4 Vaksin Penting bagi Para Lansia

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 31 Dec 2018, 16:20 WIB
Masa lansia bukan jadi alasan untuk rentan sakit. Cegah dan atasi sejumlah gangguan kesehatan dengan empat vaksin penting berikut ini.
4 Vaksin Penting bagi Para Lansia (Goodluz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Fase lanjut usia atau lansia menjadi tahap yang dianggap rentan. Bagaimana tidak, Anda dituntut untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, menjaga asupan gizi, aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat penting untuk diterapkan. Vaksin merupakan satu cara untuk mencegah penularan beragam penyakit.

Menurut dr. Sepriani Limbong dari Klikdokter, vaksin diperlukan bagi mereka yang sudah tua agar tetap sehat.

“Seiring dengan bertambahnya usia, produksi antibodi seperti sel B dan sel T yang berperan dalam menangkal kuman penyakit makin menurun. Selain itu, penyakit-penyakit kronik membuat tubuh lebih lemah,” kata dr. Sepri.

Hal-hal tersebut, menurutnya, membuat para lansia rentan terserang berbagai penyakit. Jadi, vaksin apa yang penting bagi para lansia?

1. Vaksin flu

Berlawanan dengan apa yang diyakini banyak orang, flu tak bisa dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa saja. Flu nyatanya merupakan virus pernapasan yang berbahaya, bahkan sering kali fatal dan butuh perawatan serius.

Sebanyak 12.000 hingga 56.000 lansia meninggal akibat flu di Amerika Serikat, bahkan ratusan ribu harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit ini. Banyak dari kematian ini terjadi pada mereka yang menganggap sepele bahkan mengacuhkan kehadiran virus tersebut.

Kaum lansia diharapkan bisa mendapatkan vaksin flu setiap tahun. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga anggota termuda dari keluarga. Bahkan jika ini bukan musim flu, selalu siap sedialah dengan memberikan vaksin flu.

2. Vaksin herpes zoster

Para lansia berusia di atas 60 tahun harus berbicara dengan dokter tentang cara mendapatkan vaksin herpes zoster, meski pernah terpapar virus itu sebelumnya. Ingat, penularan herpes zoster bisa menimbulkan cacar air pada usia anak!

Kedua penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang sama. Ketika Anda terinfeksi cacar air dahulu kala, virus tetap tidak aktif di tubuh dan dapat aktif kembali di kemudian hari yang lantas menyebabkan herpes zoster. Saat menderita itu, Anda dapat menyebarkan virus ke seseorang yang belum menderita cacar air atau divaksinasi.

Gejala penyakit herpes zoster berupa ruam, sering kali jauh lebih menyakitkan dan cenderung memapar satu sisi tubuh hingga saraf Anda. Bagi beberapa kalangan, khususnya lansia, rasa sakit akibat herpes zoster dapat bertahan sampai bertahun-tahun bahkan setelah ruam hilang.

3. Vaksin Pneumococcus

Pneumococcus, bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia, sering kali dapat ditularkan dari anak-anak muda ke orang dewasa yang lebih tua. Pada anak-anak, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi telinga hingga hal yang lebih serius seperti meningitis.

Ada dua jenis vaksin pneumococcus, tergantung pada usia atau status kesehatan Anda. Rekomendasi untuk vaksin ini bisa sedikit rumit, jadi sangat penting bagi Anda untuk berbicara dengan dokter tentang pemberian vaksin pneumococcus.

4. Vaksin batuk rejan

Batuk rejan atau pertusis sering kurang terdiagnosis pada lansia karena cenderung memiliki gejala yang tampak ringan. Banyak orang yang lebih tua tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi, dan menganggap tanda-tanda tersebut hanya alergi.

Meski tampak ringan, Anda bisa menularkan bakteri ke orang lain, termasuk bayi baru lahir. Gunakanlah vaksin batuk rejan yang juga berfungsi sebagai pelindung tetanus yang harus didapatkan semua kalangan lansia.

Pemberian vaksin pada lansia sama pentingnya dengan vaksin bagi anak. Oleh karena itu, jangan ragu bawa orang tua atau anggota keluarga Anda yang sudah berusia lanjut untuk berkonsultasi dengan dokter dan menentukan vaksin yang tepat bagi mereka. Selain vaksin, dukung kesehatan mereka dengan bersama melakukan pola hidup sehat, seperti makan makanan rendah lemak dan seimbang serta berolahraga.

[HNS/ RVS]