Sebelum Jadi Relawan untuk Korban Tsunami, Siapkan 7 Hal Ini

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 26 Dec 2018, 17:06 WIB
Hingga kini, korban tsunami di Pandeglang, Anyer, dan Lampung masih membutuhkan bantuan. Jika hendak jadi relawan, persiapkan 7 hal ini.
Sebelum Jadi Relawan untuk Korban Tsunami, Siapkan 7 Hal Ini (Sony-Tumbelaka/AFP)

Klikdokter.com, Jakarta Pandeglang, Anyer, dan Lampung dilanda bencana alam tsunami pada Sabtu (22/12) malam lalu. Bencana tsunami Selat Sunda tersebut tak hanya membuat bangunan rusak, tapi juga merenggut ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka-luka. Kini sejumlah warga masih tinggal di pengungsian untuk mengamankan diri. Dalam kondisi ini, kehadiran relawan sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban para korban.

Ketika terjadi bencana alam, tentunya Anda tergerak untuk menjadi relawan dan membantu para korban melewati masa-masa sulit. Tapi perlu diingat, menjadi relawan juga tak boleh asal berangkat ke lokasi bencana. Sebagai relawan, Anda harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum terjun ke lokasi, agar Anda dapat membantu dengan maksimal.

Untuk bencana yang menimpa Pandeglang, Anyer dan Lampung sendiri, sejauh ini tercatat sekitar 429 orang dinyatakan meninggal, 154 masih hilang, dan lebih dari 3000 orang mengungsi. Data ini diperoleh dari situs resmi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Dengan kondisi tersebut, kehadiran tenaga relawan sangat dibutuhkan untuk membantu tim gabungan TNI dan Polri mengevakuasi para korban. Jika Anda ingin menjadi salah satunya, bekali diri Anda dengan persiapan yang matang.

Persiapkan ini untuk menjadi relawan bencana alam

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana, relawan adalah seorang atau sekelompok orang yang memiliki kemampuan dan kepedulian untuk bekerja secara sukarela dan ikhlas dalam upaya penanggulangan bencana.

Dalam menjalankan tugasnya, relawan tanggap darurat bekerja mulai dari evakuasi korban, membangun dapur umum, sampai melakukan pendampingan psikologis terhadap korban. Menjadi relawan bukan tugas yang mudah. Maka dari itu, diperlukan beberapa persiapan matang sebelum terjun ke lokasi bencana.

Berikut ini adalah beberapa persiapan yang harus dilakukan:

1. Memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima

Dalam hal ini, menjadi relawan harus memiliki kondisi fisik yang prima. Sebab, para relawan harus membantu evakuasi korban, mengangkat korban dari tempat tak terduga atau mengangkat puing-puing sisa bangunan yang rusak.

Berbagai aktivitas ini harus ditunjang dengan kondisi fisik yang luar biasa. Kurangnya waktu istirahat di lokasi pengungsian membuat Anda rentan terkena penyakit. Sehingga, kondisi tubuh yang prima adalah kunci utama relawan untuk beraktivitas.

2. Mendapatkan vaksinasi tetanus

Dalam kondisi yang kacau di lokasi bencana, relawan juga rentan terkena infeksi bakteri. Salah satu yang mungkin terjadi adalah tetanus. Oleh sebab itu, relawan yang akan berangkat ke lokasi bencana harus mendapat vaksin tetanus terlebih dahulu.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang paling sering mengancam siapa saja yang berada di sekitar area bencana. Bakteri tersebut bersumber dari tanah dan kotoran hewan, yang kemudian dapat menyebar setelah mengontaminasi benda-benda yang ada di sekitarnya.

Vaksin tetanus dapat membuat para relawan kebal terhadap serangan bakteri penyebab penyakit ini. Menyoal kondisi pasca tsunami, area kotor dan luka di kulit tentu menjadi hal yang sulit dielakkan. Meski demikian, dengan pemberian vaksin tetanus, risiko terhadap infeksi bakteri penyebab tetanus dapat diminimalkan.

1 of 2

Selanjutnya

3. Mempersiapkan mental

Mental para relawan juga harus dipersiapkan dengan baik. Sebab, bukan tidak mungkin mental mereka terguncang dan mengalami trauma setelah melihat korban atau kondisi riil di lapangan. Dari perspektif kesehatan mental, profesi relawan cukup berisiko tinggi mengalami gangguan mental.

Survei pada 2015 yang dilakukan oleh Guardian menemukan 4 dari 5 relawan telah mengalami trauma. Bila ditelusuri, trauma yang dialami okeh relawan di daerah bencana bisa terjadi karena beragam faktor.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, terbayang kejadian di saat bencana dan melihat gambaran mengerikan di daerah penugasan bisa membuat para relawan mengalami trauma secara psikis.

Berkaca pada kondisi di atas, sudah seharusnya relawan berangkat dengan kesiapan mental yang baik. Hal ini penting dilakukan agar relawan tidak kembali dari tempat penugasan dalam kondisi mental yang buruk.

4. Mempelajari bahasa asing

Meskipun bencana alam yang terjadi hanya di Indonesia, relawan juga perlu menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Menurut peraturan Kepala BNPB Nomor 17 tahun 2011, bahasa asing dapat membantu relawan dalam mendampingi pihak-pihak asing yang terlibat dalam respons bencana di Indonesia.

5. Selalu waspada dan jangan mudah panik

Dalam hal ini biasa disebut sebagai kesiapsiagaan. Di lokasi bencana bisa saja terjadi bencana susulan ketika relawan sedang bertugas. Oleh sebab itu, penting bagi relawan untuk selalu waspada dengan adanya ancaman bencana susulan. Selain itu, relawan juga sebaiknya tak mudah panik agar bisa menolong orang lain dan diri sendiri ketika terjadi bencana susulan.

6. Melakukan riset terhadap tempat penugasan

Ketika Anda menjadi relawan bencana, tidak ada salahnya untuk melakukan riset atau mencari tahu tentang daerah yang akan Anda tuju. Hal ini berguna agar Anda memiliki gambaran sedikit mengenai lokasi yang akan didatangi, sehingga nantinya lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

7. Siapkan perlengkapan pribadi untuk bertahan hidup

Menjadi relawan di tempat bencana jangan hanya datang dengan tangan kosong. Ibarat mau perang, jangan sampai lupa bawa senjata. Bawalah obat-obatan pribadi, makanan instan, pakaian yang cukup, dan peralatan lainnya yang menunjang tugas kerelawanan Anda. Dengan demikian, Anda bisa bertahan hidup di tengah kondisi yang serba terbatas, tanpa merepotkan orang lain di pengungsian.

Menjadi relawan adalah langkah yang mulia. Namun, untuk melakukannya, Anda tak boleh asal. Bila Anda ingin terjun ke lokasi bencana sebagai relawan, lakukanlah berbagai kiat-kiat di atas untuk mempersiapkan diri. Jangan lupa juga untuk memastikan diri Anda memang memiliki kompetensi yang dibutuhkan sebagai relawan, sehingga kehadiran Anda benar-benar memiliki dampak yang positif bagi para korban bencana alam.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓