Belum Haid di Usia 15 Tahun? Ini Penyebabnya

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 12 Jan 2019, 14:00 WIB
Apakah anak perempuan Anda sudah haid atau menstruasi hingga usianya 15 tahun? Jika belum, waspada. Mungkin ini yang jadi penyebabnya!
Belum Haid di Usia 15 Tahun? Ini Penyebabnya (Branislav Nenin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebanyak 98 persen remaja perempuan telah mengalami haid atau menstruasi saat usianya menginjak 15 tahun. Bagaimana dengan anak perempuan Anda? Apakah ia sudah haid hingga rentang usia tersebut, atau justru belum sama sekali?

Perlu diketahui, haid merupakan salah satu tanda bahwa organ reproduksi berfungsi dengan normal. Dengan kata lain, seorang perempuan dianggap subur atau mampu hamil bila sudah mengalami haid.

Menarche atau terjadinya haid yang pertama kali muncul sekitar 2–3 tahun setelah thelarche atau tumbuhnya tunas payudara. Usia mulainya haid bervariasi antara usia 10–15 tahun, namun rata-rata terjadi di usia 12 tahun.

Namun, bila haid tak juga terjadi setelah berusia 15 tahun, maka seorang remaja perempuan tersebut dianggap mengalami amenore primer. Dengan catatan, pertumbuhan fisik normal dan terdapat tanda perkembangan seks sekunder, seperti tumbuhnya tunas payudara serta tumbuhnya rambut ketiak dan kemaluan.

Penyebab haid tak kunjung dimulai

Sebagian besar penyebab amenore primer didasari oleh adanya kelainan genetik atau gangguan anatomi pada organ reproduksi. Berikut adalah daftar penyebab yang pernah ditemukan pada kasus anak perempuan tidak haid sampai usia 15 tahun:

  • Sindrom Turner, yang membuat perkembangan organ reproduksi tidak sempurna (43 persen).
  • Agenesis Müllerian, yakni tidak terbentuknya vagina yang juga bisa diikuti dengan tidak terbentuknya rahim (15 persen).
  • Pubertas yang terlambat akibat gangguan fungsional atau penyakit tertentu (14 persen).
  • Sindrom ovarium polikistik (7 persen).
  • Kekurangan gonadotropin-releasing hormone (GnRH), yang merupakan pemicu perkembangan organ dan hormon (5 persen).
  • Kelainan septum vagina (3 persen).
  • Adanya gangguan makan, seperti bulimia atau anoreksia (2 persen).
  • Hipopituarisme, atau kelainan kelenjar hipopituitari pada otak yang mengatur fungsi hormon reproduksi (2 persen).

Penyebab lain yang lebih jarang (kurang dari 1 persen), yaitu selaput dara yang menutupi lubang vagina (himen imperforata), hiperplasia adrenal kongenital, hipotiroidisme, gangguan sistem saraf, dan penyakit Cushing.

Selain penyebab-penyebab tersebut, ada beberapa faktor yang turut meningkatkan risiko seorang remaja perempuan mengalami amenore primer. Di antaranya, riwayat keluarga dengan kondisi yang sama dan aktivitas fisik yang berlebihan seperti pada atlet profesional yang kerap mengalami gangguan pubertas.

Haruskah khawatir?

Amenore primer bukanlah kondisi yang normal, karena itu tak boleh dianggap remeh. Bila dibiarkan, risiko terburuk adalah infertilitas atau gangguan kesuburan yang dapat membuat seorang wanita sulit hamil di kemudian hari.

Amenore primer sebenarnya dapat diobati, asalkan penyebabnya jelas diketahui. Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi segera bila haid tak juga di dimulai di usia 15 tahun pada remaja perempuan yang tumbuh kembang fisiknya normal. Pada kasus lain, evaluasi perlu dimulai pada usia 13 tahun, yakni bila haid belum muncul dan tidak ada tanda perkembangan seks sekunder.

Apa yang perlu diperiksa?

Evaluasi dilakukan melalui wawancara medis menyangkut riwayat kehamilan dan persalinan ibu, serta riwayat kesehatan dan riwayat amenore dalam keluarga pasien. Dokter juga akan memeriksa ada tidaknya tanda-tanda yang menyertai keluhan amenore, seperti keluarnya cairan seperti susu dari puting payudara, kerontokan rambut, sakit kepala, gangguan penglihatan, tumbuhnya rambut yang berlebihan di wajah dan di dada, nyeri perut bawah, serta jerawat.

Berdasarkan hasil wawancara dan pemeriksaan fisik, barulah ditentukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk membantu menentukan diagnosis penyebab amenore primer. Pada tahap ini, pasien umumnya akan mendapatkan pemeriksaan darah untuk melihat kadar beberapa hormon yang terkait dan USG kandungan. Pada kasus-kasus tertentu, dibutuhkan pula MRI kepala untuk menentukan ada tidaknya kelainan pada kelenjar di otak yang memengaruhi perkembangan organ reproduksi.

Bila Anda atau memiliki anak remaja perempuan dengan amenore primer, jangan tunda untuk berobat ke dokter spesialis kandungan. Jangan buru-buru cemas akan ini dan itu. Pada prinsipnya, kondisi belum haid setelah berusia 15 bisa diatasi selama penyebabnya jelas diketahui.

[NB/ RVS]