Mengenal Foremilk dan Hindmilk dalam ASI

Oleh Hotnida Novita Sary pada 27 Dec 2018, 13:00 WIB
ASI sering digambarkan terdiri dari dua bagian, yakni foremilk dan hindmilk. Apakah perbedaan keduanya?
Mengenal Foremilk dan Hindmilk dalam ASI (Sokolova Maryna/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi adalah hal yang sangat vital bagi tumbuh kembang dan kesehatan, terutama pada enam bulan pertama kehidupan mereka. Di sisi lain, ASI sering digambarkan terdiri dari dua bagian, foremilk dan hindmilk. Apakah perbedaan keduanya?

Dilansir dari the Bump, ASI yang didapat bayi pada awal sesi menyusui disebut foremilk atau susu depan. Foremilk mengandung tinggi laktosa dan rendah lemak, serta bentuknya lebih encer.

Saat proses menyusui berlangsung, kandungan lemak dalam ASI perlahan naik, meski kuantitasnya semakin berkurang. Susu di dekat bagian akhir menyusui memiliki jumlah yang sedikit, tetapi tinggi lemak. Inilah yang disebut hindmilk atau susu belakang. Berbeda dengan foremilk yang lebih encer dan berair, hindmilk digambarkan kental dan lembut.

Meski begitu, dr. Fiona Amelia dari Klikdokter kurang setuju dengan pembedaan dua istilah tersebut. “Istilah foremilk dan hindmilk agak kurang tepat, karena sebenarnya hanya ada satu jenis ASI. Istilah ini lebih bertujuan untuk membedakan ASI yang dikeluarkan pada awal dan akhir sesi menyusui,” ujar dia.

Menurut dr. Fiona, foremilk diibaratkan seperti air putih yang dapat menghilangkan rasa haus pada bayi, memberikan energi, dan menstimulasi perkembangan otak karena mengandung tinggi laktosa. Sementara itu, hindmilk yang tinggi lemak berperan dalam pertumbuhan dan peningkatan berat badan bayi.

Perlukah ibu khawatir?

Mengetahui bahwa ada dua jenis susu dalam ASI yang berbeda telah menciptakan kecemasan pada banyak ibu menyusui. Mereka khawatir sang bayi tidak akan mendapatkan cukup dari lemak dari ASI, ketika bayi mereka hanya sebentar menyusu. Namun, ini bukan sesuatu yang perlu Anda khawatirkan. Total ASI yang dikonsumsi bayi setiap hari—baik foremilk atau hindmilk—dapat membantu bayi menambah jumlah berat badan yang sehat.

Selain itu, dinukil dari Babygooroo, pola makan bayi juga berpengaruh pada jumlah ASI. Semakin lama jarak waktu antara menyusui, akan semakin banyak jumlah ASI, tapi semakin rendah kandungan lemaknya.

Jadi, ketika jarak waktu di antara waktu menyusui singkat (1-2 jam), bayi mendapatkan susu tinggi lemak dalam jumlah yang lebih kecil. Sebaliknya, lebih lama jarak antara waktu menyusui (3 jam atau lebih), bayi Anda akan mendapatkan susu rendah lemak, tapi dalam jumlah yang besar.

Namun, para ibu sebaiknya tidak usah terlalu cemas. Itu karena bayi mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh sesuai pola makan mereka yang unik. Jadi jangan khawatir tentang berapa banyak hindmilk yang didapat bayi Anda. Selama Anda memberikan ASI secara efektif, sampai mereka merasa puas dan kenyang, bayi akan menerima jumlah lemak susu yang sama dalam satu hari, tak peduli bagaimana pola menyusunya.

Cara agar manfaat hindmilk dan foremilk bisa didapat

Tujuan dari menyusui ialah bayi kenyang dengan mendapatkan ASI, yakni cukup laktosa dan lemak. Karena itu, bayi harus mendapatkan foremilk yang tinggi laktosa dan hindmilk yang tinggi lemak. Untuk memperoleh keduanya, ibu harus memperhatikan frekuensi dan cara menyusui yang benar.

Menurut dr. Fiona, foremilk dan hindmilk tidak diproduksi sendiri-sendiri, melainkan sebuah proses yang berkelanjutan.

“Analoginya seperti ketika Anda menyalakan keran air panas. Air yang pertama keluar biasanya tidaklah panas, tetapi dingin. Makin lama dinyalakan, air akan menjadi hangat dan akhirnya panas. Ini yang terjadi pada perubahan kandungan lemak dalam ASI, makin lama bayi menyusu makin tinggi lemaknya,” dr. Fiona menjelaskan.

Itulah sebabnya mengapa ibu selalu disarankan agar bayi “menghabiskan” satu payudara terlebih dulu sebelum berganti ke sisi sebelahnya. Jika ibu mengalami hiperlaktasi, hindmilk bisa didapat dengan memompa sebagian ASI terlebih dahulu sebelum menyusui. Dengan demikian, kebutuhan laktosa dan lemak bayi akan terpenuhi meski jumlah volume ASI yang diminum tidak banyak. Baca artikel sejenis di sini.

[RVS]