Melahirkan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 07 Jan 2019, 15:00 WIB
Benarkah wanita yang melahirkan bisa berisiko mengalami kanker payudara? Jangan langsung panik. Cari tahu fakta medisnya di sini!
Melahirkan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita? (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Momen menjelang melahirkan tentu akan menjadi saat yang dinanti oleh pasangan, keluarga, hingga orang-orang terdekat. Namun, ada pendapat yang mengatakan bahwa wanita yang melahirkan disebut rentan mengalami kanker payudara. Hal inilah yang kemudian mendasari pentingnya pemeriksaan kesehatan pada wanita yang akan hamil dan melahirkan, terlebih ketika ia memiliki riwayat penyakit yang berbahaya.

Pasalnya, sebuah penelitian yang dilansir dari Medical News Today menyebut bahwa melahirkan mampu meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita. Sehingga, persiapan kesehatan sebelum momen melahirkan sangat diperlukan.

Mengenal risiko kanker payudara pada wanita melahirkan

Risiko kanker payudara yang terjadi akibat proses melahirkan, bisa dipengaruhi oleh beberapa hal seperti usia, mutasi genetik, hingga riwayat keluarga. Sementara itu, beberapa faktor lainnya yang dapat dikendalikan meliputi berat badan, kebiasaan buruk seperti alkohol dan merokok, hingga intensitas olahraga.

Sebetulnya, temuan penelitian menunjukkan bahwa kanker payudara pada wanita sehabis melahirkan tidak terjadi secara instan. Butuh waktu yang sangat lama untuk muncul.

Analisis berskala besar memeriksa data dari 15 studi di seluruh dunia. Para peneliti mengamati lebih dari 800.000 wanita dengan fokus khusus yang diabaikan oleh penelitian lain, termasuk faktor terselubung penyebab kanker payudara seperti riwayat keluarga dan aktivitas menyusui.

Diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, studi ini menyebutkan bahwa risiko kanker payudara meningkat pada wanita yang melahirkan di usia tua. Risiko kasus kejadian penyakit ini mencapai titik tertinggi sekitar 5 tahun setelah melahirkan.

Pada tahap tersebut, para ibu memiliki peluang 80 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita-wanita yang belum melewati persalinan. Meski begitu, tidak semua wanita mengalami hal serupa.

Wanita yang memiliki anak pertama setelah usia 35 tahun misalnya, memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya. Berbeda dengan wanita yang melahirkan sebelum usia 25 tahun, dimana tidak tampak adanya peningkatan risiko secara signifikan.

Untuk mematenkan penemuan ini, para peneliti menggunakan hasil risetnya untuk mengembangkan cara mendeteksi risiko kanker payudara, sebagai upaya pencegahan yang lebih efektif di masa depan.

1 of 2

Mendeteksi kanker payudara sejak dini

Kanker payudara menjadi satu dari sekian banyak penyakit mematikan yang telah merenggut banyak nyawa di dunia, termasuk wanita di Indonesia. Semakin terlambat dideteksi, maka semakin besar kemungkinan penyebarannya pada organ tubuh lain.

Itulah sebabnya deteksi dini sangat dibutuhkan untuk mencegah keparahan kanker payudara. Sebagai upaya melakukan pencegahan, dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter memberikan saran sebagai berikut:

1. Memeriksa payudara sendiri dengan metode perabaan

Anda perlu mengenali adanya perubahan ukuran dan bentuk payudara Anda. Selain itu, Anda juga perlu merasakan apakah terdapat benjolan pada payudara ketika Anda merabanya. Jika terdapat benjolan, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Pemeriksaan klinis oleh dokter

Dokter akan memeriksa payudara Anda selama melakukan pemeriksaan ini. Wanita usia 29-39 tahun harus melakukan pemeriksaan payudara klinis setiap 1-3 tahun sekali. Sedangkan wanita usia 40 tahun atau lebih harus mendapatkan pemeriksaan payudara klinis setiap tahunnya.

3. Pemeriksaan mammografi

Mammografi merupakan pemeriksaan payudara yang menggunakan teknik x-ray sebagai uji screening untuk pemeriksaan rutin kanker payudara pada wanita yang tidak memiliki tanda dan gejala, atau sebagai alat diagnosis untuk pemeriksaan kondisi terkait lainnya.

“Pada usia 40 tahun, Anda direkomendasikan untuk mulai melakukan pemeriksaan mammografi tahunan untuk deteksi dini kanker payudara. Jika ditemukan adanya kecurigaan kanker, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosisnya,” tutur dr. Alvin.

Berdasarkan penelitian, wanita yang melahirkan memang berisiko mengalami kanker payudara, terutama bila memang terdapat riwayat penyakit serupa di dalam keluarganya. Itulah sebabnya, sejumlah upaya diperlukan guna menangkal segala kemungkinan buruk terkait kanker payudara, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan dini. Jadi, bila menemukan kejanggalan pada payudara, jangan ragu untuk segera memeriksakannya, ya!

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓