Benarkah Pakai Kokain Bisa Bikin Percaya Diri?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 28 Dec 2018, 15:00 WIB
Aktor Steve Emmanuel mengaku memakai kokain untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Benarkah kokain memiliki efek demikian?
Benarkah Pakai Kokain Bisa Bikin Percaya Diri? (Marcos-Mesa-Sam-Wordley/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sudah lama tak terdengar, aktor Steve Emmanuel mengejutkan publik dengan kasus narkoba yang tengah menjeratnya. Ia ditangkap polisi pada hari Jumat (21/12) lalu sekitar pukul 10 malam di apartemennya di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Ia terbukti memiliki dan menyelundupkan narkoba jenis kokain dari Belanda. Steve mengaku memakai kokain untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Dari sudut pandang medis, apa benar kokain bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang?

Ketika diringkus polisi di kediamannya di Kondominium Kintamani, ditemukan kokain seberat 92,04 gram. Steve mengaku sempat memakai narkotika tersebut sekitar 8 gram sendiri, tanpa melibatkan orang lain.

Pakai kokain bikin percaya diri?

Selain jumlah kokain yang dimilikinya dan bagaimana kokain tersebut didapat, satu hal mengejutkan lainnya adalah pengakuan Steve mengenai alasan dirinya menggunakan kokain.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolres Metro Jakarta Barat pada Kamis (27/12), selebritas berusia 35 tahun itu menggunakan kokain untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Terkait alasan Steve Emmanuel memakai kokain, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter menyebut, memang kokain bisa menimbulkan kepercayaan diri bagi penggunanya. Berawal dari sifat kokain yang membuat tenang, nantinya bisa membuat orang yang memakainya menjadi percaya diri.

"Kokain itu membuat orang jadi lebih tenang, pengguna kokain biasanya memakai narkotika jenis itu supaya tidak takut. Itu memang efek jangka pendeknya atau hanya sementara. Jadi kalau ditanya bisa bikin percaya diri atau tidak, kokain memang bisa membuat seseorang lebih percaya diri setelah memakainya," ujar dr. Devia saat dikonfirmasi. Namun tentu saja efek jangka panjang yang membahayakan kesehatan sudah menanti.

1 of 2

Efek jangka panjang konsumsi kokain

Efek kokain tidak berhenti di situ saja. Kokain memiliki efek jangka panjang yang serius dan berbahaya bagi pemakainya, mulai dari gangguan tidur sampai depresi.

"Kalau efek jangka panjangnya bisa menyebabkan gangguan, tidur, berat badan berubah karena berubahnya ritme sirkadian atau terjadi perubahan pola tidur akibat penggunaan kokain. Lama-lama, penggunanya bisa mengalami gangguan depresi,” sambung dr. Devia.

Namun, efek jangka panjang akibat kokain yang paling nyata adalah pengguna kokain bisa mengalami halusinasi suara (mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada) atau halusinasi visual (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada). Hal ini menyebabkan pengguna kokain kadang kesulitan untuk membedakan realita dan halusinasi.

Ancaman overdosis

Selain itu, ancaman overdosis juga tentunya mengintai para pengguna kokain. Dan kondisi ini bisa mengancam nyawa. Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, kondisi overdosis pada pengguna kokain dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

  1. Pada tahap awal, pengguna kokain masih sadar dan bisa diajak bicara. Hanya saja pengguna akan terlihat gelisah, terlalu girang, tekanan darah cenderung naik, suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya, dan bisa mengalami mual dan muntah.
  2. Pada tahap kedua, pengguna kokain sudah tidak sadarkan diri akibat pengaruh kokain pada otak. Denyut jantung tak teratur. Tekanan darah dan suhu tubuh juga makin tinggi. Pengguna kokain terlihat sesak dan pernapasannya tak beraturan.
  3. Pada tahap akhir, penderita mengalami koma, henti jantung, dan kegagalan pernapasan. Kondisi ini dapat berujung pada kematian jika tidak mendapatkan pertolongan segera.

“Tak hanya overdosis, efek putus obat (withdrawal) akibat kokain juga bisa terjadi jika pengguna menghentikan penggunaan kokain secara mendadak. Gejalanya berupa sulit berkonsentrasi,mudah lelah, tremor, kehilangan gairah seks, nyeri otot, depresi, bahkan bisa terpikir ide bunuh diri,” kata dr. Resthie.

Sebagai efek jangka pendek, kokain memang bikin penggunanya percaya diri, karena kokain memiliki sifat euforia. Namun, tentu saja ini tak sepadan dengan risiko penggunaan jangka panjang yang bisa berujung pada kematian. Kasus narkoba yang menjerat Steve Emmanuel perlu menjadi peringatan akan bahaya kokain bagi kesehatan .

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓