5 Penyakit yang Paling Sering Menyerang Anak di Musim Hujan

Oleh dr. Nadia Octavia pada 21 Dec 2018, 10:00 WIB
Musim hujan telah tiba. Waspadai deretan penyakit yang mengintai anak Anda berikut ini.
5 Penyakit yang Paling Sering Menyerang Anak di Musim Hujan (Lipik Stock Media/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bermain air hujan merupakan salah satu aktivitas yang digemari hampir sebagian besar anak-anak. Merasakan rintikan air hujan dan bermain dengan genangan air menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Namun bagi orang tua, musim hujan juga menjadi kekhawatiran tersendiri karena anak rentan mengalami berbagai penyakit sebagai berikut.

  1. Demam berdarah dengue (DBD)

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini dapat berkembang biak di air tergenang, yang banyak ditemukan saat musim hujan tiba. Gejala utama dari penyakit DBD adalah demam yang mendadak tinggi, hingga bisa mencapai 40⁰ dan terjadi di malam hari, dan disertai gejala lainnya.

Beberapa gejala yang bisa menyertainya antara lain nyeri kepala, nyeri belakang bola mata, nyeri otot dan sendi, wajah kemerahan atau ruam di kulit, bintik merah pada kaki dan tangan, mual dan muntah serta nyeri perut. Pada anak, DBD harus dianggap serius karena anak lebih mudah mengalami kondisi syok dan bisa berakibat fatal.

  1. Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan penyakit yang menyerang saluran cerna dan dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit ataupun jamur. Gejala yang sering dialami adalah diare, demam, nyeri perut, sakit kepala, nafsu makan tidak ada atau berkurang, lemah, mual, muntah, mialgia (nyeri otot), hingga rewel dan gelisah.

Diare pada anak perlu diwaspadai. Karena tubuh anak 80 persennya terdiri atas cairan, sehingga akan mudah sekali mengalami dehidrasi akibat diare. Untuk itu, sangat penting mengawasi asupan cairan pada anak Anda.

  1. Influenza

Influenza atau common cold (pilek, selesma) adalah suatu reaksi peradangan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Gejalanya antara lain demam, pilek, batuk, nyeri otot dan sendi, nyeri tenggorokan dan nyeri kepala. Karena disebabkan oleh infeksi virus, influenza tergolong dalam penyakit kategori self limiting disease, yakni penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya.

Pada saat musim hujan, anak banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan sehingga akan lebih mudah tertular virus influenza dari orang lain. Jika memang ada penderita influenza di sekelilingnya, maka anak akan berisiko tinggi mengalami influenza.

  1. Leptospirosis

Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira, dan biasanya disebarkan melalui hewan seperti tikus, sapi, babi, dan anjing. Di antara hewan-hewan tersebut, tikus menjadi penyebab paling umum dan harus lebih diwaspadai. Saat musim hujan, air hujan yang tergenang rentan untuk terkontaminasi oleh urine tikus.

Gejala dari penyakit ini menyerupai flu ringan, yaitu menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Selain itu, mual muntah, dan ruam juga dapat muncul bila anak mengalaminya.

  1. Demam tifoid

Demam tifoid atau secara awam disebut penyakit tifus atau lebih sering disebut tipes, merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang ditularkan lewat makanan.  Gejalanya bisa berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit, penurunan nafsu makan dan nyeri perut.

Terkadang penderita bisa merasakan nyeri ketika berkemih, batuk, serta perdarahan dari hidung. Saat musim hujan - ketika sistem kekebalan tubuh anak menurun dan rentan mengonsumsi makanan yang tidak higienis - anak lebih berisiko mengalami demam tifoid.

Saat musim hujan tiba, Anda sebagai orang tua perlu mewaspadai serangan berbagai penyakit. Untuk itu, penting bagi orang tua menjaga daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan sehat dan bergizi tinggi, istirahat yang cukup dan mencukupi kebutuhan air putihnya. Bila memang anak kehujanan dan kondisinya cukup parah, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]