Kenali Efek Samping Pengobatan Kanker pada Anak

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 28 Des 2018, 11:00 WIB
Beberapa jenis kanker sering menyerang anak, seperti kanker darah dan kanker tulang. Lalu apa efek samping pengobatan kanker pada anak?
Kenali Efek Samping Pengobatan Kanker pada Anak (Frantab/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak hanya pada orang dewasa, kanker juga cukup sering menyerang anak. Bahkan, ada beberapa jenis kanker yang lebih sering menyerang anak, seperti kanker darah, kanker retina, kanker tulang, dan kanker pada ginjal. Pengobatan kanker meliputi terapi pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. Lantas apa saja efek samping pengobatan kanker pada anak?

Mengenal kanker dan pengobatan kanker

Kanker terjadi ketika sel pada organ tertentu membelah dengan sangat cepat, melebihi sel-sel normal. Pertumbuhan dan pembelahan sel yang tidak terkontrol dapat menyebabkan massa yang disebut tumor.

Sel-sel tumor akan terus menggerogoti sel-sel sehat di sekitarnya. Namun perlu diingat, kanker juga dapat terjadi pada darah sehinga bisa saja tidak menimbulkan suatu benjolan karena yang membelah dengan cepat adalah sel darah. Kanker darah inilah yang paling banyak terjadi pada anak.

Pengobatan kanker dilakukan berdasarkan jenis kanker dan stadium kanker. Pada tumor padat, pembedahan merupakan terapi utama sebelum terjadi penyebaran.

Radioterapi juga dapat dilakukan pada beberapa jenis kanker sebelum ataupun sesudah tindakaan operasi. Akan tetapi, pada jenis kanker darah, kemoterapi merupakan pilihan pegobatan utama. Pada sebagian tumor padat, kemoterapi juga dilakukan sebelum dan sesudah pembedahan.

Efek samping pengobatan kanker pada anak

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah. Itulah mengapa anak lebih sering sakit dibanding orang dewasa. Begitu pula halnya dengan efek samping pengobatan kanker, anak berpotensi mengalami efek samping pengobatan kanker yang lebih parah dibanding orang dewasa. Apa saja efek sampingnya?

Pada pengobatan kanker dengan pembedahan, efek samping yang mungkin terjadi sangat tergantung pada lokasi, ukuran, dan penyebaran tumor. Efek samping yang mungkin terjadi mulai dari perdarahan dan infeksi selama operasi hingga sesudah infeksi.

Penyembuhan luka yang tidak sempurna dan kekambuhan tumor juga dapat terjadi pasca pembedahan. Pada kasus yang sangat jarang, kematian dapat terjadi jika terjadi perdarahan yang sangat hebat selama dan sesudah pembedahan.

Efek samping yang lebih banyak diperbincangkan terkait pengobatan kanker pada anak adalah efek samping kemoterapi dan radioterapi. Keduanya dapat menimbulkan efek samping jangka pendek dan jangka panjang.

Efek samping yang diakibatkan kemoterapi biasanya terjadi di seluruh tubuh karena obat kemoterapi disuntikkan ke seluruh tubuh. Efeknya sangat tergantung pada jenis obat yang digunakan, dosis, dan kondisi umum kesehatan anak.

Sementara itu, efek samping radioterapi biasanya bersifat lokal karena umumnya penyinaran dengan radioterapi dilakukan pada daerah tubuh tertentu saja, yaitu pada lokasi tumor. Efek samping kemoterapi dan radioterapi pada anak adalah sebagai berikut.

  1. Kelelahan (tubuh terasa lemah)
  2. Gejala seperti flu, meliputi menggigil, batuk, pilek, dan sakit kepala
  3. Mulut dan tenggorokan kering dan sariawan
  4. Mual, muntah, diare, atau sulit BAB
  5. Masalah kulit seperti perubahan warna, bengkak, hingga kulit melepuh.
  6. Rambut rontok
  7. Sulit buang air kecil atau buang air kecil berdarah
  8. Anemia
  9. Gangguan pembekuan darah
  10. Infeksi

Berapa lama efek samping dapat terjadi?

Sebagian besar efek samping jangka pendek pengobatan kanker akan menghilang setelah pengobatan kanker berakhir. Seberapa lama efek samping efek tersebut akan hilang juga tergantung pada berapa lama pengobatan kemoterapi dan radioterapi dilakukan.

Akan tetapi ada, beberapa jenis efek samping jangka panjang yang dapat terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, seperti efek samping pada jantung, paru-paru, otak, ginjal, kelenjar tiroid, dan organ reproduksi. Namun sekali lagi, tidak semua anak akan mengalami efek samping ini. Jenis efek samping yang terjadi sangat tergantung pada jenis obat yang digunakan, dosis, lamanya pengobatan, dan kondisi umum anak.

Efek samping pengobatan kanker memang bisa saja terjadi. Akan tetapi, hal ini harus ditempuh dengan mempertimbangkan manfaat dan kerugian dari pengobatan kanker pada anak. Dukungan orang tua dan keluarga pada anak sangat dibutuhkan dalam kondisi ini.

[HNS/ RVS]