Kondisi Mood Ayah Memengaruhi Perkembangan Anak?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 14 Jan 2019, 14:11 WIB
Tak cuma ibu, nyatanya mood ayah juga dapat memengaruhi perkembangan anak. Ini dia penjelasannya.
Kondisi Mood Ayah Memengaruhi Perkembangan Anak? (VGstockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai orang tua, baik ibu maupun ayah, keduanya memiliki peran krusial dalam tumbuh kembang anak. Tak hanya mood ibu yang bisa memengaruhi perkembangan anak (dan seluruh anggota keluaraga), begitu juga ayah. Ini tertuang dalam studi yang dilakukan oleh Universitas Negeri Michigan, Amerika Serikat.

Dilansir dari Parents, studi yang diterbitkan dalam jurnal “Early Childhood Research Quarterly and Infant and Child Development” ini menyebutkan, ada hubungan yang kuat antara suasana hati para ayah dengan kesehatan mental serta perkembangan anak-anak, baik mental maupun perilaku. Ini cukup mengejutkan karena biasanya tumbuh kembang anak lebih banyak “dibebani” pada sang ibu.

Besarnya pengaruh mood ayah terhadap perkembangan anak

Pada studi ini, peneliti mengamati sejumlah 730 keluarga yang mayoritas berpenghasilan rendah dan mengalami stres terkait pola asuh. Studi ini menggunakan kuesioner dengan pernyataan seperti, “Saya merasa terperangkap oleh tanggung jawab sebagai orang tua” atau “Kadang saya merasa anak saya tidak menyukai saya”.

Studi mengenai hal ini mengamati 730 keluarga, terutama yang berpenghasilan rendah dan stres terkait gaya pengasuhan mereka. Para peneliti kemudian menggunakan kuesioner yang meminta peserta menilai pernyataan seperti: "Saya merasa terjebak oleh tanggung jawab saya sebagai orang tua" atau "Kadang-kadang saya merasa anak saya tidak menyukai saya".

Berdasarkan kuesioner tersebut, para peneliti menentukan bahwa ketika ayah secara signifikan tertekan dan menunjukkan gejala depresi, anak mereka akan mengalami gangguan perkembangan bahasa.

Secara spesifik, anak-anak memiliki keterampilan bahasa yang lebih lemah pada usia 3 tahun. Temuan studi adalah: meski skor tes kognisi ditemukan lebih rendah pada anak laki-laki maupun perempuan, tapi pengaruh dari ayah yang disebutkan lebih dirasakan anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Juga menarik untuk diketahui, meskipun mood positif ibu turut diperhitungkan, tapi pengaruh mood ayah juga masih penting.

Studi juga menemukan bahwa kesehatan mental ibu dan ayah secara umum memiliki efek yang sama signifikannya pada masalah perilaku balita. Menariknya, depresi yang dialami kaum ayah saat anaknya masih balita lebih berpengaruh pada kemampuan sosial anak di kemudian hari ketimbang depresi yang dialami kaum ibu.

Mengenai temuan studi, pemimpin studi, Claire Vallotton, Ph.D., rekan profesor perkembangan anak di Universitas Negeri Michigan berkomentar, “Ada gagasan umum yang tertanam dari penelitian-penelitian yang lalu, yang  menyebut bahwa para ayah tak memiliki pengaruh langsung kepada anak-anaknya. Namun, studi ini menemukan sebaliknya, bahwa ayah memiliki pengaruh langsung terhadap anak, baik jangka pendek maupun jangka panjang.”

Untuk para ayah, kelola stres lebih baik!

Para peneliti menganjurkan para ayah di luar sana - apalagi yang sedang atau sering merasa tertekan - untuk dapat bisa mengelola stresnya dengan baik, dan tidak mengesampingkan hubungannya dengan anak. Ini karena banyak ayah yang tidak sadar bahwa stres yang dialaminya berdampak pada perkembangan anak. Kondisi tersebut nantinya dapat menghambat kemampuan kognitif dan memunculkan masalah perilaku. Temuan ini tentunya relevan dengan masa kini karena sudah mulai banyak ayah yang mengambil bagian lebih besar dalam hal mengasuh anak. 

Bagi anak, ayah sama pentingnya dengan ibu, sehingga para ayah juga tak boleh menyepelekan hal ini. Ingat, mood ayah juga bisa memengaruhi perkembangan anak. Jika memang stres yang dirasakan terlalu berat, bicarakan hal ini dengan pasangan, dan bila perlu minta bantuan tenaga profesional untuk mengatasinya sebelum makin parah. Apabila kondisi ini berlangsung terus, bukan lagi kesehatan fisik dan mental ayah yang dapat terdampak, tapi juga tumbuh kembang anak di kemudian hari.

[RN/ RVS]