Pentingnya Cek Kolesterol Pasca Liburan

Oleh Ruri Nurulia pada 05 Jan 2019, 10:00 WIB
Liburan bisa jadi tak hanya menyisakan momen tak ternilai, tapi juga timbunan kolesterol. Sudah cek kolesterol pasca liburan?
Pentingnya Cek Kolesterol Pasca Liburan (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Liburan dapat membuat Anda relaks dan mengisi ulang energi dan semangat untuk menghadapi realita. Namun, diam-diam liburan juga punya “hadiah” yang pasti tidak Anda inginkan, yaitu naiknya kadar kolesterol akibat pola makan yang cenderung bebas saat liburan. Karenanya, penting untuk cek kadar kolesterol pasca liburan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dilansir dari New York Times, para peneliti asal Denmark meneliti 25.764 orang di Copenhagen, yang usia rata-ratanya adalah 59 tahun. Semua partisipan diambil darahnya secara rutin untuk menguji kadar lipid. Semua partisipan sudah dipastikan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol.

Total kolesterol rata-rata dalam kelompok sepanjang tahun adalah 205, sedikit melebihi batas yang direkomendasikan, yaitu 200. LDL rata-rata, atau kolesterol "jahat", adalah 116, tepat di atas level 100 yang dianggap sehat. Rata-rata LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat adalah 116, sedikit melebihi kadar yang dianggap sehat, yaitu 100.

Namun, selama tiga tahun berturut-turut pada minggu pertama bulan Januari, kolesterol rata-rata adalah 240, dengan rata-rata LDL mencapai 142—keduanya tidak sehat! Pada bulan Juni, kolesterol rata-rata turun jadi 197 dan rata-rata LDL menjadi 108.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal medis “Atherosclerosis” melakukan pengontrolan terhadap jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan faktor lainnya.

Penulis senior penelitian, Dr. Anne Langsterd dari Herlev and Gentofte Hospital di Denmark mengatakan, penyebab naiknya kolesterol bisa jadi karena kurangnya aktivitas fisik dan terlalu banyak konsumsi makanan yang tinggi lemak. Menurutnya, satu hal yang perlu dikhawatirkan adalah “kenaikan kolesterol yang stabil”. Ini bisa berbahaya.

Bahaya kolesterol yang terlalu tinggi

Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, kolesterol tinggi merupakan gangguan metabolik yang cukup umum ditemui. Jika kondisi ini tidak dikendalikan, risiko penyakit jantung dan stroke akan semakin tinggi.

Menurut banyak ahli, kolesterol tinggi adalah keadaan yang kerap hadir tanpa disadari. Karenanya, tes darah secara rutin penting untuk dilakukan. Tanda dan gejala biasanya muncul ketika kolesterol tinggi sudah menimbulkan penyakit pada tubuh. Pada tahap pemeriksaan bisa saja kolesterol sudah menyebabkan penyakit yang cukup parah.

“Terlalu banyak kolesterol jahat di dalam tubuh dapat menyebabkan percepatan pembentukan plak arteri. Pembetukan plak ini akan menyebabkan tersumbatnya aliran darah,” ungkap dr. Alvin. Tambahnya lagi, nantinya kondisi tersebut akan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, perlemakan hati, dan gangguan ginjal.

1 of 2

Jaga kadar kolesterol tetap di batas aman

Seringnya, kolesterol tinggi dipengaruhi faktor gaya hidup, seperti konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti daging merah, seafood, produk susu, serta kombinasi malas berolahraga. Mengingat begitu bahayanya kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh, dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, merekomendasikan Anda untuk menjaga kadar kolesterol tetap di batas aman dengan cara:

  1. Bergerak lebih aktif. Lakukanlah olahraga aerobik dengan intensitas sedang-tinggi selama 40 menit, 3-4 kali seminggu. Kebiasaan ini dapat menjaga kadar kolesterol tetap normal. Olahraga yang bisa Anda pilih antara lain jalan cepat, berenang, bersepeda atau kelas dansa.
  2. Pola makan yang baik untuk jantung. Konsumsilah makanan rendah lemak (susu skim atau bebas lemak), buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, dan gandum. Pilih minyak yang lebih sehat seperti minyak sayur untuk memasak. Batasi konsumsi lemak. American Heart Associationadalah membatasi asupan lemak jenuh 5 hingga 6 persen dari kalori sehari-hari dan meminimalkan jumlah lemak trans. Caranya: kurangi asupan daging merah, produk susu (susu full cream, keju, mentega, krim, dan yoghurt), gorengan, serta camilan seperti kue dan biskuit.
  3. Berhenti merokok. Berhenti merokok dan menjauhi diri dari asap rokok dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga pembuluh darah tubuh.
  4. Menurunkan berat badan. Orang-orang yang kelebihan berat badan dan obesitas cenderung punya kolesterol jahat lebih besar daripada kolesterol baik. Menurunkan berat badan sebanyak 10 persen dapat menurunkan risiko kolesterol tinggi.

Nah, itulah kenapa penting untuk cek kolesterol pasca liburan. Jika saat liburan akhir tahun kemarin Anda banyak “dosa” karena mengonsumsi banyak makanan tinggi lemak dan kurang bergerak, jadwalkan pemeriksaan kolesterol secepatnya. Pasalnya, kolesterol tinggi biasanya tidak menampakkan tanda dan gejala, tapi dapat diketahui melalui tes darah. Kolesterol tinggi diketahui berhubungan dengan banyak penyakit mematikan. Karenanya, rutin cek kadar kolesterol penting sebagai langkah pencegahan dini. Jangan lupa untuk menerapkan tips menjaga kadar kolesterol aman di atas supaya tubuh tetap sehat.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓