8 Makanan Ini Bisa Lindungi Kesehatan Hati

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 Dec 2018, 11:00 WIB
Organ hati memiliki fungsi yang cukup vital, jadi Anda harus menjaga kesehatannya. Beberapa makanan ini bisa melindungi kesehatan hati.
8 Makanan Ini Bisa Lindungi Kesehatan Hati (Creations/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Melindungi kesehatan hati sangat penting bagi manusia karena fungsinya yang sangat vital bagi kehidupan. Fungsi hati antara lain untuk memecah karbohidrat, membuat glukosa, dan mendetoksifikasi tubuh. Hati atau lever juga bisa menyimpan nutrisi dan menciptakan empedu, yang diperlukan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dalam makanan dengan benar. Gangguan pada hatia kan menyebabkan penyakit hati, gangguan metabolisme, dan bahkan diabetes tipe 2.

Meski tidak mungkin mengelola semua faktor risiko, mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu meningkatkan kesehatan hati. Untuk menjaga dan melindungi kesehatan hati beberapa makanan ini bisa Anda konsumsi secara teratur.

  1. Oatmeal

Mengonsumsi oatmeal adalah cara mudah untuk menambahkan serat ke dalam makanan. Serat adalah elemen penting untuk pencernaan. Serat spesifik dalam gandum dapat sangat membantu hati. Oat dan oatmeal kaya akan senyawa yang disebut beta-glukan.

Dalam sebuah studi pada 2017 dan dipresentasikan dalam International Journal of Molecular Sciences, disebutkan bahwa beta-glukan sangat aktif secara biologis dalam tubuh. Senyawa ini membantu sistem kekebalan tubuh dan melawan peradangan, dan mereka mungkin sangat membantu dalam memerangi diabetes dan obesitas.

Ulasan itu juga mencatat bahwa beta-glukan dari gandum membantu mengurangi jumlah lemak yang tersimpan di hati pada tikus. Akan tetapi, diperlukan lebih banyak studi klinis untuk mengonfirmasi hal ini.

  1. Bawang putih

Menambahkan bawang putih ke dalam makanan juga dapat membantu merangsang hati. Sebuah studi pada 2016 yang muncul dalam jurnal Advanced Biomedical Research mencatat bahwa konsumsi bawang putih dapat mengurangi berat badan dan kadar lemak pada orang dengan penyakit hati lemak non-alkoholik atau NAFLD. Ini bermanfaat karena kelebihan berat badan atau obesitas adalah faktor yang berkontribusi terhadap NAFLD.

  1. Buah berry

Banyak beri hitam, seperti blueberry, raspberry, dan cranberry, mengandung antioksidan yang disebut polifenol. Kandungan itu dapat membantu melindungi hati dari kerusakan. Seperti yang ditunjukkan dalam sebuah studi pada World Journal of Gastroenterology, makan berry secara teratur juga dapat membantu merangsang sistem kekebalan tubuh.

  1. Anggur

Anggur (Suthat Chaithaweesap/Shutterstock)
Anggur (Suthat Chaithaweesap/Shutterstock)

Studi yang dimuat dalam World Journal of Gastroenterology melaporkan bahwa anggur kaya akan antioksidan yang dapat membantu hati mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan hati. Mengonsumsi anggur utuh adalah cara sederhana untuk menambahkan senyawa ini ke dalam makanan. Suplemen ekstrak biji anggur juga dapat memberikan antioksidan.

  1. Jeruk bali

Jeruk bali juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan hati Anda. Dalam World Journal of Gastroenterology, jeruk bali mengandung dua antioksidan utama: naringin dan naringenin. Keduanya dapat membantu melindungi hati dari cedera dengan mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel hati.

Senyawa ini juga dapat mengurangi penumpukan lemak di hati dan meningkatkan enzim yang membakar lemak. Hal ini dapat membuat jeruk bali sebagai alat yang membantu dalam memerangi penyakit hati lemak non-alkoholik.

  1. Ikan berlemak

Mengonsumsi ikan berlemak dan suplemen minyak ikan dapat membantu mengurangi dampak kondisi seperti penyakit hati lemak non-alkoholik. Ikan berlemak kaya akan asam lemak omega-3, yang merupakan lemak baik untuk membantu mengurangi peradangan di hati.

Lemak-lemak ini sangat baik untuk hati karena bisa mencegah penumpukan lemak berlebih dan mempertahankan tingkat enzim di hati. Studi dalam World Journal of Gastroenterology merekomendasikan untuk makan ikan berlemak dua kali atau lebih setiap minggu.

  1. Kacang

Studi yang sama mengatakan bahwa makan kacang merupakan cara sederhana lain untuk menjaga hati tetap sehat dan melindungi diri terhadap penyakit hati lemak non-alkoholik. Kacang umumnya mengandung asam lemak tak jenuh, vitamin E, dan antioksidan. Senyawa ini dapat membantu mencegah penyakit hati lemak non-alkoholik, serta mengurangi peradangan dan stres oksidatif.

Makan segenggam kacang, seperti kacang walnut atau almond, setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan hati. Akan tetapi, jangan makan terlalu banyak karena kacang tinggi kalori.

  1. Minyak zaitun

Makan terlalu banyak lemak tidak baik untuk hati, tetapi beberapa jenis lemak sehat justru bisa membantu. Menurut sebuah studi, menambahkan minyak zaitun ke dalam makanan dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi hati. Ini karena tingginya kandungan asam lemak tak jenuh dalam minyak tersebut.

Jangan tunggu sampai hati Anda mengalami penurunan fungsi atau bahkan rusak. Masukkan beragam jenis makanan tersebut ke dalam menu harian Anda agar kesehatan hati selalu terjaga. Selain itu, padukan dengan olahraga rutin dan pola hidup sehat agar tubuh semakin sehat.

[HNS/ RVS]