Ansietas pada Anak, Bagaimana Mengatasinya?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 16 Jan 2019, 08:00 WIB
Tidak hanya orang dewasa, anak pun dapat mengalami ansietas atau kecemasan. Bagaimana cara yang tepat menangani ansietas pada anak?
Ansietas pada Anak, Bagaimana Mengatasinya? (YAKOBCHUK VIACHESLAV/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ansietas atau gangguan cemas adalah rasa khawatir berlebihan yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Kondisi psikis ini tak mengenal usia dan jenis kelamin, termasuk anak-anak. Ansietas pada anak tidak boleh dianggap sepele. Itu karena rasa khawatir berlebihan ini bisa saja tak hilang meski sudah berbulan-bulan.

Berdasarkan data yang didapat dari Johns Hopkins University, satu dari lima anak dan remaja di Amerika Serikat pernah mengalami ansietas atau kecemasan. Namun, menurut data tersebut, hanya separuh dari anak dan remaja yang mendapatkan penanganan menunjukkan perbaikan jangka panjang dalam mengatasi kecemasan yang dialaminya.

Anak rentan terkena ansietas

Menurut informasi dari National Institute of Mental Health (NIMH), sekitar 8 persen remaja yang berusia 13 sampai 18 tahun mengalami ansietas. Selain itu, mereka menambahkan bahwa 25 persen dari kasus ansietas pada anak dapat berlanjut hingga masa dewasa.

NIMH mengatakan bahwa ansietas pada anak dalam situasi tertentu dapat tergolong normal, seperti rasa gugup atau takut saat menghadapi hal yang baru atau menantang. Namun begitu, anak yang mengalami gangguan ansietas kronis umumnya mengalami perasaan tersebut dengan lebih intens, selama jangka waktu yang lebih lama, dan bahkan pada situasi sehari-hari yang familiar.

Anak dengan gangguan ansietas dapat mengalami beberapa kondisi tertentu. Mereka bisa mengalami gangguan cemas menyeluruh, gangguan obsesif kompulsif, gangguan ansietas sosial, dan fobia spesifik lainnya.

Beberapa tanda dari ansietas kronis yang dialami oleh anak dan remaja dapat berupa rasa cemas yang sering timbul dan menghindari situasi tertentu. Selain itu, mereka juga kerap kali membayangkan skenario terburuk dari setiap situasi, dan berfokus pada hal-hal yang negatif.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of Personality and Social Psychology melaporkan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, didapatkan bahwa angka kejadian ansietas pada anak dan remaja makin meningkat. Data dari Nuffield Foundation’s Changing Adolescence Programme juga menyampaikan bahwa proporsi remaja yang mengaku sering merasa cemas atau depresi saat ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 30 tahun yang lalu.

Penanganan ansietas pada anak

Lalu, apa saja pilihan penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ansietas yang dialami oleh anak dan remaja? Dua penanganan utama yang sering menjadi pilihan dari para pakar kesehatan mental adalah pengobatan dan terapi perilaku kognitif. Sering kali, kombinasi dari kedua pendekatan tersebut menunjukkan efektivitas yang lebih baik.

Pada terapi perilaku kognitif, yang juga dikenal dengan istilah cognitive behavioural therapy, seorang pakar atau terapis membantu anak untuk menemukan metode yang sesuai baginya untuk menghadapi rasa cemas yang dialami. Selain itu, terapi ini juga membantu menerapkan strategi pemikiran positif, yang juga bermanfaat dalam mengatasi kecemasan.

Pada penelitian yang dilakukan di Johns Hopkins University, sebanyak 47 persen dari anak dan remaja dengan ansietas yang ditangani dengan pengobatan, terapi perilaku kognitif, atau keduanya, menunjukkan perbaikan dari gejala yang dialami.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa perempuan memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan laki-laki untuk mengalami ansietas ulang setelah penanganan awal, yang diduga berkaitan dengan perbedaan hormonal dan lingkungan.

Tidak hanya orang dewasa, ansietas pada anak dan remaja pun kerap terjadi. Orang tua yang menduga buah hatinya menunjukkan gejala yang menyerupai ansietas, segeralah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional. Ini perlu segera dilakukan agar dapat ditentukan diagnosis dan penanganan yang paling tepat bagi anak.

[HNS/ RVS]