Pengecilan Lambung, Solusi bagi Kasus Obesitas Wanita 350 kg?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 11 Jan 2019, 14:25 WIB
Operasi pengecilan lambung dapat menjadi salah satu solusi menurunkan berat badan orang obesitas, termasuk bagi wanita 350 kg di Kalteng.
Pengecilan Lambung, Solusi bagi Kasus Obesitas Wanita 350 kg? (Sciencepics/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Titi Wati, seorang wanita berusia 37 tahun di Kalimantan Tengah, hanya bisa terbaring di rumahnya. Ia tidak dapat menjalankan aktivitas harian dengan leluasa akibat mengalami obesitas. Saat ini, wanita 350 kg ini masih menunggu kabar dari pihak rumah sakit yang menjanjikan operasi pengecilan lambung untuk dirinya.

Operasi pengecilan lambung, atau disebut juga dengan laparoscopic sleeve gastrectomy, memang salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk orang dengan obesitas. Namun, apakah cara ini benar-benar efektif? Apa saja keuntungan dan kerugian dari tindakan ini?

Jika berhasil, operasi pengecilan lambung akan membuat pasien merasakan kenyang lebih cepat. Mereka pun tidak memiliki banyak keinginan untuk mengonsumsi berbagai makanan. Tindakan operasi ini memotong lambung hingga 75%, dan mengambil bagian dari perut yang memproduksi hormon ghrelin. Untuk diketahui, hormon inilah yang dapat membuat seseorang merasakan lapar.

Berikut ini beberapa keuntungan dan kerugian dari operasi pengecilan lambung:

Keuntungan operasi pengecilan lambung:

  • Penurunan berat badan lebih cepat dibandingkan dengan jenis operasi lain yang berkaitan dengan penurunan berat badan.
  • Risiko operasi lebih sedikit dibandingkan dengan operasi bypass lambung.
  • Tidak menggunakan alat implan ke dalam tubuh pasien.

Kerugian operasi pengecilan lambung:

  • Jenis operasi ini tidak dapat mengembalikan lambung ke ukuran normal.
  • Komplikasi setelah operasi lebih tinggi dibandingkan dengan operasi lambung jenis Lap-Band.

Syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan jenis operasi ini adalah yang mempunyai indeks massa tubuh di atas 35. Jika penderita memiliki penyakit penyerta (diabetes mellitus, kolesterol tinggi, dll), ia bisa melakukan operasi meski indeks massa tubuhnya 30. Sedangkan usia penderita yang diperbolehkan antara 18–65 tahun.

1 of 2

Bagaimana cara melakukan operasi pemotongan lambung?

Saat operasi, dokter bedah akan membuat luka kecil di perut lalu memasukkan laparoskop (semacam kamera kecil yang dapat mengirim gambar di layar monitor). Setelah laparoskop masuk, dokter akan memasukkan alat medis lain, lalu memotong dan mengangkat sekitar 75% bagian lambung sehingga yang tersisa akan disatukan kembali menjadi bentuk tabung.

Usai operasi dilakukan, pasien diharuskan menjalankan beberapa aturan makan seperti berikut:

  • Mengurangi porsi makan.
  • Mengonsumsi makanan yang dihaluskan.
  • Minum air atau cairan apa pun setengah jam setelah makan.
  • Kunyah makanan dengan saksama sebelum ditelan, agar bentuknya benar-benar halus dan mudah dicerna oleh organ pencernaan.
  • Menghindari minum saat makan karena akan membuat perut terasa sangat penuh.
  • Menghindari minuman bersoda, kafein, dan camilan yang mengandung banyak gula serta lemak.
  • Menghindari makanan yang digoreng, roti putih (roti tawar), dan beragam makanan yang kalorinya terlalu tinggi.
  • Konsumsi suplemen vitamin dan mineral bila memang diperlukan.

Setelah operasi pengecilan lambung dilakukan, berat badan pasien tidak langsung turun namun membutuhkan waktu 1-2 tahun sampai mencapai berat badan yang ideal. Jenis operasi ini tidak akan berhasil jika pasien tidak memiliki keinginan kuat untuk menurunkan berat badan dan motivasi untuk selamanya menjalankan pola hidup sehat. Pasien tetap harus menjaga asupan makanan, olahraga setiap hari minimal 30 menit, tidur cukup, dan menghindari kebiasaan merokok serta minum alkohol.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓