Pilih Cairan AHA atau BHA untuk Eksfoliasi Kulit Wajah?

Oleh Ayu Maharani pada 05 Jan 2019, 16:00 WIB
Kenali perbedaan fungsi AHA dan BHA pada rangkaian produk eksfoliasi wajah untuk hasil yang maksimal!
Pilih Cairan AHA atau BHA untuk Eksfoliasi Kulit Wajah? (G. stockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Wajah yang dipenuhi sel kulit mati akan menghasilkan permukaan kulit yang tampak kasar dan kusam. Di sinilah eksfoliasi menjadi penting. Eksfoliasi merupakan proses penghilangan sel kulit mati dari permukaan kulit dengan cara kerja pengelupasan secara halus, sehingga kulit akan menjadi lebih lembut dan tampak cerah. Untuk metode ini, Anda bisa menggunakan produk eksfoliasi dengan adanya kandungan AHA dan BHA. Penasaran, bagaimana, sih, cara kerja dua kandungan tersebut?

Perbedaan AHA dan BHA

AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) adalah senyawa asam yang efektif untuk eksfoliasi atau pengelupasan sel kulit mati. Kedua senyawa tersebut kerap ditemukan pada berbagai produk pembersih wajah, toner, pelembap, scrub, gel peeling, dan masker.

Selain mengangkat sel kuli mati, dilansir Healthline, AHA dan BHA dapat mengurangi peradangan, meredakan jerawat, mengurangi ukuran pori-pori sekaligus membersihkannya, mengurangi kerutan di permukaan wajah, meratakan warna kulit, sekaligus memperbaiki tekstur kulit secara menyeluruh.

AHA merupakan asam larut dalam air yang terbuat dari buah-buahan manis. Zat tersebut membantu mengelupas permukaan kulit, sehingga sel kulit mati bisa tergantikan dengan sel kulit baru. Tak seperti AHA, BHA, larut dalam minyak. BHA bisa masuk lebih jauh ke dalam pori-pori untuk mengatasi kelebihan sebum penyebab jerawat dan beruntusan. Nah, dengan perbedaan ini, Anda harus tepat dalam memilih untuk dijadikan eksfoliator sesuai dengan kondisi wajah.

Pilih AHA atau BHA?

Ketimbang BHA, AHA yang terdiri atas glycolic, lactic, tartaric, citric, malic, dan mandelic dipercaya lebih aman untuk semua jenis kulit. Namun, bagi Anda pemilik kulit yang sangat kering dan sensitif, sebaiknya tetap berhati-hati dengan mengonsultasikan aturan pakai yang paling sesuai dari produk yang Anda beli.

Kondisi kulit yang dapat diatasi dengan AHA antara lain:

  • Adanya bintik-bintik hitam penuaan
  • Terdapat bekas luka
  • Pori-pori membesar
  • Adanya garis halus dan kerutan
  • Warna kulit yang tidak merata

Selain itu, AHA yang Anda pilih harus memiliki konsentrasi maksimum antara 10-15 persen. Konsentrasi yang lebih dari 15 persen berpotensi mengiritasi kulit. Apa pun produk mengandung AHA yang Anda pilih, semuanya akan membuat kulit sensitif terhadap matahari. Maka dari itu, selalu oleskan tabir surya jika Anda beraktivitas di luar rumah setelah memoleskan produk berbahan AHA di kulit wajah.

Di sisi lain, jika Anda memiliki permasalah kulit seperti jerawat dan kerusakan akibat sinar matahari, sebaiknya pilih produk yang mengandung BHA. Sebab, BHA yang terdiri dari salicylic acid dan citric acid itu terbilang efektif untuk:

  • Membersihkan sumbatan pori-pori
  • Mengontrol minyak berlebih
  • Menenangkan dan mengurangi kemerahan pada kulit
  • Mengurangi dan mengatasi komedo.

Kelebihan dari BHA adalah, senyawa ini tidak membuat kulit sensitif terhadap matahari setelah pemakaian. Namun, Anda tetap harus menggunakan tabir surya agar tidak merusak kembali wajah yang sudah diperbaiki BHA.

Bisakah pemakaiannya dikombinasikan?

Hindari penggunaan AHA dan DHA bersamaan karena keduanya sama-sama eksfoliator, sehingga dapat membuat kulit kering dan iritasi. Jika memang Anda membutuhkan kedua kandungan tersebut, ada tips amannya. Anda dapat menggunakan satu jenisnya pada pagi hari, dan jenis lainnya pada malam hari.

Strategi lainnya adalah menggunakannya bergantian hari. Contoh, hari ini menggunakan produk AHA, esok harinya produk BHA, dan seterusnya.

Anda juga bisa menggunakan AHA atau BHA untuk hanya beberapa area kulit wajah, bukan semuanya. Sebagai contoh, Anda bisa mengaplikasikan AHA di area wajah yang kering dan BHA di area yang berminyak jika Anda memiliki jenis kulit kombinasi.

[RN/ RVS]