Liburan Tahun Baru, Pentingkah Car Seat untuk Anak?

Oleh Hotnida Novita Sary pada 31 Dec 2018, 08:30 WIB
Alih-alih pakai car seat, masyarakat Indonesia masih banyak memilih memangku atau mendekap anak saat perjalanan maupun liburan.
Liburan Tahun Baru, Pentingkah Car Seat untuk Anak? (Trendsetter Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Liburan telah tiba. Bepergian dengan mobil tak jarang dipilih untuk menuju lokasi wisata. Bagi Anda yang masih memiliki anak usia bayi atau balita, memangku atau mendekap anak selama perjalanan adalah pilihan yang paling praktis. Di sisi lain, penggunaan car seat saat ini belum menjadi pilihan utama para orang tua di Indonesia.

Padahal, ketika ada entakan keras, kemungkinan bayi terlepas dan terlempar dari pelukan orang orang dewasa sangat besar. Selain itu, bayi atau balita juga bisa terimpit tubuh orang dewasa ketika terjadi kecelakaan. Untuk mencegah hal ini, car seat sangat dibutuhkan, terutama untuk perjalanan jauh.

Dilansir dari Parents, car seat adalah salah satu peralatan paling penting bagi para orangtua baru. Car seat bisa menjadi barang yang dapat menyelamatkan anak Anda ketika terjadi kecelakaan atau benturan keras saat berada di mobil. Selain lebih aman, mendudukkan bayi atau balita Anda pada car seat akan melatih kemandirian mereka. Itu karena mereka akan belajar duduk sendiri dalam bangku khusus di dalam mobil.

Tips liburan menggunakan car seat

Sebelum liburan menggunakan car seat, baca dan pahamilah petunjuk penggunaan car seat terlebih dahulu. Beberapa hal di bawah ini dapat menjadi perhatian Anda sebelum anak Anda traveling menggunakan car seat.

  1. Pasang car seat dengan benar

Pastikan Anda sudah memasang car seat dengan erat di jok mobil. Pasanglah sabuk pengaman dengan benar hingga terdengar berbunyi ”klik” ketika mengunci. Sebelum berangkat,Anda dapat mengecek apakah sabuk pengaman masih berfungsi dengan baik.

  1. Cek berat badan anak

Perhatikan apakah berat badan anak Anda sesuai dengan jenis car seat. Ada jenis car seat yang bisa menahan berat badan sampai 9 kg yang diperuntukkan bagi bayi. Namun, ada pula yang dapat menahan bobot hingga 18 kg. Car seat jenis ini dapat digunakan hingga usia balita. Yang perlu diingat, jangan paksakan jika car seat terlihat sempit pada anak atau kepala anak sudah melewati bagian atas car seat. Car seat yang sudah kekecilan akan mengganggu kenyamanan anak selama perjalanan.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Menyetel car seat menghadap belakang

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak harus tetap menghadap ke belakang setidaknya sampai mereka mencapai berat atau tinggi yang diizinkan. AAP menyarankan agar anak-anak harus tetap menghadap ke belakang setidaknya sampai usia 2 tahun. Ini untuk melindungi bagian kepala, tulang leher, dan tulang belakang bayi bila kecelakaan terjadi. Balita dengan usia yang lebih besar boleh duduk menghadap depan agar tersedia ruang untuk kakinya menekuk.

  1. Letakkan car seat di jok belakang

Beberapa mobil dirancang mengeluarkan air bag bila terjadi benturan keras. Hal ini tentu berbahaya bagi bayi bila car seat  dipasang di jok depan. Saat air bag mengembang, bayi akan kesulitan bernapas.

Selain hal-hal di atas, seperti dikutip dari Safekids, beberapa hal dapat menjadi pertimbangan Anda sebelum bepergian menggunakan mobil bersama anak. Pertama, cek kembali mainan yang ada di dalam mobil. Pilih mainan yang lunak dan tidak akan melukai anak Anda ketika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan.

Kedua, jadilah contoh yang baik pada anak. Baik saat sedang berlibur atau tidak, selalu kenakan sabuk pengaman Anda. Anak-anak akan mencontoh orang tuanya menggunakan sabuk pengaman juga. Dan terakhir, jangan tinggalkan anak Anda sendirian di mobil, semenit sekalipun. Itu karena kejadian buruk sewaktu-waktu dapat terjadi.

Penggunaan car seat memang belum terlalu populer di masyarakat Indonesia. Padahal, car seat dapat membantu meminimalkan dampak pada anak bila terjadi kecelakaan. Nah, Anda yang ingin menghabiskan liburan Tahun Baru dengan mobil, dapat menggunakan car seat demi keamanan bayi dan balita Anda. Sebelum berlibur, baca juga artikel ini.  

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓