Cegah Demensia dengan Diet Mediterania

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 25 Dec 2018, 12:00 WIB
Wah, ternyata diet Mediterania tak hanya dapat menurunkan berat badan, tapi juga bisa mencegah demensia!
Cegah Demensia dengan Diet Mediterania (Antiv/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diet Mediterania yang awalnya berasal dari pola makan penduduk negara yang tinggal di sekeliling Laut Mediterania ini memang diketahui menyehatkan. Pola makan ini pun popularitasnya mendunia, dan banyak diadaptasi oleh mereka yang ingin hidup lebih sehat. Diet ini diketahui berhubungan erat dengan kepadatan tulang yang lebih tinggi, jantung yang sehat, umur lebih panjang, serta penurunan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, diet Mediterania juga dikatakan dapat mencegah demensia.

Ada penelitian yang dipresentasikan di Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer di London, Inggris, pada bulan Juli 2018. Dikatakan bahwa dewasa sehat lanjut usia yang melakukan diet Mediterania atau Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) yang juga serupa, dapat menurunkan risiko terkena demensia hingga 33,3 persen.

Penelitian yang dilakukan oleh Claire McEvoy dari Universitas California, Amerika Serikat, menemukan bahwa populasi dewasa tua sehat yang mengikuti diet Mediterania atau MIND memiliki risiko demensia 30-35 persen lebih rendah. Tak hanya untuk dewasa sehat lansia, hasil ini juga dikatakan relevan pada khalayak umum.

Mengenal diet Mediterania dan MIND

Sederhananya, diet ini adalah pola makan yang berbahan dasar makanan, dengan mayoritas fokus berupa buah dan sayuran, biji-bijian, beberapa jenis kacang-kacangan, serta minyak zaitun. Gula halus, tepung, mentega, serta minyak lainnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Daging pun dikonsumsi hanya untuk penambah rasa saja, dan bisanya digantikan dengan telur, susu dan produk olahannya, atau unggas, dengan porsi lebih kecil. Protein hewani utamanya adalah ikan.

Makanan yang tidak boleh dikonsumsi adalah mentega dan margarin dalam bentuk batangan, daging merah, keju, makanan cepat saji maupun aneka makanan yang digoreng, serta makanan manis. Sebagai gantinya, pelaku diet mengonsumsi minimal enam porsi sayuran berdaun hijau dalam seminggu, seperti bayam atau kubis, dan minimal satu porsi sayuran lainnya per hari. Tiga porsi gandum utuh per harinya merupakan sebuah keharusan.

Pelaku diet juga harus mengonsumsi minimal tiga porsi kacang-kacangan, dua atau lebih porsi buah berry, dua porsi ayam atau kalkun, serta satu porsi ikan per minggunya. Minyak zaitun merupakan bahan masakan utama, begitu juga konsumsi segelas wine per harinya.

Mengutip profesor neurologi dari Universitas Harvard, Rudy. E. Tanzi, “makanan yang menjaga tekanan darah tetap normal, menyediakan antioksidan, serta menjaga jumlah bakteri normal dalam usus akan membantu untuk mencegah terjadinya peradangan dalam otak dan seluruh tubuh.”

Menurut Keith Fargo, Director of Scientific Programs and Outreach dari Alzheimer’s Association, walaupun diet yang sehat dapat melindungi Anda dari penurunan kognitif seiring dengan proses penuaan bukanlah temuan baru, tapi ada penelitian terbaru yang menunjukkan betapa hebatnya diet yang baik dalam menjaga kesehatan serta fungsi otak.

Benarkah diet Mediternia itu mahal?

Faktanya, diet Mediterania tidak semahal yang Anda bayangkan. Sederhananya, Anda tidak mengonsumsi makanan yang sudah diproses. Konsumsi wine di sini juga hanya satu gelas untuk wanita, dan 2 gelas untuk pria.

Pasta yang dikonsumsi juga kira-kira hanya setengah gelas takar, dengan sisi piring diisi salad atau sayuran lainnya, ikan, satu porsi kecil daging organik, atau satu potong roti gandum.

Bertambah lagi satu alasan untuk Anda menerapkan diet Meditarania. Tak hanya menyehatkan dan dapat membantu menurunkan berat badan, tapi juga bisa mencegah demensia. Agar manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal, libatkan aktivitas fisik secara rutin, serta berbagilah makanan dengan orang lain sambil menikmati hidup. Contohnya mengadakan piknik atau mengundang brunch bersama sambil bercanda dan bercerita.

[RN/ RVS]