5 Kesalahan yang Dilakukan Pria pada Organ Jantung

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 27 Des 2018, 17:15 WIB
Pria sering kali abai terhadap kesehatan jantung. Beberapa hal ini kerap dilakukan, padahal dapat memicu penyakit jantung.
5 Kesalahan yang Dilakukan Pria pada Organ Jantung (Jacob-Lund/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jantung adalah organ tubuh yang vital dan harus dijaga kesehatannya. Hanya saja, banyak kebiasaan pria yang pada akhirnya membahayakan kesehatan jantungnya sendiri. Oleh karenanya, hentikan sekarang juga bila Anda tak ingin menderita penyakit jantung.

Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di berbagai negara. Mengetahui hal tersebut, seharusnya para pria lebih sadar untuk menjaga kesehatan jantungnya agar terhindar dari penyakit tersebut.

Hal ini dibuktikan lewat studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School di Norwegia. Sekitar 34.000 penduduk Norwegia menjad subjek penelitian. Dari riset yang dilakukan, ditemukan bahwa risiko penyakit jantung pada pria bisa menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan kaum wanita bila tidak menjaga kesehatan organ jantungnya, misalnya dengan memiliki kebiasaan merokok dan konsumsi minuman keras.

Dari riset tersebut, diketahui bahwa pria memang lebih sering merokok. Hal inilah yang kemudian membuat pria lebih rentan terkena penyakit jantung. Sementara itu, stres juga turut memicu masalah jantung.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dari KlikDokter, studi membuktikan bahwa pria yang bekerja lebih rentan mengalami stres dibandingkan wanita. Saat stres, hormon epinefrin dalam tubuh pun meningkat dan bisa menyebabkan denyut jantung serta tekanan darah meningkat, sehingga pembuluh darah pun akan menyempit.

Kesalahan pria penyebab masalah jantung

Dari berbagai penjelasan di atas, kini Anda telah mengetahui bahwa pria memang lebih rentan mengalami serangan jantung karena kebiasaan tidak sehat yang dilakukannya.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang seharusnya tak dilakukan pria, karena justru mengancam kesehatan jantung:

1. Malas memeriksakan diri ke dokter

Pria cenderung lebih jarang pergi ke dokter daripada wanita untuk melakukan pemeriksaan tahunan. Akibatnya, mereka tak cukup mendapatkan informasi seputar kondisi kesehatannya, mulai dari kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Padahal, seluruh hal tersebut merupakan kunci untuk mengukur kesehatan jantung. Para pria juga cenderung tidak melaporkan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, dan kelelahan, bahkan sampai mengabaikan gejala serangan jantung.

2. Menganggap disfungsi ereksi tidak berhubungan dengan jantung

Ini salah besar! Bagi para pria, Anda harus tahu bahwa disfungsi ereksi (DE) sangat terkait erat dengan kesehatan jantung Anda. DE atau impotensi dapat terjadi karena adanya masalah pada aliran darah ke penis. Bila pembuluh darah tersebut rusak, hal ini merupakan tanda awal kerusakan pembuluh darah jantung.

3. Menganggap serangan jantung hanya terjadi saat lansia

Sebagian pria yang masih muda berpikir bahwa serangan jantung hanya terjadi pada orang tua atau lansia. Hal ini sepenuhnya salah. Menurut hopkinsmedicine.org, pria yang memiliki riwayat serangan jantung pada keluarganya lebih berisiko terkena serangan jantung pada usia muda. Bila keluarganya terkena penyakit jantung di usia 55, maka pria tersebut dapat mengalami penyakit serupa di usia 30-an sampai 40-an.

4. Pasrah dengan warisan penyakit jantung

Seperti telah dijelaskan di atas, para pria lebih mungkin terkena penyakit jantung jika ada riwayat keluarga yang memiliki penyakit serupa. Sayangnya, pria cenderung lebih sering pasrah dengan keadaan tersebut.

Padahal, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut melalui perubahan gaya hidup. Coba Anda diskusikan riwayat penyakit jantung yang ada di keluarga dengan dokter, lalu lakukan pengujian lebih lanjut dan tanyakan tentang taktik pencegahannya.

5. Mengabaikan depresi

Ketika mengalami depresi, pria lebih cenderung “melarikan diri” dengan mengonsumsi minuman keras, obat-obatan, merokok, bekerja di kantor secara berlebihan, atau makan dengan porsi yang gila-gilaan. Padahal, cara tersebut bukan langkah yang tepat untuk mengatasinya. Bila dibiarkan, depresi juga berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Sebaliknya, jika Anda merasa gangguan mental seperti timbul rasa sedih, putus asa, hingga mengalami perubahan dalam cara Anda makan atau tidur, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

Pria memang cenderung cuek terhadap kondisi kesehatannya. Tak heran, pria lebih rentan terkena penyakit jantung. Berbagai kesalahan yang kerap dilakukan pria di atas sebaiknya Anda hindari mulai sekarang, bila tak ingin terkena serangan jantung. Untuk kualitas hidup yang lebih baik, ubah kebiasaan Anda untuk mendapatkan jantung sehat dengan makanan sehat dan rutin berolahraga.

[NP/ RVS]