6 Penyakit Akibat Obesitas Rawan Dialami Wanita 350 kg di Kalteng

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 11 Jan 2019, 14:00 WIB
Berita tentang kasus obesitas yang dialami wanita 350 kg di Kalimantan Tengah cukup mencengangkan. Ia terancam mengalami penyakit ini.
6 Penyakit Akibat Obesitas Rawan Dialami Wanita 350 kg di Kalteng (Foto: Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Titi Wati, ibu dari satu anak di Kalimantan Tengah ini tengah menjadi sorotan. Apa yang membuatnya menjadi perbincangan adalah bobotnya yang mencapai 350 kg. Dengan bobot sebesar itu, tentunya wantia berusia 37 tahun ini mengalami banyak kesulitan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Dilansir Liputan6.com, Titi Wati hanya bisa duduk dan berbaring di kamarnya. Kondisi yang dialami Titi ini terbilang ekstrem, masuk dalam kategori obesitas morbid. Jika tidak segera ditangani, ada beberapa penyakit yang mengintai.

Apa itu obesitas morbid?

Obesitas morbid merupakan kondisi yang mengacu pada obesitas yang mengganggu aktivitas normal atau fungsi fisiologis. Untuk menentukan jenis obesitas, dapat dilakukan perhitungan indeks massa tubuh dengan rumus: berat badan (kg) dibagi tinggi (m), lalu dikuadratkan. Jika hasil yang didapat 37,5 atau lebih, maka ini dikelompokkan sebagai obesitas morbid. Perlu diketahui juga apakah penyebab obesitas ini adalah karena didasari penyakit tertentu (misalnya gangguan metabolisme bawaan) atau murni karena faktor gaya hidup.

Dirangkum dari berbagai media, Titi mengaku sangat terganggu dengan obesitas yang sudah dialaminya selama 6 tahun belakangan. Ia mengaku dulu memiliki tubuh ideal. Namun, akibat kebiasaan ngemil yang berlebihan (yang kepada media ia mengakui menyukai gorengan), bobotnya pun terus-menerus naik. Kabar baiknya, Titi tengah dipersiapkan untuk menjalani serangkaian program di rumah sakit sebagai upaya untuk mengurangi berat badannya.  

Penanganan obesitas morbid memerlukan tindakan operasi bariatrik atau operasi pengurangan ukuran lambung  atau pengecilan lambung, pengikatan lambung agar cepat merasa kenyang, serta bypass ukuran lambung langsung ke usus kecil, sehingga mengurangi penyerapan kalori. Selain operasi, perlu juga diperhatikan pola makan dan olahraga serta obat-obatan khusus seperti orlistat.

1 of 2

Komplikasi kesehatan yang mengancam obesitas morbid

Obesitas ini tentunya memiliki berbagai komplikasi kesehatan yang perlu diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang mengintai:

  1. Osteoartritis

Sendi tulang berfungsi menopang berat badan ketika berdiri ataupun berjalan. Saat berat badan berlebih hingga obesitas, kondisi ini dapat mengakibatkan sendi mengalami deformitas hingga perubahan bentuk permanen.

  1. Kolesterol dan penyakit jantung

Pola makan yang tidak terkontrol, cenderung berlebihan, dapat memicu abnormalitas dari kolesterol dalam darah. Ketika kadar kolesterol tinggi, maka ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular.

  1. Stroke

Penderita obesitas morbid dapat mengalami stroke, baik iskemik maupun hemoragik.

  1. Sindrom metabolik

Kelainan metabolik seperti diabetes dan tekanan darah (tinggi) hipertensi dapat ditemukan pada pasien dengan berat badan berlebih.

  1. Sleep apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur berupa berhentinya napas dalam periode waktu tertentu. keadaan ini dapat menyebabkan penurunan suplai oksigen ke otak, dan tentu saja bisa membuat kualitas tidur menurun.

  1. Gangguan reproduksi

Pada penderita obesitas morbid juga dapat mengalami kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS), yang ditandai dengan tidak terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur yang siap untuk dibuahi). Selain itu, dapat pula ditemukan resitensi insulin, yang selanjutnya akan memengaruhi kesuburan seorang wanita. Pada penderita obesitas morbid pria juga bisa ditemukan kasus impotensi dan infertilitas.

Selain penyakit-penyakit yang disebutkan di atas, obesitas morbid juga bisa mengakibatkan kondisi di bawah ini:

  • Depresi hingga keinginan bunuh diri
  • Permasalahan terhadap kehidupan seks
  • Terisolasi oleh lingkungan
  • Penurunan ekonomi (tidak lagi dapat berkerja)
  • Malu dan tidak percaya diri

Tentunya warga Kalimantan Tengah dan seluruh masyarakat Indonesia tak ada yang menginginkan Titi mengalami kondisi-kondisi di atas. Nantinya, setelah berhasil menjalani operasi, diharapkan berat badan Titi – yang saat ini mengalami obesitas - bisa berangsur turun dengan diet sehat bergizi lengkap, olahraga teratur, istirahat cukup, serta menghindari stres. Peran keluarga pun juga akan berdampak besar untuk terus memberikan semangat untuk Titi. Titi, kamu bisa!

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓