebalan tubuh seharusnya menjadi pelindung. Hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas sperma.

Umumnya kondisi tersebut disebabkan oleh adanya penyakit periodontal, atau penyakit gusi. Penyakit gusi termasuk gangguan kesehatan yang sering dialami orang. Bermula dari penumpukan sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan, lalu berubah menjadi plak dan mengeras menjadi karang gigi.

Jika karang gigi tak buru-buru ditangani, gusi bisa menjadi merah, bengkak, dan meradang. Kondisi seperti ini disebut dengan gingivitis. Dan apabila gingivitis ini tidak dirawat juga, akan menyebabkan peradangan yang lebih berat hingga kehilangan tulang alveolar.

Menurut Journal of Clinical Periodontology, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar plak dan peradangan pada gusi menjadi faktor risiko untuk mortalitas sperma yang buruk dan penurunan kualitas sperma itu sendiri. Hal ini menunjukkan, terdapat hubungan antara penyakit gusi kronis dengan disfungsi ereksi.

Wanita juga harus hati-hati

Tidak hanya pada pria, penyakit periodontal juga dapat memengaruhi tingkat kesuburan wanita serta mengganggu perkembangan janin selama masa kehamilan. Penyakit periodontal pada wanita hamil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes gestasional, preeklamsia, persalinan prematur, dan bayi berat lahir rendah.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, Anda dapat melakukan pencegahan agar terhindar dari kerusakan gigi. Berikut lima kiatnya.

  1. Rajin menggosok gigi

Gosoklah gigi dua kali sehari - pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur - selama dua menit. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride agar gigi tetap kuat dan tidak mudah berlubang.

  1. Lakukan flossing

Setiap habis makan, lakukanlah flossing dengan menggunakan dental floss. Hal ini berguna untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada sela-sela gigi atau daerah yang sulit dibersihkan.

  1. Gunakan obat kumur

Gunakan obat kumur sekali dalam sehari untuk menyegarkan napas Anda serta menghilangkan bakteri “jahat” yang terdapat di dalamnya. Namun, penggunaan obat kumur tidak boleh menggantikan kegiatan menggosok gigi.

  1. Konsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang tentu akan membantu fungsi-tungsi tubuh, sehingga berpengaruh juga terhadap gigi dan mulut. Hindarilah makanan-makanan yang mengandung gula tinggi agar gigi tidak cepat rusak.

  1. Rutin mengunjungi dokter gigi

Kunjungilah dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Hal ini penting untuk  mencegah bakteri berkembang biak, dan bila terdapat kerusakan pada gigi maka dapat segera ditangani.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, mulailah menjaga kebersihan gigi dan mulut agar seluruh organ tubuh berfungsi dengan baik. Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memicu kerusakan pada gigi. Jika gigi sudah bermasalah, kualitas sperma dan tingkat kesuburan Anda pun dapat terganggu. 

[RS/ RVS]