Berapa Banyak Kebutuhan Cairan Ibu Hamil?

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 29 Dec 2018, 08:00 WIB
Ibu hamil tidak boleh sampai kurang minum. Berikut jumlah kebutuhan cairan yang diperlukan.
Berapa Banyak Kebutuhan Cairan Ibu Hamil? (Africa Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sering merasa haus saat hamil? Memang seharusnya demikian. Secara alami, kebutuhan cairan tubuh ibu hamil meningkat. Selain untuk membentuk cairan ketuban dan memenuhi kebutuhan aliran darah ke janin, air juga mengandung fluorida yang dapat membantu perkembangan gigi dan tulang janin.

Sedangkan bagi ibu hamil, kecukupan cairan penting untuk mencegah masalah-masalah yang kerap muncul atau memberat saat hamil. Beberapa di antaranya konstipasi, wasir, dan infeksi saluran kemih. Konsumsi air yang cukup akan melunakkan tinja sehingga BAB lebih lancar dan tidak memicu wasir, serta mengencerkan urine sehingga tidak banyak kuman yang mengendap dan menimbulkan infeksi.

Perlu diketahui bahwa kecukupan cairan ini teramat penting pada trimester terakhir kehamilan. Bila sampai dehidrasi, ibu hamil dapat mengalami mulas-mulas atau kontraksi, yang memicu persalinan prematur.

Kebutuhan cairan ibu hamil

National Academy of Medicine menganjurkan ibu hamil untuk meminum 8-10 gelas air per hari dengan jumlah total kurang lebih 2,3 liter per hari. Ditambah yang berasal dari makanan, seperti buah dan sayur, total asupan cairan menjadi 3 liter per hari.

Kebutuhan cairan tiap ibu hamil pun berbeda karena ada pengaruh faktor-faktor lain seperti suhu, kelembapan udara, tingkat aktivitas, dan olahraga.

Umumnya, ibu hamil yang tinggal di lingkungan lembap dan panas atau di dataran tinggi, membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak. Demikian pula ibu hamil yang cenderung aktif atau rutin berolahraga. Oleh sebab itu, tak perlu khawatir bila kebutuhan cairan Anda ternyata lebih banyak atau lebih sedikit dari ibu hamil lainnya.

Kebutuhan cairan tubuh telah tercukupi apabila urine tampak kuning muda atau bening. Sebaliknya, bila kebutuhan cairan belum cukup, frekuensi BAK akan berkurang, urine berwarna kuning pekat, menjadi kurang berkeringat, sulit fokus, sering mengantuk, hingga muncul rasa melayang atau lemas.

1 of 2

Apa sumber cairan terbaik?

Sumber cairan terbaik adalah air putih. Tetapi, cairan juga bisa didapat dari susu, jus buah, kopi atau teh. Namun ingat bahwa minuman-minuman ini umumnya mengandung pemanis sehingga berkalori. Karena itu, konsumsinya perlu dibatasi.

Untuk kopi dan teh, konsumsinya harus dibatasi pada ibu hamil karena mengandung kafein. Selain memengaruhi janin secara langsung, kafein akan meningkatkan frekuensi BAK sehingga banyak cairan tubuh yang keluar. Bila ibu hamil ingin tetap meminumnya, pastikan konsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg atau setara dengan dua cangkir kopi per hari. Ibu hamil pun dianjurkan untuk meneguk lebih banyak air putih bila pada hari itu meminum kopi atau teh.

Selain air, kebutuhan cairan tubuh juga dapat dipenuhi melalui konsumsi buah dan sayur yang kaya kandungan airnya. Contohnya semangka, melon, kelapa dan airnya, stroberi, jeruk, jeruk bali, nanas, anggur, belimbing, selada air, tomat, dan timun. Manfaat lain pun bisa didapat dari konsumsi buah dan sayur, yakni mengurangi konstipasi dan mencegah wasir saat hamil.

Agar kebutuhan cairan terpenuhi

Sepuluh cangkir air per hari tampak sulit dipenuhi, khususnya bila Anda masih mengalami mual-mual akibat hamil. Meski demikian, kebutuhan cairan harus tetap terpenuhi apalagi bila mual disertai muntah. Untuk menyiasatinya, minumlah sedikit-sedikit tapi sering (atau satu cangkir berisi 200 mL air setiap satu jam). Bila Anda tidak suka rasa air tawar, bisa ditambahkan perasan jeruk nipis atau buah lain yang disukai, untuk memberi rasa.

Kala bepergian atau bekerja, selalu sediakan botol minum di tas, di mobil, atau di tempat kerja agar Anda selalu ingat untuk minum. Biasakan pula untuk meminum satu gelas air pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan satu gelas pada malam hari sebelum tidur. Cara-cara ini akan membantu memastikan kebutuhan cairan ibu hamil tetap terpenuhi.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓