Menyatukan Sarapan dan Makan Siang dalam Brunch, Sehatkah?

Oleh dr. Nadia Octavia pada 27 Dec 2018, 11:00 WIB
Menyatukan sarapan dan makan siang dalam brunch memang terkesan praktis. Tapi amankah cara ini bagi kesehatan?
Menyatukan Sarapan dan Makan Siang dalam Brunch, Sehatkah? (Maridav/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ada berbagai alasan mengapa orang sering melewatkan sarapan, mulai dari tidak sempat, sedang diet, bangun kesiangan serta malas menyiapkan atau mencari sarapan. Sehingga sarapan pun jadi digabungkan dengan makan siang dalam brunch. Bahkan kini tradisi brunch yang populer di negara barat, turut diadopsi oleh kalangan urban ibukota.

Brunch pun seringkali dilakukan saat liburan karena bangun kesiangan, malas sarapan, dan sederet alasan lainnya. Berbagai restoran dan café kekinian pun ikut menyajikan berbagai variasi menu brunch. Namun sehatkah menyatukan sarapan dan makan siang dalam brunch?

Risiko di balik menggabungkan sarapan dan makan siang

Brunch merupakan waktu makan yang menyatukan makan pagi dan makan siang yang biasanya dilakukan sesudah waktu makan pagi hingga sebelum waktu makan siang.

Makanan yang dikonsumsi pun perpaduan antara menu makanan yang biasanya disajikan di pagi hari waktu sarapan, dan juga beberapa menu makanan yang biasanya terhidang saat makan siang.

Saat datang ke restoran atau café dengan perut kosong (karena belum sarapan atau makan apapun dari bangun tidur), akan membuat Anda cenderung makan berlebihan dan menumpuk kalori.

Akibatnya jika kebiasaan ini Anda lakukan terus menerus, dapat membuat berat badan Anda meningkat. Tentu saja berat badan yang meningkat akan menyebabkan obesitas dan berisiko tinggi untuk mengalami berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular atau diabetes mellitus tipe 2.

Penyakit rentan kambuh karena brunch

Selain itu bagi Anda yang memiliki riwayat sakit mag atau penderita diabetes yang menggunakan insulin, melakukan brunch dapat berbahaya bagi kondisi Anda. Pada penderita sakit mag, anjuran makan adalah dengan porsi kecil namun sering.

Jika Anda tidak makan apapun sama sekali dalam waktu yang lama (mulai dari tidur malam hingga siang hari esoknya), dapat berisiko meningkatkan produksi asam lambung dan menimbulkan keluhan nyeri ulu hati, mual atau muntah.

Tak hanya itu, kecenderungan makan secara berlebihan selain dapat meningkatkan berat badan Anda juga akan menyebabkan gangguan saluran cerna seperti penyakit GERD.

Sedangkan pada penderita diabetes yang menggunakan insulin suntik di pagi hari sebelum makan, bisa berisiko menyebabkan gula darah Anda turun drastis (akibat Anda menunda sarapan namun tetap menyuntikkan obat). Penurunan gula darah yang drastis ini dapat membuat tubuh Anda lemas, pusing berputar, mata berkunang, pingsan, hingga penurunan kesadaran.

Tips aman menikmati brunch

Sesekali melakukan brunch boleh saja, namun perhatikan kondisi tubuh Anda. Pemilihan makanan saat brunch juga penting. Jangan serta merta kalap menghabiskan seluruh makanan yang tersaji di meja. Hindari mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan tinggi gula secara berlebihan karena dapat menyebabkan Anda justru menjadi mudah lelah dan kurang berenergi.

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah dan sayuran dibandingkan dengan makanan olahan atau makanan cepat saji. Anda pun akan kenyang lebih lama hingga waktu makan berikutnya.

Sebagai menu pembuka, Anda bisa memilih salad sayur atau buah dengan segelas jus buah segar. Sedangkan untuk menu utama, Anda bisa memilih roti gandum dengan sebutir telur rebus sebagai sumber protein.

Menyatukan waktu sarapan dan makan siang dalam brunch sebetulnya sah-sah saja. Asalkan jangan dilakukan setiap hari dan dilakukan sesekali saja. Selain itu, perhatikan juga kondisi tubuh Anda dan pemilihan menu brunch, agar kondisi kesehatan Anda selalu terjaga.

[RVS]