Rajin Sikat Gigi, Tapi Kok Tetap Bau Mulut?

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 08 Jan 2019, 12:00 WIB
Menyikat gigi secara rutin dapat menghilangkan bau mulut tak sedap. Tapi jika bau mulut tetap ada, mungkin ini penyebabnya.
Rajin Sikat Gigi, Tapi Kok Tetap Bau Mulut? (Ollyy/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi setiap orang, memiliki kebiasaan menyikat gigi yang rutin sangatlah penting. Hal ini bertujuan untuk memiliki gigi yang bersih dan juga sehat. Tidak hanya itu, dengan rajin menggosok gigi dapat membuat napas menjadi lebih segar sehingga terhindar dari bau mulut.

Bau mulut, atau dalam istilah medis disebut dengan halitosis, merupakan rasa tidak sedap yang dapat berasal dari gigi, mulut, atau faktor lainnya. Kondisi ini dapat hilang, tapi bisa juga menetap di dalam mulut jika tidak dilakukan penanganan secara tepat.

Lalu, bagaimana jika Anda sudah sering menggosok gigi, tapi bau mulut tetap ada? Apa yang menyebabkan hal ini?

Kenali penyebab bau mulut

Bau mulut yang tidak sedap memang dapat mengganggu orang lain dan menurunkan kepercayaan diri seseorang. Penyebab utama bau mulut sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi tersebut dapat dipicu oleh beberapa hal berikut ini:

  1. Kesehatan mulut yang buruk

Jika kesehatan mulut Anda tidak terjaga, bakteri akan banyak bermunculan di mulut. Bakteri ini akan memecah partikel makanan yang terperangkap di dalam mulut dan gigi. Kombinasi antara bakteri dan sisa-sisa makanan inilah yang memunculkan bau mulut tak sedap.

Selain itu, gigi yang berlubang dan dibiarkan lama tanpa perawatan akan menjadi tempat berkumpulnya bakteri sehingga juga dapat memicu bau mulut.

  1. Makanan berbau tajam

Beberapa makanan seperti rempah-rempah, bawang-bawangan, durian, atau kopi dapat menimbulkan bau yang kuat. Setelah makanan tersebut dicerna, mereka akan masuk ke dalam aliran darah dan selanjutnya dibawa ke paru-paru sehingga dapat memengaruhi napas – bahkan dapat bertahan di dalam mulut hingga dua hari lamanya.

  1. Mulut kering

Kondisi mulut kering, atau dalam istilah medis disebut dengan xerostomia, dipengaruhi oleh produksi air liur yang menurun dan bisa memicu bau mulut. Ini karena air liur berfungsi untuk membantu membersihkan mulut dan menghilangkan partikel yang menyebabkan bau tidak sedap.

  1. Penyakit gusi

Penyakit gusi terjadi karena adanya plak yang mengeras lalu menjadi karang gigi. Karang gigi tidak dapat dihilangkan hanya dengan menggosok gigi, tetapi perlu bantuan seorang dokter gigi untuk mengatasinya. Bila hal ini tidak segera ditangani, karang gigi dapat mengiritasi gusi dan menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.

Kebiasaan buruk seperti merokok juga dapat memicu timbulnya penyakit gusi. Menurut penelitian, bau mulut lebih sering terjadi pada perokok aktif.

  1. Masalah pernapasan

Bau mulut dapat muncul karena kebiasaan buruk seperti bernapas dengan mulut. Di samping itu, bau mulut dapat timbul setelah bangun tidur pada pagi hari. Hal ini dikarenakan menurunnya tingkat produksi aliran saliva di dalam mulut atau tidak membersihkan gigi dan mulut pada  malam harinya.

Bau mulut yang disebabkan oleh faktor lokal (kebiasaan merokok, makanan, gigi berlubang, penyakit gusi) dapat diatasi dengan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut dan menghilangkan kebiasaan buruk.

Namun dalam beberapa kasus, bau mulut yang tak kunjung hilang meski faktor lokal sudah diatasi dapat menjadi pertanda kondisi kesehatan yang lebih serius. Bila hal ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter gigi. Ingat, jangan ditunda-tunda agar pengobatannya bisa lebih mudah.

[RS/ RVS]

ardian unggulardian unggul

Penyakit gusi gejalanya seperti apa ya dok..??