Kaki Bengkak Saat Hamil, Haruskah Khawatir?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 11 Jan 2019, 10:45 WIB
Kaki bengkak saat hamil umum terjadi. Namun, jika mengalami beberapa gejala ini, Anda perlu khawatir.
Kaki Bengkak Saat Hamil, Haruskah Khawatir? (Lightwavemedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi kaki bengkak saat hamil merupakan keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil, umumnya terjadi pada usia kehamilan minggu ke-22 hingga tiba masa persalinan. Keadaan ini merupakan hal yang lumrah terjadi dan kebanyakan kasus tak perlu dikhawatirkan.

Selama masa kehamilan, tubuh memproduksi darah dan cairan tubuh lebih banyak hingga 50 persen ketimbang saat sebelum hamil. Tujuannya agar kebutuhan perkembangan bayi di dalam kandungan terpenuhi, sekaligus membantu mempersiapkan rongga panggul dan jaringan sekitarnya pada saat pembukaan di masa melahirkan. Akibatnya, tubuh akan membengkak karena menahan banyak cairan di beberapa bagian, seperti di kaki (lutut ke bawah), tangan, atau wajah.

Penyebab lain kaki bengkak saat hamil adalah dampak dari perkembangan rahim, yang memberikan tekanan pada pembuluh darah balik balik pelvis (vena pelvis) dan pembuluh darah besar pada sisi kanan tubuh, yang membawa darah dari organ ke jantung (vena cava). Akibatnya, tekanan pada vena pelvis dan vena cava aliran darah dari kaki ke jantung menjadi lambat, menumpuk, lalu menekan cairan dari pembuluh darah vena ke jaringan yang ada di kaki. Kaki pun menjadi bengkak.

Mengurangi kaki bengkak saat hamil

Umumnya, bengkak pada kaki akan berkurang dan perlahan menghilang setelah melahirkan, bergantung pada kemampuan tubuh dalam mengurangi kelebihan cairan. Jika Anda tengah hamil dan mengalami kaki bengkak, lakukanlah beberapa tips di bawah ini untuk mengurangi pembengkakan.

  • Berbaring miring ke kiri untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah balik (vena). Hal ini disebabkan karena letak vena cava berada di sisi kanan tubuh. Maka dari itu, berbaring di sisi tubuh bagian kiri merupakan cara yang baik untuk mengurangi pembengkakan.
  • Angkat kedua kaki ke atas.
  • Hindari menyilangkan kaki saat duduk.
  • Saat duduk, sering-seringlah meregangkan kaki. Caranya, buat gerakan memutar pada tumit dan gerakkan jari-jari kaki.
  • Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Selingi dengan berjalan untuk menjaga aliran darah agar tidak terkumpul di anggota gerak tubuh bagian bawah.
  • Gunakan sepatu yang nyaman dan tidak sempit.
  • Jangan gunakan kaus kaki atau stoking yang memberikan tekanan pada kaki.
  • Gunakan stoking khusus ibu hamil pada malam hari. Gunanya untuk mencegah pengumpulan darah di area sekitar tumit. 
  • Perbanyak asupan air putih untuk membantu tubuh mempertahankan cairan.
  • Hindari bepergian terlalu lama jika cuaca sangat panas dan terik.
  • Meski sedang hamil, usahakan untuk rutin berolahraga seperti jalan kaki atau berenang. Olahraga teratur, terutama berenang, dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki yang mengalami pembengkakan.
  • Kurangi asupan garam dari makanan dan sebisa mungkin hindari makanan cepat saji.
1 of 2

Kapan kaki bengkak saat hamil harus diwaspadai?

Meskipun kaki bengkak saat hamil bisa wajar terjadi, tapi Anda harus khawatir jika disertai gejala di bawah ini:

  • Bengkak disertai sakit kepala dan penglihatan buram

Kondisi ini merupakan tanda dari gejala preeklamsia, yaitu pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah tinggi, bengkak di jari kaki, dan terdapat protein dalam urine (proteinuria). Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang serius.

Untuk janin di dalam kandungan, preeklamsia dapat gangguan pertumbuhan. Pada ibu hamil, kondisi ini dapat mengakibatkan kejang.

  • Bengkak terjadi di salah satu kaki

Jika pembengkakan hanya terjadi di salah satu kaki, ini bisa jadi tanda terjadinya pembekuan darah. Bila gumpalan darah menyebar sampai ke organ-organ vital, seperti jantung, otak, atau paru-paru, maka kondisi ini bisa mengancam nyawa ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Kaki bengkak saat hamil merupakan kondisi yang lumrah terjadi dan kebanyakan tidak perlu dikhawatirkan, karena akan perlahan menghilang setelah melahirkan. Namun, Anda perlu khawatir jika pembengkakan disertai sakit kepala dan penglihatan buram, serta hanya terjadi pada satu kaki. Jika itu terjadi, lebih baik periksakan diri ke dokter agar bisa secepatnya ditangani.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓