Jadi Ayah Baru, Awas Gangguan Tidur Mengintai

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 20 Dec 2018, 16:30 WIB
Menjadi ayah baru adalah suatu kebahagiaan yang tiada tara. Akan tetapi, waspada dengan gangguan tidur yang mengintai Anda.
Jadi Ayah Baru, Awas Gangguan Tidur Mengintai (YAKOBCHUK-VIACHESLAV/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menjadi ayah adalah perasaan luar biasa. Kelahiran seorang anak yang sudah dinantikan selama kurang lebih 9 bulan adalah kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Akan tetapi, sebagai ayah baru, Anda harus waspada dengan kemungkinan gangguan tidur yang mulai mengintai.

Bayi yang baru lahir membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua. Selain disebabkan waktu tidur yang belum teratur, bayi kerap terbangun pada tengah malam karena lapar atau buang air. Mau tak mau, orang tua harus bangun dan menemani si bayi. Tak hanya ibu, sang ayah terkadang harus ikut turun tangan untuk menenangkan bayi. Setelah aktivitas bekerja seharian, terbangun pada dini hari tentu akan membuat kualitas tidur sang ayah terganggu.

Kurang tidur sangat berbahaya

Ketika anak bangun pada tengah malam, otomatis jam tidur Anda akan terganggu. Biasanya orang tua baru akan kekurangan jam tidur. Kurangnya waktu tidur membuat kondisi kesehatan bisa memburuk.

“Saya selalu bertanya kepada pasien apakah mereka mendapatkan tidur yang nyenyak. Terlalu sedikit atau bahkan terlalu banyak dapat menjadi tanda kondisi serius, seperti depresi, penyakit tiroid, atau bahkan multiple sclerosis," ujar John Whyte, MD, Chief Medical Officer WebMD.

Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kesehatan Anda dalam jangka panjang. Realitanya, Anda memiliki peluang 5 persen lebih tinggi menderita obesitas jika Anda kurang tidur. Anda kurang tidur bila tidur kurang dari enam jam pada malam hari. Penelitian menunjukkan bahwa Anda akan mengonsumsi sekitar 300 kalori lebih banyak dalam sehari setelah tidur malam yang buruk. Yang lebih buruk, kalori tersebut cenderung berasal dari makanan berbasis gula dan lemak.

Ketika Anda lelah, hormon kelaparan yang disebut ghrelin meningkat di tubuh Anda. Itu memungkinkan Anda untuk mengonsumsi semua makanan ekstra yang ada di meja makan atau di kulkas. “Tidur dapat memengaruhi apa yang Anda makan, begitu juga sebaliknya. Dan, kurang tidur merusak kemampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat,” kata Brandon Marcello, PhD dari Men’s Health.

“Kerusakan ini menyebabkan Anda mendambakan lebih banyak karbohidrat, tetapi lebih khusus Anda jadi semangat menyantap junk food. Lebih lanjut, kurang tidur dalam jangka waktu lama mengubah tingkat hormon yang menggeser Anda dalam kondisi yang mendukung penyimpanan lemak,” kata dia.

Mendapatkan tidur yang baik

Jadi bagaimana Anda dapat meningkatkan tidur saat Anda sebagai seorang ayah baru? Ini yang bisa Anda lakukan.

  • Kurangi kopi

Jangan minum kopi pada siang hari. Kafein dalam kopi akan terus berada di tubuh Anda hingga 8 jam ke depan dan memiliki efek tambahan. Semua kafein itu menjaga otak Anda terjaga.

  • Rehat dari bekerja

Ketika Anda terlalu banyak bekerja, sulit untuk beristirahat dengan mudah. Beri diri Anda waktu untuk memulihkan tubuh dan otak, Anda bisa melakukan percakapan dengan istri atau membaca buku

  • Matikan alat elektronik dan gawai

Matikan semua, baik TV, ponsel, tablet Anda atau semua yang berhubungan dengan layar. Mematikan itu semua 1 jam sebelum tidur sangat bagus, tapi 2 jam sebelum tidur lebih baik. Cahaya yang dipancarkan perangkat tersebut menipu otak Anda sehingga lebih waspada dan membuat Anda sulit tidur.

Sebisa mungkin, para ayah baru harus mencukupi kebutuhan tidur, selama kebutuhan bayi Anda tetap terpenuhi. Hindari melakukan kegiatan atau makan dan minum yang berpotensi merusak keinginan Anda untuk tidur tepat waktu. Tenang, hal ini tidak akan berlangsung lama. Seiring bayi Anda bertambah bulan, jam tidur mereka akan lebih teratur. Mereka juga akan mulai jarang terbangun di tengah malam.

[HNS/ RVS]