Kiat Guru Beri Pekerjaan Rumah bagi Anak Saat Libur Natal

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 22 Dec 2018, 12:00 WIB
Saat libur Natal, anak-anak berharap bisa bermain sepuasnya tanpa pekerjaan rumah dari guru. Jika memang perlu ada PR, bagaimana seharusnya?
Kiat Guru Beri Pekerjaan Rumah bagi Anak Saat Libur Natal (Monkey Business Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta "Libur telah tiba, libur telah tiba. Simpanlah tas dan bukumu, lupakan keluh kesahmu. Libur telah tiba, libur telah tiba, hatiku gembira." Begitulah penggalan lirik lagu anak yang terkenal pada 1990-an dari Tasya Kamila. Anak-anak memang selalu antusias menyambut hari libur, karena mereka bisa bermain dan beraktivitas dengan gembira, dan sejenak melupkan beban pelajaran di sekolah. Hanya saja, masih ada guru yang memberi pekerjaan rumah bagi anak di saat liburan Natal seperti sekarang ini.

Anak-anak tentu saja bisa kesal dengan pekerjaan rumah yang diberikan guru saat liburan Natal dan Tahun Baru. Apalagi mereka sudah bergelut dengan bangun pagi, belajar, tugas-tugas, dan ujian selama satu semester. Lalu, perlukah guru memberikan tugas kepada anak saat libur?

Maksud guru memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi anak saat libur panjang sebenarnya baik dan berdampak positif. Salah satunya, agar anak tidak lupa pelajaran di kelas karena terbuai oleh libur panjang.

Namun, ketimbang memberikan PR yang hanya terkait dengan materi di kelas, berikan tugas yang berhubungan dengan kesukaan anak-anak, yakni bermain dan mengeksplorasi dunia luar. Misalnya, karangan tentang pengalaman liburan mereka, atau menugaskan anak untuk melakukan setidaknya satu kegiatan sosial selama liburan, lalu menuliskannya dalam bentuk laporan.

Sebagai orang tua, Anda juga bisa mengajak anak untuk aktif bergerak dengan bermain di luar rumah selama libur panjang Natal, sambil membantu anak mulai mengerjakan pekerjaan rumah yang ditugaskan oleh guru. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, membiarkan anak aktif bergerak dan bermain di luar rumah akan memberikan banyak keuntungan untuk anak.

Jadi sebaiknya, tugas pekerjaan rumah yang dibebankan guru kepada anak seharusnya bisa memberi anak lebih banyak kesempatan untuk mengeksplor alam dan lingkungan sekitar. Berikut ini beberapa keuntungan membiarkan anak aktif bergerak dan bermain di luar rumah, seperti yang dituturkan dr. Dyah:

  1. Menambah aktivitas belajar anak

Bermain di luar memberi anak kesempatan untuk melihat dan menyentuh langsung benda-benda yang sebelumnya hanya dilihatnya di buku pelajaran. Jika guru ingin memberikan pekerjaan rumah, Anda mungkin bisa menyuruh anak murid Anda untuk mencatat pengalaman mereka menyentuh tumbuhan atau binatang apa saja selama liburan. Ini juga bisa menjadi hal yang baik untuk membuat anak memiliki kesempatan berinteraksi dengan alam. Jadinya, bermain sambil belajar.

  1. Meningkatkan konsentrasi anak

Biarkan anak menghabiskan waktu di luar rumah. Ini karena dapat meningkatkan daya konsentrasi anak. Hal ini malah bagus karena bisa menunjang kemampuan anak ketika hendak masuk sekolah. Mereka bisa jadi lebih fokus dalam belajar.

  1. Merangsang pertumbuhan fisik anak dan mengurangi obesitas

Saat bermain di luar rumah, anak bisa melakukan aktivitas melompat, kejar-kejaran, serta menggerakkan tubuh dengan cara-cara yang tidak terbatas. Hal ini baik untuk meningkatkan perkembangan otot-otot anak. Aktivitas di luar rumah membuat anak bebas dan aktif bergerak, sehingga risiko terjadinya obesitas dapat dihindari. Ini tentu lebih baik daripada anak diam saja di rumah.

  1. Menstimulasi kreativitas anak

Bermain di luar rumah bisa memicu anak Anda bermain sesuai dengan kreativitasnya atau menggunakan imajinasi yang seluas-luasnya tanpa terbatas.

  1. Mengembangkan rasa percaya diri dan keterampilan sosial anak

Saat di luar rumah, anak akan bertemu banyak hal yang tak terduga, misalnya tebing atau undakan tanah yang cukup sulit ditaklukkan. Ajak anak untuk memegang atau memanjatnya. Hal ini secara tidak langsung akan mengasah rasa percaya dirinya. Bermain dengan teman-temannya akan mendorong anak untuk berinteraksi dengan anak-anak yang lain. Di sinilah keterampilan sosialnya akan terasah.

  1. Merangsang kepemimpinan anak

Bakat kepemimpinan anak akan terasah saat bermain bersama teman-teman di luar rumah. Sebab, anak-anak memiliki kesempatan untuk mengatur tema permainan, berstrategi untuk meraih kemenangan, dan menghadapi tantangan yang terjadi saat itu.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Semakin dini anak terpapar dengan lingkungan luar, semakin dini pula dia terpapar bakteri yang tentunya banyak tersebar di lingkungan luar. Paparan secara alami ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu sinar matahari yang menghasilkan vitamin D alami juga bermanfaat bagi anak yang bermain di luar ruangan, sehingga bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Pekerjaan rumah yang diberikan guru pada dasarnya memiliki tujuan yang baik untuk para siswa. Akan tetapi, sebaiknya guru juga mendukung anak untuk bisa bermain di luar sehingga bisa mengasah kreativitas dan kemampuan sosialnya. Oleh karena itu, berikanlah PR yang dapat “memaksa” anak untuk bisa mengeksplorasi dunia. Dengan begitu, waktu libur Natal akan terasa menyenangkan sekaligus produktif bagi anak.

[HNS/ RVS]