Kenali Beda Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 13 Jan 2019, 15:00 WIB
Intoleransi makanan sering dianggap sebagai alergi makanan. Padahal, keduanya adalah jenis gangguan kesehatan yang berbeda.
Kenali Beda Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan (Pormezz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat seseorang mengonsumsi makanan dan timbul gangguan kesehatan seperti kulit gatal, ruam merah, bahkan muntah, bisa jadi orang tersebut mengalami alergi makanan. Kondisi ini berbeda dengan yang dimaksud dengan intoleransi makanan.

Kondisi alergi makanan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah adanya riwayat alergi makanan pada keluarga. Jika orang tua atau kerabat memiliki kondisi demikian, maka risiko Anda terkena alergi makanan bisa dibilang cukup tinggi. Hal ini kemudian dijelaskan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedsc. Hons., dari KlikDokter.

“Alergi makanan kebanyakan disebabkan oleh susu sapi, telur, dan kacang. Selain itu, makanan yang banyak mengandung protein seperti udang dan ikan juga dapat menimbulkan reaksi alergi,” ujarnya.

Lebih dari kulit dan pencernaan, alergi makanan juga dapat menimbulkan gangguan pada mata, hidung, serta saluran pernapasan. Meski begitu, fakta menyebutkan bahwa kondisi serupa bisa terjadi sebagai efek dari intoleransi makanan. Hal inilah yang akhirnya membuat orang awam kesulitan untuk membedakannya.

Perbedaan alergi dan intoleransi makanan

Sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Network Open, menunjukkan bahwa banyak orang yang mengalami kekhawatiran terkena alergi. Namun, dari sekitar 40 ribu jiwa di Amerika misalnya, diketahui hanya 10 persen saja yang menderita alergi makanan.

Hampir dua kali lipat dari angka tersebut berpikir bahwa mereka mengalami alergi makanan, sementara gejala yang dialami justru mengarah pada intoleransi makanan. Ya, ciri khas seperti diare, sakit perut dan perut kembung juga bisa terjadi saat Anda mengalami intoleransi terhadap makanan.

Alergi makanan pada dasarnya disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh. Sementara, seseorang yang mengalami intoleransi makanan kehilangan enzim pencernaan yang lantas menimbulkan respons negatif pada organ pencernaan. Serupa dengan alergi, kondisi intoleransi makanan akan timbul setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Perbedaan ini dapat dilihat ketika seseorang memiliki alergi makanan, dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein yang dianggap tak sehat. Tubuh memandang asupan protein sebagai benda berbahaya. Akibatnya, akan timbul reaksi yang mirip dengan alergi makanan, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Perbedaan yang paling mencolok adalah pada tahap lanjut, kondisi alergi makanan dapat mengancam jiwa yang kerap disebut anafilaksis. Namun, pada kasus intoleransi makanan, efek yang terjadi tak sampai mematikan seperti pada alergi makanan. Untuk menghindari kondisi tersebut, Anda perlu mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari.

1 of 2

Cara mudah mengetahui alergi makanan dan intoleransi makanan

Sebagai upaya mengatasi alergi makanan, Anda perlu mengetahui makanan apa saja yang menimbulkan reaksi tertentu. Perhatikan secara seksama asupan sehari-hari Anda untuk menemukan jenis makanan apa yang sebaiknya Anda hindari.

“Bila sulit diidentifikasi, dokter kerap melakukan uji cukil kulit dan pemeriksaan darah. Dari hasil pemeriksaan akan diketahui penyebab alergi, maka yang harus dilakukan adalah menghindari zat yang menyebabkan reaksi alergi,” ujar dr. Jesslyn.

Setelah melakukan pemeriksaan baik lewat kulit atau darah, Anda akan diberi obat yang mengandung antihistamin untuk mengatasi gejala alergi. Meski begitu, hindari mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu panjang, karena tidak baik untuk kesehatan ginjal Anda.

Sama halnya dengan alergi makanan, pada kasus intoleransi makanan, asupan yang memicu sakit perut, kembung, mual dan muntah juga harus dihindari. Metode untuk mengetahui makanan yang menimbulkan reaksi juga sama seperti pada kasus alergi makanan.

Pada kondisi yang sudah parah, terkadang intoleransi makanan juga dapat menimbulkan keluhan sakit kepala serta perasaan gelisah yang mengganggu.

Dengan mengetahui jenis makanan yang dapat memicu alergi makanan dan intoleransi makanan, Anda dapat lebih berjaga-jaga agar terhindar dari efek negatif terhadap kedua masalah kesehatan tersebut.

Kini Anda telah mengetahui perbedaan antara alergi makanan dan intoleransi makanan. Saat timbul berbagai gejala di atas, pastikan diagnosis Anda dengan memeriksakan diri ke dokter. Sehingga, penanganan yang Anda peroleh pun tepat, dan gangguan kesehatan tak mudah kambuh.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓