3 Tips agar Anak Tak Mudah Cedera Saat Olahraga

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 12 Jan 2019, 16:00 WIB
Aktivitas fisik anak, khususnya saat berolahraga, rentan membuatnya cedera. Hindari kemungkinan tersebut dengan menerapkan tiga tips ini.
3 Tips agar Anak Tak Mudah Cedera Saat Olahraga (SeventyFour/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Akhir pekan bisa menjadi momen yang penting bagi Anda dan keluarga. Banyak aktivitas fisik yang bisa dilakukan untuk mengisi libur akhir pekan, salah satunya olahraga. Namun begitu, adanya aktivitas fisik saat olahraga, seperti lari, basket, atau bulu tangkis, rentan menyebabkan cedera pada anak. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk melindungi anak dari cedera.

Cedera umum yang dihadapi anak biasanya bukan cedera akut, seperti patah tulang atau gegar otak, tapi cedera yang disebabkan oleh penggunaan otot, tendon, serta ligamen. Salah satu penyebab adalah kurangnya persiapan secara matang.

Jadi persiapan apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anak cedera saat berolahraga? Simak tiga tips berikut, seperti dilansir dari Parent.com.

  1. Memilih jenis olahraga yang tepat untuk anak

Pada saat berolahraga, anak Anda bisa jadi menunjukkan talenta khusus terkait motorik kasar pada bidang olahraga tertentu. Tentu ini merupakan pertanda yang bagus. Namun begitu, jangan hanya fokuskan satu jenis kegiatan olahraga pada anak Anda.  

Orang tua dianjurkan untuk terlebih dahulu bertanya kepada dokter terkait jenis olahraga yang tepat untuk sang buah hati. Pasalnya, apabila tidak ditangani dengan tepat, berolahraga dengan cara yang salah dapat menyebabkan stres pada otot anak.

  1. Menyiapkan peralatan olahraga dan pelindung

Sebagai antisipasi, siapkan peralatan pelindung untuk anak Anda, seperti helm, sepatu khusus, dan pelindung lutut serta siku. Jelaskan kepada anak fungsi dari peralatan perlindung tersebut dan cara menggunakannya agar dia tidak lupa untuk selalu mengenakannya saat akan berolahraga.

Pastikan untuk mengecek kondisi peralatan olahraga dan pelindungnya untuk memastikan segalanya masih berfungsi baik. Tak lupa, sesuaikan alat pelindung tersebut dengan ukuran tubuh sehingga tidak mengalami lecet karena terlalu pas atau bahkan longgar serta mudah lepas.

  1. Pastikan anak menyukainya

Ketika anak Anda berolahraga dan mulai mengeluh, segera tanggapi dan tanyakan mengapa dia merasa tidak nyaman. Ini bisa jadi pertanda bahwa si Kecil merasa beban olahraga tersebut terlalu keras, atau mungkin memang pada dasarnya dia tidak suka dan ingin segera menyudahi.

Seperti yang diucapkan oleh Nirav Pandya, asisten profesor klinis bedah ortopedi di Rumah Sakit Anak-Anak UCSF Benihoff, Anda harus memastikan anak-anak ingin melakukan olahraga karena suka, merasa nyaman, dan ingin meningkatkan kesehatan tubuhnya.

Pentingnya olahraga bagi anak

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, beraktivitas fisik dan berolahraga secara rutin yang dilakukan oleh anak-anak pada rentang usia sejak lahir hingga lima tahun memiliki efek yang luar biasa bagi kesehatan.

“Dampak positif yang ditimbulkan di antaranya menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lemak tubuh, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, dapat memperbaiki pembentukan tulang, memperbaiki kemampuan kognitif, sosial, dan emosional,” dr. Melyarna menjelaskan.

Membangun kebiasaan sejak dini untuk berolahraga adalah penting bagi masa depan anak. Karena itu, jangan ragu untuk memulai berolahraga. Selain tiga tips di atas, penting juga bagi Anda untuk mengajak anak melakukan gerakan pemanasan sebelum berolahraga.

Pemanasan sebelum berolahraga bertujuan “memanaskan” otot agar tidak terjadi kram saat berolahraga. Dengan ini, kemungkinan anak dan Anda terkena cedera saat berolahraga pun semakin kecil. Agar Anda dan seluruh anggota keluarga selalu sehat, yuk, ajak si Kecil terlibat dalam setiap kegiatan olahraga Anda!

[HNS/ RVS]