3 Tips Atasi Nyeri Otot Usai Olahraga

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 07 Jan 2019, 15:40 WIB
Nyeri otot kerap terjadi usai berolahraga, khususnya jika Anda baru menjalani program olahraga intensitas berat. Ini tips mengatasinya.
3 Tips Atasi Nyeri Otot Usai Olahraga (Siam.pukkato/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga adalah salah satu cara untuk mendapatkan tubuh sehat dan bugar. Namun, saat seseorang termotivasi untuk hidup sehat dengan berolahraga secara rutin, semangat ini sering terhalang oleh nyeri otot yang didapat usai berolahraga.

Banyak yang akhirnya “kalah” dan memutuskan untuk tak mau lagi berolahraga karena malas berhadapan dengan nyeri otot yang dirasakan setelahnya. Jangan langsung ciut, karena ada cara untuk mengatasi nyeri otot usai berolahraga.

Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, keluhan nyeri otot atau pegal setelah berolahraga, atau istilah medisnya dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS), normal terjadi.

“Khususnya jika Anda sering menjalani program olahraga baru yang berlum pernah Anda lakukan, dengan intensitas berat,” tambah dr. Alvin. Atau bisa juga terjadi pada orang-orang yang sudah lama tidak berolahraga, lalu memutuskan untuk kembali berolahraga.

Mekanismenya, otot yang sudah lama tidak digunakan untuk berolahraga akan meregang lebih banyak daripada biasanya. Ketika otot dipaksa untuk bekerja lebih berat dari biasanya, maka akan terjadi kerusakan mikroskopik. Inilah yang Anda rasakan sebagai nyeri otot.

Berbagai jenis olahraga bisa sebabkan nyeri otot, seperti lari, angkat beban, joging, atau sekadar berjalan kaki jarak jauh atau naik turun tangga. Nyeri otot juga bisa menyerang semua orang, tak terkecuali atlet profesional.

Jika Anda mengalami nyeri otot usai berolahraga, jangan langsung “trauma” dan memutuskan untuk berhenti berolahraga akibat dampak ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari nyeri otot. Biasanya, seiring berjalannya waktu, nyeri akan dengan sendirinya berkurang.

1 of 2

Beberapa tips untuk mengatasi nyeri otot setelah berolahraga

Untuk mencegah nyeri otot, Anda disarankan untuk melakukan pemanasan secara tepat (meski sebetulnya belum ada bukti bahwa ini dapat mencegah DOMS, tapi pemanasan dapat menurunkan risiko terjadinya cedera). “Selain itu, mulailah olahraga secara rutin dengan intensitas yang bisa Anda tambahkan secara bertahap. Dengan begitu, otot akan lebih siap,” saran dari dr. Alvin.

Namun, jika sudah terlanjur menderita nyeri otot pasca berolahraga, atasi dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

1. Kompres hangat atau dingin

Kompres hangat bisa dilakukan dengan menggunakan kantong kompres yang diisi dengan air hangat. Tujuannya adalah untuk membuat otot-otot nyeri menjadi lebih relaks.

Selain kompres hangat, kompres dingin (dengan air dingin atau es batu) juga bisa dilakukan saat nyeri otot. Kompres dingin bermanfaat untuk mengurangi aliran darah ke otot yang radang.

2. Melakukan pijatan

Lakukan pijatan secara perlahan dan menyeluruh di bagian otot yang nyeri. Ini bisa efektif melancarkan aliran darah dan memberikan efek relaksasi. Anda juga bisa menggunakan balsam untuk memijat. Selain itu, pijatan juga dapat membuat tubuh melepaskan hormon endorfin, sehingga rasa nyeri pada otot perlahan akan mereda.

3. Konsumsi obat antinyeri

Obat-obatan juga bisa bermanfaat untuk nyeri otot, misalnya ibuprofen dan natrium diklofenak. Hanya saja, obat-obatan tersebut memiliki efek samping sehingga konsumsinya harus di bawah pengawasan dokter Anda.

Supaya Anda bisa mendapatkan manfaat olahraga yang optimal, kombinasikan juga dengan pola makan sehat. Konsumsilah makanan sehat bergizi lengkap, bila perlu tambahkan suplemen. Konsumsi asam lemak omega-3 karena memiliki efek antiinflamasi dan dapat menurunkan peradangan.

Hingga detik ini, memang belum ada cara yang benar-benar efektif untuk mengatasi nyeri otot usai berolahraga alias DOMS. Umumnya, penanganan dilakukan dengan penggunaan kompres, pemijatan, konsumsi obat antinyeri, serta cukup istirahat. Pada dasarnya DOMS akan membaik dengan sendirinya. Olahragalah secara rutin dengan peningkatan intensitas secara perlahan, sehingga otot akan lebih siap. Jangan sampai motivasi berolahraga Anda jadi drop.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓