Kurang Tidur Sebabkan Obesitas, Mitos atau Fakta?

Obesitas dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Namun, apakah kurang tidur adalah salah satu pemicunya?
Kurang Tidur Sebabkan Obesitas, Mitos atau Fakta?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang tahu bahwa kegemukan berhubungan dengan asupan kalori yang berlebih. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada komponen penting lain yang juga memengaruhi berat badan, yakni kecukupan dan kualitas tidur.

Banyak studi menunjukkan bahwa kurang tidur menyebabkan obesitas. Ini bisa menjelaskan mengapa orang yang kurang tidur dalam waktu cukup lama cenderung memiliki berat badan berlebih, bahkan obesitas

Di dalam tubuh, nafsu makan dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu ghrelin dan leptin. Seseorang yang kurang tidur akan mengalami peningkatan kadar hormon lapar (ghrelin) dan penurunan kadar hormon kenyang (leptin). Bila ini terjadi, maka seseorang akan cenderung makan berlebihan dan mengalami peningkatan berat badan.

Selain itu, kurang tidur juga memengaruhi laju metabolisme dan pembakaran kalori. Ada studi yang menemukan bahwa kurang tidur menyebabkan pembakaran kalori berkurang hingga 5-20 persen untuk proses mencerna. Mari simak penjelasan lengkap mengenai hubungan kurang tidur menyebabkan obesitas.

1 dari 3

Berapa Lama Tidur yang Baik bagi Kesehatan?

Pria sedang Tidur untuk Kesehatan
loading

Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine, kurang tidur selama empat hari saja sudah bisa meningkatkan berat badan. Apabila kondisi ini berlangsung terus-menerus, efeknya tidak hanya membuat seseorang menjadi gemuk, tetapi juga berisiko mengalami diabetes melitus tipe 2 dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Artikel Lainnya: 9 Kebiasaan Penyebab Gemuk

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menghindari dampak buruk kurang tidur? Pertama-tama, Anda perlu mengetahui durasi jam tidur yang baik. Kebutuhan tidur setiap orang pada dasarnya berbeda, bergantung pada usia dan aktivitas hariannya. 

Disarankan bagi orang dewasa yang sehat untuk tidur malam sebanyak 7-9 jam. Bayi, anak kecil, dan remaja membutuhkan lebih banyak tidur untuk menunjang tumbuh kembang secara fisik dan psikis. Sementara itu, lansia (65 tahun ke atas) dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam.

Namun, jumlah waktu tidur secara teratur saja belum cukup untuk menentukan apakah pola tidur Anda sudah baik. 

Untuk bisa disebut sehat, pola tidur harus memiliki unsur keteraturan, dalam arti bangun dan tidur di waktu yang kurang lebih sama. Pastikan juga Anda bebas dari gangguan tidur, seperti insomnia, sleep apnea, atau restless leg syndrome. 

Artikel Lainnya: 3 Penyakit yang Mungkin Timbul Akibat Sering Begadang

2 dari 3

Cegah Obesitas, Ini Tips Agar Cukup Tidur

Pria sedang Tidur untuk Cegah Obesitas
loading

Sekarang, Anda sudah tahu bahwa kurang tidur menyebabkan obesitas. Tentunya Anda harus meningkatkan kualitas tidur guna menghindarkan diri dari obesitas atau kelebihan berat badan. Anda juga perlu mengenali apa saja hal yang dapat menunjang keteraturan tidur Anda. Selain itu, Anda bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini. 

  • Tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya, bahkan di akhir pekan. 
  • Mempraktikkan rutinitas sebelum tidur yang sifatnya menenangkan, agar Anda lebih mudah tertidur dengan cepat. Misalnya, menyalakan aromaterapi, meditasi, dan sebagainya.
  • Memilih kasur yang suportif dan nyaman serta dilengkapi dengan bantal dan sprei yang berkualitas.
  • Meminimalkan potensi gangguan dari cahaya dan suara sambil mengoptimalkan suhu dan aroma kamar tidur Anda.
  • Menjauhkan kontak dari perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop selama setengah jam atau lebih sebelum tidur.
  • Pantau asupan kafein dan alkohol Anda dengan cermat, dan cobalah untuk menghindari konsumsinya beberapa jam sebelum waktu tidur.

Dari penjelasan di atas, kini bertambah lagi alasan untuk Anda lebih memperhatikan kualitas tidur. Pola tidur yang tidak berkualitas bisa berpotensi mendekatkan Anda pada obesitas atau kegemukan. 

Baca Juga

Kurang tidur bukan satu-satunya penyebab kegemukan atau obesitas. Perhatikan pula faktor gaya hidup, pekerjaan, stres, atau adanya penyakit tertentu yang membuat waktu tidur Anda kurang dan tidak berkualitas. 

Ini semua perlu dikenali dan dikelola, agar tidak menimbulkan konsekuensi hadirnya berbagai penyakit kronis yang membahayakan kesehatan Anda. Jika ingin bertanya lebih lanjut mengenai penyebab obesitas atau kegemukan, bisa bertanya kepada dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[FY]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Sederet Penyakit yang Mengintai di Balik Obesitas

Info Sehat
14 Sep

10 Negara dengan Penderita Hipertensi Paling Sedikit di Dunia

Info Sehat
05 Sep

Penderita Obesitas Berisiko Terkena Batu Ginjal

Info Sehat
01 Sep

Penderita Hipertensi Perlu Lakukan 6 Cara Ini agar Tetap Sehat

Info Sehat
23 Agt

Inilah 9 Kebiasaan yang Bikin Risiko Hipertensi Meningkat

Info Sehat
08 Agt

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk