Vasektomi Bisa Sebabkan Kanker Prostat?

Oleh Rieke Saras pada 15 Jan 2019, 09:30 WIB
Salah satu kekhawatiran orang mengenai vasektomi adalah risikonya terhadap kanker prostat. Bagaimana para peneliti melihat hal tersebut?
Vasektomi Bisa Sebabkan Kanker Prostat? (Monkey Business Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Vasektomi merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang efektif untuk mencegah pembuahan dan kehamilan. Sayangnya, banyak pria yang ciut untuk melakukannya setelah mendengar bahwa prosedur tersebut dapat menyebabkan kanker prostat. Apakah benar bahwa KB pria ini berpotensi memicu momok seperti kanker?

Pada tahun 1980, laporan-laporan mulai bermunculan mengenai hubungan potensial antara vasektomi dan kanker prostat. Hal ini membuat para lelaki yang berniat vasektomi jadi khawatir. Maka, tak mengherankan jika KB ala pria ini tak begitu populer. Di Amerikat Serikat sendiri, diperkirakan 10.3 juta wanita melakukan sterilisasi antara 2006 dan 2008. Sementara, hanya 3.7 juta pria yang melakukan sterilisasi sebagai bentuk kontrasepsi.

Beberapa studi lampau memang mendeteksi adanya kaitan di antara kedua vasektomi dan kanker prostat, sedangkan yang lainnya tidak. Selama bertahun-tahun, penelitian demi penelitian dilakukan untuk ini. Dan meski tidak ada penjelasan medis yang masuk akal mengenai keduanya, argumen tetap berlanjut.

Studi ini sudah menutup debat?

Dalam upaya untuk mengakhiri debat tersebut, beberapa peneliti kemudian melakukan tinjauan literatur sistematis dan meta-analisis berdasarkan data dari 3 juta pasien di 53 studi. Makalah telah diterbitkan di JAMA Internal Medicine pada bulan September 2017 lalu.

Di dalam makalah tersebut tertulis bahwa “tinjauan ini tidak menemukan hubungan antara vasektomi dan kanker prostat tingkat tinggi, stadium lanjut, ataupun fatal.” Para peneliti menambahkan, “Ada hubungan yang lemah dan tidak signifikan secara klinis antara vasektomi dan kanker prostat.”

Eric A. Klein selaku ketua Glickman Urological & Kidney Institute di Cleveland Clinic, Ohio, mengatakan, “Penelitian yang melibatkan 3 juta pasien ini adalah yang terbesar yang pernah dilakukan. Tidak ditemukan peningkatan risiko kanker prostat yang bermakna bagi pria yang telah menjalani vasektomi,” katanya, seperti dilansir Medical News Today.

Diharapkan Klein bahwa penelitian ini dapat menenangkan para pria dan mendorong dokter untuk menawarkan vasektomi sebagai solusi sederhana untuk kontrasepsi jangka panjang ketimbang sterilisasi wanita. Meskipun penelitian tersebut sangat luas dan terperinci, dengan kesimpulan yang juga kuat, hanya waktu yang akan membuktikan apakah akan ada bantahan lagi pada masa mendatang. 

Jadi, berencana vasektomi?

Setelah membaca fakta di atas, Anda yang tadinya takut untuk vasektomi mungkin jadi memikirkan ulang mengenai pilihan tersebut. Tak perlu takut. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan apakah vasektomi memang metode kontrasepsi yang tepat untuk Anda.

Vasektomi dapat mencegah kehamilan hampir 100 persen, menurut laporan Healthline. Namun, vasektomi tidak efektif dengan segera. Sperma perlu dibersihkan dari sistem Anda hingga benar-benar nol, barulah Anda bisa melakukan hubungan seks tanpa kondom. Hal ini bisa memakan waktu hingga 3 bulan. Dokter akan melakukan analisis air mani sehingga bisa tahu kapan Anda dapat melakukan hubungan seks dengan aman.

Bagaimana dengan efeknya terhadap aktivitas seksual atau perfoma seksual? Jangan khawatir. Vasektomi tidak berdampak apa pun terhadap aktivitas seksual Anda. Selain itu, vasektomi juga lebih murah daripada sterilisasi wanita.

Namun, vasektomi tetap memiliki risiko. Potensi risiko jangka pendeknya meliputi pembengkakan, memar, perdarahan di dalam skrotum, darah dalam air mani, dan infeksi. Sementara masalah jangka panjang yang terjadi akibat vasektomi jarang terjadi, misalnya penumpukan cairan di testis, penyakit kronis, dan kehamilan.

Vasektomi adalah metode pengendalian kelahiran yang efektif, namun tetap memiliki risikonya sendiri. Jika Anda memutuskan untuk tidak memiliki anak, prosedur ini dapat menjadi pilihan yang baik untuk Anda dan pasangan. Dan yang pasti, vasektomi tidak menyebabkan kanker prostat.

[RS/ RVS]