3 Penyakit Ini Picu Gangguan Gigi dan Mulut

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 15 Jan 2019, 07:45 WIB
Sejumlah penyakit pada tubuh ternyata dapat berdampak buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut.
3 Penyakit Ini Picu Gangguan Gigi dan Mulut (Halfbottle/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semua organ dan sistem yang ada di dalam tubuh Anda saling berhubungan dan bekerja sama. Contohnya, jika gigi sakit, Anda mungkin akan mengalami peningkatan suhu tubuh yang dianggap orang sebagai demam. Demikian pula jika Anda mengidap penyakit kronis. Jika tak terkontrol, kondisi tersebut sangat dapat memicu gangguan pada gigi dan mulut.

Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda:

  1. Diabetes

Diabetes akan memengaruhi kemampuan tubuh Anda dalam memanfaatkan glukosa, atau gula darah, menjadi sumber energi. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan saraf, penyakit jantung, penyakit ginjal, serta penyakit gigi dan mulut. Bahkan makin tinggi kadar gula dalam darah Anda, makin tinggi risiko Anda untuk terkena infeksi gigi dan gusi.

Menurut American Dental Association (ADA), penderita diabetes berisiko tinggi untuk mengalami penyakit gusi seperti gingivitis atau periodontitis. Pada keduanya, infeksi gusi sudah parah karena timbul kerusakan pada tulang yang menopang gigi sehingga gigi dapat lepas. Tidak hanya satu, gigi yang lepas bisa lebih dari dua buah.

Selain itu, diabetes juga berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya kandidiasis, suatu infeksi yang disebabkan oleh jamur. Orang yang menderita diabetes cenderung memiliki mulut yang kering, atau xerostomia, karena pola makan dan obat yang dikonsumsi. Hal ini juga dapat memicu terjadinya gigi berlubang atau infeksi pada gigi.

  1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang dengan hipertensi berisiko menderita penyakit gusi, seperti gingivitis dan periodontitis. Masalah gigi dan mulut dapat ditemukan pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol dengan obat-obatan.

Selain penyakit gusi, efek yang dapat ditunjukkan adalah adanya peningkatan kejadian karies gigi. Hal ini berkaitan dengan penurunan aliran air liur pada pasien yang berada di bawah terapi obat antihipertensi.

Bila karies gigi dibiarkan tanpa perawatan, akan menyebabkan masalah gigi bertambah parah sehingga gigi harus dicabut. Pencabutan inilah yang menjadi kontraindikasi pada pasien hipertensi.

Artinya, penderita hipertensi yang tidak terkontrol berisiko untuk mengalami perdarahan pasca pencabutan gigi. Ini karena obat bius yang digunakan umumnya mengandung vasokonstriktor. Efeknya bisa menyempitkan pembuluh darah sehingga tekanan darah makin meningkat.

  1. HIV/AIDS

Ketika Anda terinfeksi virus HIV, mulut mungkin menjadi bagian pertama dari tubuh yang akan terpengaruh. HIV/AIDS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi atau masalah mulut lainnya, seperti kandidiasis, sakit gigi, bahkan hingga kehilangan gigi.

Infeksi pada gigi dan mulut yang paling umum adalah kandidiasis. Tandanya berupa peradangan dan lapisan putih yang terdapat pada lidah, serta dapat menyebabkan peradangan pada kerongkongan. Keadaan ini dapat membuat penderita kesulitan dalam mengunyah atau menelan makanan. Bila hal ini dibiarkan terjadi, penderita dapat mengalami kekurangan gizi dan nutrisi.

Dengan menjaga kesehatan tubuh, tentunya penyakit-penyakit yang disebutkan di atas dapat terhindarkan, termasuk gigi dan mulut. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter untuk memastikan Anda tak berisiko terkena penyakit kronis. Anda juga disarankan untuk mengontrol kondisi kesehatan gigi dan mulut dengan dokter gigi minimal setahun sekali.

[RS/ RVS]