Apakah Semua Gangguan Lambung Bisa Diatasi dengan Antasida?

Oleh Ayu Maharani pada 09 Jan 2019, 15:00 WIB
Saat lambung bermasalah, antasida kerap menjadi andalan. Namun, apakah semua gangguan lambung bisa diatasi dengan obat tersebut?
Apakah Semua Gangguan Lambung Bisa Diatasi dengan Antasida? (Magic-mine/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bisa dibilang, sebagian pekerja atau mahasiswa tingkat akhir cukup akrab dengan gangguan lambung, mengingat pola makannya kerap berantakan atau pemilihan jenis makanan yang sembarangan. Akibatnya, gangguan lambung pun kerap terjadi. Obat antasida, baik tablet kunyah maupun cair, selalu siap menjadi pertolongan pertama ketika asam lambung bergejolak. Namun, apakah semua gangguan pada lambung bisa diatasi dengan obat ini?

Mereka yang tidak disarankan untuk mengonsumsi antasida

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ketahuilah bahwa antasida merupakan obat bebas tanpa resep dokter yang dapat membantu menetralkan asam lambung. Dilansir dari Healthline, konsumsi antasida aman untuk kebanyakan orang.

Meski demikian, orang-orang dengan kondisi medis tertentu seperti gagal jantung tak boleh mengonsumsinya tanpa pengawasan dokter. Ini karena antasida mengandung banyak natrium. Penderita gagal jantung punya batasan konsumsi natrium untuk mencegah penumpukan cairan.

Bukan cuma untuk penderita gagal jantung, antasida juga kurang baik dikonsumsi oleh penderita gagal ginjal, karena bisa menumpuk aluminium dalam ginjal. Kondisi tersebut dapat berujung pada keracunan aluminium. Konsumsi antasida pada penderita gagal ginjal secara sembarangan bisa berdampak pada ketidakseimbangan elektrolit.

Kondisi apa saja yang bisa diatasi dengan antasida?

Antasida bisa mengatasi berbagai gangguan lambung, meliputi:

  • Refluks asam, yang memiliki gejala rasa pahit di lidah, batuk kering yang sukar sembuh, nyeri saat berbaring, sulit menelan, dan nyeri ulu hati.
  • Meredakan sensasi terbakar di dada dan tenggorokan.
  • Meredakan kembung akibat banyak gas di dalam perut.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, memang benar bahwa antasida bisa mengurangi beberapa gejala di atas. Namun, untuk penyakit lambung seperti GERD (gastroesophageal reflux disease), yaitu naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan, konsumsi antasida saja tidak cukup untuk mengatasi ketidaknyamanan yang dialami penderita.

“Saat seseorang mengalami GERD, obat-obatan yang diperlukan bukan cuma antasida, tapi juga ranitidin dan omeprazole. Kalau hanya mag biasa atau gangguan lambung yang tidak parah, barulah antasida bisa bekerja efektif,” ungkap dr. Dyah.

Perlu diketahui bahwa banyak jenis antasida mengandung kalsium. Jika obat tersebut dikonsumsi lebih lama atau lebih sering dari yang dianjurkan, Anda bisa mengalami overdosis kalsium. Kondisi tersebut dapat menyebabkan mual, muntah, perubahan status mental, dan batu ginjal.

Kelebihan kalsium dalam tubuh juga dapat mengakibatkan alkalosis. Kondisi ini membuat tubuh tidak bisa memproduksi cukup asam untuk bisa berfungsi dengan baik.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Antasida memang dapat mengatasi gejala kelebihan asam lambung. Namun, gejala tersebut juga bisa jadi lebih serius.

Sakit perut juga bisa menjadi gejala penyakit GERD atau tukak lambung. Pada dua kondisi tersebut, antasida hanya bisa menenangkan, bukan menyembuhkan. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tak mereda setelah mengonsumsi dosis antasida yang direkomendasikan selama dua minggu, segera temui dokter.

Meski antasida dijual bebas tanpa resep dokter, tapi bukan berarti bisa digunakan sembarangan dalam mengobati gangguan lambung. Untuk Anda yang memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat terbaik guna mengobati gangguan lambung yang Anda alami.

[RN/ RVS]

Nita KarlinaNita Karlina

apakah bleh minum rebusan air kulit manggis