Awas, Kebanyakan Makan Semangka Tak Baik bagi Kesehatan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Jan 2019, 13:45 WIB
Semangka adalah buah favorit Anda? Waspadalah, kebanyakan makan semangka bisa merugikan kesehatan.
Awas, Kebanyakan Makan Semangka Tak Baik bagi Kesehatan (TierneyMJ/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semangka adalah salah satu buah favorit kebanyakan orang. Bagaimana tidak, rasanya yang manis dan segar karena kandungan airnya yang melimpah, makin segar jika dinikmati dingin saat cuaca panas. Karena rasa dan tekstur yang cenderung ringan, banyak orang yang kalap mengonsumsinya banyak-banyak. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kebanyakan makan semangka ternyata juga tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Tak hanya segar dan nikmat, semangka juga diketahui menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Semangka mengandung fitokimia (senyawa kimia alami dari tumbuhan) likopen. Menurut laporan U.S. Africultural Research Service, 1 ½ gelas semangka mengandung 9-13 mg likopen. Pigmen merah tumbuh ini memberikan warna merah pada semangka, sekaligus bekerja sebagai antioksidan untuk mengurangi risiko kanker dan penyakit lainnya.

Semangka juga mengandung potasium (atau kalium) dalam jumlah moderat, mineral yang esensial untuk fungsi seluruh sel tubuh, organ-organ, dan jaringan. Orang dewasa sehat butuh asupan 2.000 mg potasium setiap hari.

Fitokemikal lainnya yang dimiliki semangka adalah citrulline, yang kemudian diubah menjadi arginina, yaitu asam amino pembentuk protein yang dikatakan baik untuk jantung dan sirkulasi.

Efek samping kebanyakan makan semangka

Semangka juga diketahui bebas lemak, rendah kalori, dan sumber vitamin seperti A, B6, dan C. Meski tergolong bernutrisi, tapi kebanyakan makan semangka bisa menimbulkan efek samping. Mulai dari masalah gastrointestinal, hingga gangguan kardiovaskular dan saraf.

  1. Gangguan gastrointestinal

Meskipun likopen dianggap aman dan bermanfaat, 30 mg atau lebih likopen dalam semangka berpotensi menyebabkan efek samping yang merugikan. Mengonsumsi makanan yang tinggi akan likopen, seperti semangka dan tomat, dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. 

American Cancer Society melakukan observasi pada pasien yang mengonsumsi suplemen tinggi likopen 15 mg sebanyak dua kali sehari. Hasilnya, pasien melaporkan masalah pada usus dengan gejala mual, muntah, diare, gangguan pencernaan, dan perut kembung.

  1. Hiperkalemia

Konsumsi makanan yang tinggi potasium, seperti semangka, dapat berdampak buruk pada orang-orang yang terdiagnosis hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah). Hiperkalemia berpotensi menyebabkan efek kardiovaskular seperti detak jantung tidak teratur, denyut nadi yang lemah atau tak ada, henti jantung, serta dapat memengaruhi kontrol saraf dan otot.

Ginjal bertugas menyingkirkan kelebihan potasium dalam tubuh. Namun, dilansir dari MedlinePlus, hiperkalemia sering mengakibatkan kerusakan ginjal. Irisan semangka normal (atau tiga cangkir) mengandung 560 potasium. Jumlah tersebut terlalu banyak untuk orang-orang yang memiliki gangguan ginjal serius.

  1. Impotensi

Menurut peneliti di Universitas Texas A&M, Amerika Serikat, kebanyakan makan semangka bisa menghasilkan efek yang sebanding dengan obat disfungsi ereksi sildenafil. Arginina, diproduksi citrulline setelah konsumsi semangka, dilaporkan dapat menstimulasi oksida nitrat (nitric oxide) yang merelaksasi pembuluh darah dengan cara yang mirip dengan kerja sildenafil. Meski penyebab impotensi beragam, tapi kelebihan oksida nitrat membuat pria membutuhkan peningkatan aliran darah untuk bisa ereksi dan meningkatkan kesehatan jantung pada saat yang bersamaan.

  1. Meningkatkan risiko inflamasi pada hati

Jika Anda kerap mengonsumsi alkohol, sebaiknya hindari konsumsi terlalu banyak semangka. Pasalnya, likopen pada buah ini bisa bereaksi dan menimbulkan inflamasi pada hati pada peminum alkohol rutin.

  1. Tubuh terlalu terhidrasi

Terlalu terhidrasi alias overhydration dapat menyebabkan tubuh kehilangan sodium. Kondisi tersebut bisa berujung pada peningkatan aliran darah, sehingga dapat membuat kaki menjadi bengkak, tubuh kelelahan, dan membuat ginjal lemah.

Meski semangka segar, bebas lemak, rendah kalori, dan bernutrisi, tetapi konsumsilah secara bijak. Ingat, kebanyakan makan semangka tak baik untuk kesehatan. Lima efek samping yang disebutkan di atas bisa Anda jadikan pengingat untuk tidak mengonsumsi semangka secara berlebihan. Jangan cuma makan semangka, konsumsi juga makanan sehat lainnya agar kebutuhan nutrisi harian tubuh Anda terpenuhi, ya!

[RN/ RVS]