Awas, Kelebihan Berat Badan Bisa Picu Depresi

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 28 Dec 2018, 14:00 WIB
Anda memiliki berat badan berlebih? Hati-hati, kondisi ini bisa picu depresi!
Awas, Kelebihan Berat Badan Bisa Picu Depresi (Pathdoc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak sekadar mengurangi keaktifan dalam bergerak, kelebihan berat badan juga bisa memicu depresi pada seseorang. Para ahli masih menelusuri, apakah depresi yang menyebabkan bertambahnya berat badan, atau justru sebaliknya. Namun apa pun itu, Anda harus menghindari kondisi berat badan berlebih.

Berkaitan dengan genetik

Perlu diketahui bahwa variasi genetik juga berperan terhadap tingginya nilai BMI (Body Mass Index) dan angka terjadinya depresi pada seseorang. Itulah sebabnya depresi yang disebabkan oleh berat badan lebih banyak dialami kaum wanita. Hal ini bisa disebabkan oleh ambisi wanita dalam mementingkan bentuk tubuh dan penampilan ketimbang pria.

Peneliti dari UK dan Australia menggunakan data dari biobank UK pada 500.000 subjek yang berusia antara 37-73 tahun. Riset ini dilakukan sejak tahun 2006 hingga 2010. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang memiliki berat badan berlebih cenderung lebih rentan mengalami depresi.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor termasuk usia dan jenis kelamin, para peneliti juga menemukan bahwa untuk setiap peningkatan 4.7 poin dalam nilai BMI, kemungkinan depresi meningkat sebesar 18 persen secara keseluruhan, dan sebesar 23 persen pada wanita.

Naveed Sattar, seorang profesor pengobatan metabolik di Universitas Glasgow, menyambut baik penelitian tersebut. Ia mengatakan bahwa temuan tersebut mungkin yang terkuat sejauh ini untuk membuktikan bahwa bobot yang lebih tinggi sebenarnya dapat berkontribusi terhadap depresi.

Penurunan berat badan mungkin membantu meningkatkan kesehatan mental pada beberapa individu. Namun, ia menambahkan bahwa banyak faktor lain yang juga dapat menyebabkan depresi.

Sebab, ketika stres, Anda mungkin cenderung tidak memperhatikan makanan apa yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi mental yang kurang sehat ini menimbulkan perasaan tidak nyaman, cemas, marah atau depresi.

Ketika stres berkepanjangan, tubuh akan melakukan kompensasi dengan memproduksi banyak hormon kortisol, sehingga meningkatkan rasa lapar. Inilah yang menyebabkan Anda makan lebih banyak.

Mengatasi depresi agar tak kelebihan berat badan

Pada sebagian orang, makan enak dapat membuat mereka merasa lebih baik. Namun, hal itu sebenarnya adalah kebahagiaan semu. Alih-alih membuat bahagia, Anda justru rentan mengalami obesitas.

Selain itu, hormon kortisol yang tinggi dalam tubuh ini juga dapat menyebabkan penumpukan lemak, terutama terutama lemak viseral (lemak perut), yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan sindrom metabolik, penyakit diabetes, hipertensi, jantung dan gangguan pada pembuluh darah.

Untuk itu, kondisi mental dan berat badan harus sama-sama dijaga. Sebab, keduanya bisa saling mempengaruhi dan menjadi lingkaran setan yang sulit diputus. Berikut ini adalah langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya:

  • Lebih selektif dalam memilih makanan, jauhi makanan yang tinggi gula dan lemak.
  • Rajinlah memasak. Hal ini akan menjamin makanan yang Anda makan lebih sehat.
  • Bila muncul stres atau depresi, segera lakukan hal yang Anda gemari dan hindari menyalurkannya lewat makan.
  • Lakukan relaksasi, seperti yoga, pijat, meditasi, dan sebagainya.
  • Tidur yang cukup dan olahraga teratur.
  • Minta teman atau keluarga untuk membantu mengingatkan Anda agar tidak makan berlebih.
  • Cari pertolongan jika memang tidak dapat mengatasinya sendiri. Anda dapat menemui psikolog atau dokter kejiwaaan untuk masalah gangguan mental. Untuk masalah berat badan, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi ataupun dokter gizi.

Hati-hati, berat badan berlebih ternyata bisa berdampak pada kondisi mental Anda hingga menyebabkan depresi. Agar terhindar dari hal tersebut, jaga asupan Anda dengan menu makanan sehat dan imbangi dengan rutin berolahraga agar Anda tak mengalami kelebihan berat badan.

[NP/ RVS]