Udara Makin Kotor, Cegah Kanker Paru dengan 3 Cara Ini

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 05 Jan 2019, 12:30 WIB
Udara yang semakin kotor turut meningkatkan risiko terjadinya kanker paru. Lakukan pencegahan dengan melakukan hal ini.
Udara Makin Kotor, Cegah Kanker Paru dengan 3 Cara Ini (Image Point Fr/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semakin hari, kondisi udara di lingkungan sekitar menjadi semakin kotor. Meski terlihat biasa-biasa saja, namun sebenarnya ada risiko kesehatan yang mengintai Anda. salah satu kemungkinan buruk yang bisa terjadi akibat udara kotor ini adalah kanker paru.

Berdasarkan Cancer Research UK, udara yang kotor akibat polusi terbukti berperan dalam meningkatkan risiko kanker paru. Polusi udara yang dimaksud meliputi asap rokok, asap kendaraan, pembakaran sampah, hingga pembuangan pabrik.

“Keluhan dan gejala penyakit kanker paru tidak spesifik, seperti batuk darah, batuk kronik, berat badan menurun, dan gejala lain yang juga dapat dijurnpai pada jenis penyakit paru lainnya. Di Indonesia kasus kanker paru sering terdiagnosis ketika penyakit telah berada pada tahap lanjut,” ujar dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter menjelaskan tentang kanker paru.

Mencegah kanker paru akibat udara kotor

Kaitan antara udara kotor dan kanker paru semakin menjadi-jadi. Mirisnya, gejala penyakit tersebut kadang tak terlihat sampai tiba di stadium lanjutan. Karenanya, sebagai antisipasi akan penyakit mematikan tersebut, ada baiknya bagi Anda melakukan pencegahan dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Gunakan masker

Kotoran berbentuk partikel kecil yang masuk ke dalam organ pernapasan lama-lama bisa menumpuk dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker paru. Karena itu, gunakanlah masker atau pelindung wajah saat hendak bepergian ke luar rumah, khususnya pada siang hari.

Anda disarankan untuk mengenakan masker yang benar-benar rapat dan tebal. Namun, hindari penggunaan masker terlalu sempit karena bisa mengganggu laju pernapasan.

“Penggunaan masker memang tidak sepenuhnya melindungi Anda. Akan tetapi, masker terbukti dapat menurunkan risiko dampak buruk yang mungkin terjadi akibat polusi,” kata dr. Kartika Mayasari.

  1. Menghindari segala hal terkait rokok

Perokok aktif maupun pasif sama-sama berisiko terkena kanker paru. Faktanya, merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru dengan risiko mencapai 80 hingga 90 persen. Pada perokok pasif, risiko terjadinya kanker paru-paru adalah sebesar 20 hingga 30 persen.

Maka dari itu, jika Anda tak ingin mengalami penyakit mematikan tersebut, hentikan kebiasaan merokok dari sekarang! Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Bagi mereka yang telah terdiagnosis mengalami kanker paru, berhenti merokok dan menghindari paparan asapnya terbukti dapat meningkatkan kualitas dan harapan hidup. Hal yang sama juga berlaku ketika Anda menjadi perokok pasif.

  1. Olahraga sambil menghirup udara segar

Olahraga yang dilakukan selama 30 menit per hari setidaknya tiga kali seminggu terbukti dapat membantu menurunkan risiko terjadinya kanker paru. Jika Anda ingin meraih manfaat yang lebih besar lagi, lakukanlah olahraga kesukaan di tempat terbuka yang memiliki suasana maupun udara yang segar dan bersih.

Ingin yang lebih simpel namun bermanfaat besar? Cobalah berkebun! Para pakar kesehatan mendapati bahwa aktivitas yang lebih sederhana seperti berkebun sebanyak dua kali seminggu juga mampu menurunkan risiko Anda terkena kanker paru-paru.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karenanya, lakukanlah beragam upaya agar udara kotor di sekitar Anda tidak sampai menyebabkan terjadinya kanker paru. Akan tetapi, jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan secara tepat.

[NB/ RVS]