Bayi Lebih Baik Tidur di Ruangan Terang atau Gelap?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 08 Jan 2019, 14:20 WIB
Bayi perlu kualitas tidur yang baik agar perkembangannya optimal. Tetapi, lebih baik mana bagi si Kecil, tidur di ruangan terang atau gelap?
Bayi Lebih Baik Tidur di Ruangan Terang atau Gelap? (Oleksandra Darchi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidur adalah kebutuhan utama dari bayi, terutama bagi si Kecil yang masih berusia 0-3 bulan. Kebutuhan tidur si Kecil harus dipenuhi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Hanya saja, mungkin masih banyak orang tua yang bingung, apakah buah hatinya lebih baik tidur di ruang terang atau gelap?

Menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, tidur merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung perkembangan anak, baik secara fisik maupun mental. Jika bayi Anda kurang waktu tidurnya, ia bisa rewel seharian dan bahkan kesulitan untuk minum ASI.

Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua harus berupaya agar si Kecil mendapatkan waktu tidur yang cukup, serta kualitas tidurnya pun dapat mendukung perkembangan otaknya dengan baik. Tapi, mana yang lebih baik bagi si Kecil, tidur di ruangan gelap atau terang?

Pencahayaan terbaik untuk ruang tidur anak

Anda tentu tahu bahwa tidur di ruang gelap sangat dianjurkan oleh para ahli. Sebab, hormon melatonin sebagai hormon yang memiliki peranan penting dalam mengontrol siklus sirkadian (siklus bangun-tidur) diproduksi saat gelap. Produksi melatonin yang terjadi secara regular dapat membuat siklus tidur si Kecil teratur.

Namun, bagi bayi yang baru lahir, sebenarnya tak masalah tidur di ruang gelap atau terang. Hanya saja, ketika sudah menginjak usia 2 bulan, bayi harus mulai dibiasakan untuk tidur di ruangan gelap. Hal ini pun dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

"Pada bayi baru lahir, bayi akan terus tidur dan tidak masalah bila ia tidur di ruangan yang terang atau gelap. Sebab, bayi baru lahir belum punya refleks mata yang bagus. Itulah sebabnya ketika ada orang bergerak, bayi akan terus tidur dan tak terganggu. Jadi, soal ruangan gelap atau terang bukan masalah," ujarnya.

Namun, setelah berusia 2 bulan ke atas atau tepatnya sudah punya refleks mata yang bagus, menurut dr. Vita artinya anak sudah bisa disesuaikan dengan ritme tidur orang dewasa.

“Kalau malam, Anda boleh mulai meredupkan cahaya kamar supaya perkembangan anak lebih baik. Nanti lama-lama bisa dibiasakan agar lampunya dimatikan," sambung dr. Vita.

Durasi tidur yang baik bagi bayi

Selain masalah ruangan gelap atau terang, orang tua juga harus tahu durasi tidur anak sesuai dengan usianya. Sekali lagi, tidur sangat baik untuk perkembangan anak Anda. Oleh karena itu, durasi tidur yang cukup akan membuat tumbuh kembang anak semakin hebat.

Lamanya waktu tidur setiap bayi memang bervariasi tergantung pada masing-masing individu. Hanya saja, secara umum American Academy of Pediatrics dan American Academy of Sleep Medicine mengeluarkan panduan mengenai rentang waktu tidur yang diperlukan oleh seorang anak berdasarkan kelompok usianya, yaitu:

  • Usia 0-1 bulan: 17-20 jam per hari (termasuk tidur siang)
  • Usia 1-3 bulan: 14-17 jam per hari (termasuk tidur siang)
  • Usia 4-12 bulan: 12-16 jam per hari (termasuk 2-3 kali tidur siang)
  • Usia 1-2 tahun: 11-14 jam per hari (termasuk 1-2 kali tidur siang)
  • Usia 3-5 tahun: 10-13 jam per hari (termasuk 1 kali tidur siang)

Nah, kini Anda sudah mengetahui tipe ruangan dengan percahayaan seperti apa yang lebih baik bagi bayi untuk tidur. Nyatanya, ruangan gelap tetap yang terbaik. Di sisi lain, Anda juga perlu memperhatikan durasi tidur si Kecil sesuai dengan kebutuhan usianya. Gunakanlah acuan durasi tidur di atas untuk mengatur jadwal tidur anak Anda. Dengan kualitas tidur yang baik, perkembangan anak Anda pun akan berjalan lebih baik.

[NP/ RVS]