Diare Wisatawan, Penyakit Apa Itu?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 02 Jan 2019, 13:45 WIB
Apakah Anda mengalami diare saat berlibur ke tempat-tempat baru? Awas, bisa jadi itu adalah penyakit diare wisatawan. Kenali gejalanya!
Diare Wisatawan, Penyakit Apa Itu? (Luis Molinero/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Bahkan, seseorang yang sedang berlibur juga dapat mengalami suatu masalah kesehatan yang disebut dengan traveler’s diarrhea alias diare wisatawan.

Faktanya, sekitar 40 persen wisatawan di seluruh dunia mengalami gangguan saluran cerna saat bepergian. Terjadinya keluhan tersebut tentu dapat menghambat serta menganggu rencana kegiatan yang hendak dilakukan saat liburan.

Diare wisatawan, apa gejalanya?

Diare wisawatan umumnya mencakup keluhan kram perut dan buang air besar cair, yang umumnya terjadi akibat makan atau minum sesuatu yang sebelumnya pernah dicoba. Selain itu, apabila seseorang berkunjung ke tempat di mana kebersihan dan cuacanya cukup berbeda dari tempat tinggalnya, maka orang tersebut juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami diare wisatawan.

Diare wisatawan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit. Sering kali, kondisi ini mereda dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, apabila berlanjut, diare wisatawan dapat menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi yang bisa berbahaya terutama apabila terjadi pada anak.

Dua gejala yang paling sering timbul pada kasus diare wisatawan adalah buang air besar cair serta kram perut. Tanda dan gejala lain juga mungkin timbul, bergantung dari penyebab yang mendasari. Beberapa tanda dan gejala lain yang dimaksud, di antaranya:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Kembung
  • Buang gas berlebih
  • Penurunan nafsu makan

Tak cuma itu, diare wisawatan juga dapat menyebabkan beberapa gejala tertentu, seperti nyeri yang tidak tertahankan pada perut atau rectum, muntah yang terus-menerus selama berjam-jam, demam tinggi, buang air besar berdarah, dan lemas. Apabila seseorang mengalami kondisi tersebut, sangat penting untuk segera berobat ke dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

Penanganan pada diare wisatawan bergantung dari berbagai kondisi, salah satunya adalah faktor penyebabnya. Biasanya, seseorang yang mengalami diare wisatawan disarankan untuk menghindari asupan kafein dan alkohol karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Dokter juga dapat meresepkan obat untuk memadatkan buang air besar guna menghentikan diare bagi pasien dewasa. Antibiotik pun dapat diresepkan untuk diare yang disebabkan oleh bakteri, sedangkan antiparasit dapat diresepkan untuk diare yang disebabkan oleh parasit. Apabila pasien mengalami dehidrasi akibat diare, asupan cairan juga harus ditingkatkan.

Tips mencegah diare wisatawan

Cara terbaik untuk mencegah diare wisatawan adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta hanya mengonsumsi makanan atau minuman yang terjaga kualitasnya. Saat berada di beberapa negara yang berisiko tinggi, sebaiknya Anda juga menghindari konsumsi air yang tidak steril. Selain itu, untuk mencegah mengalami diare wisatawan, hindari pula makanan yang disiapkan dengan tidak higienis. Sebagai gantinya, konsumsilah makanan yang telah masak dan disajikan hangat.

Diare wisatawan adalah suatu penyakit yang sangat mungkin dialami oleh mereka yang hobi berkunjung ke tempat-tempat baru. Jenis makanan yang berbeda, praktik kebersihan yang tidak sesuai dengan negara asal, serta berbagai hal lain berkontribusi besar pada terjadinya penyakit ini. Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk menerapkan metode pencegahan yang tepat agar tidak mengalami diare wisatawan saat berpegian ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

[NB/ RVS]