Makanan Asin Picu Obesitas pada Anak?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 16 Jan 2019, 17:35 WIB
Dari sekian banyak penyebab obesitas pada anak, konsumsi makanan asin dicurigai sebagai salah satunya. Benarkah begitu?
Makanan Asin Picu Obesitas pada Anak? (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Obesitas merupakan kondisi ketika seseorang memiliki berat badan berlebih, yang bisa menyebabkan berbagai gangguan pada beberapa fungsi tubuh. Keadaan ini dapat dialami oleh saja bisa, termasuk anak.

Penyebab obesitas pada anak tak hanya berkutat pada satu faktor, melainkan banyak. Hal itu termasuk gaya hidup, lingkungan, genetik, jenis kelamin, hingga kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

“Karena banyaknya faktor yang memainkan peran, maka anak dari kalangan mana saja dapat mengalami obesitas. Bahkan dari usia paling dini pun dapat mengalaminya, meskipun biasanya paling sering terjadi ketika anak telah memasuki usia sekolah,” ujar dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, menjelaskan fenomena obesitas pada anak.

Saat anak terkena obesitas, perlu diperhatikan bagaimana asupan yang dia dapatkan setiap hari. Tak hanya fokus pada lemak dan gula, pemberian makanan asin pada anak juga sebaiknya tidak luput dari perhatian. Hal ini karena asupan yang bersifat asin atau mengandung garam memainkan peran dalam menyebabkan terjadinya obesitas pada anak.

Makanan asin dan obesitas pada anak

Sebagian besar orang menyukai garam. Berbeda dengan manis, rasa asin jarang menjadi bawaan pada sejumlah makanan. Sehingga, cara yang paling tepat untuk menikmati rasa tersebut adalah dengan menambahkan garam.

Saat garam dicampurkan secara berlebih ke dalam jenis makanan tertentu, seseorang lantas memiliki nafsu makan yang besar sehingga memiliki keinginan untuk menyantap lebih banyak. Hal inilah yang dicurigai sebagai penyebab obesitas pada anak. Apalagi, seorang anak sulit menahan hasrat jika makanan tersebut terasa lezat atau gurih di lidah.

Perlu Anda tahu, mengonsumsi terlalu banyak garam yang mengandung natrium dapat berujung pada penumpukan kalori di dalam tubuh. Jika jumlah kalori yang menumpuk tidak dibakar menjadi energi, maka zat tersebut akan terus terakumulasi dan berubah menjadi lemak. Simpelnya, semakin banyak kalori yang menumpuk, risiko penumpukan lemak juga semakin tinggi. Alhasil, obesitas tak bisa dihindari lagi.

Menjaga asupan makanan sehat untuk anak

Garam bisa membuat makanan begitu lezat, dengan efek yang berujung pada ketagihan dan makan berlebihan. karenanya, ada baiknya Anda sebagai orang tua mengurangi jatah makanan asin pada si Kecil dari sekarang.

“Sebaiknya Anda menyajikan menu makanan yang terdiri dari sayur dan buah di rumah. Jauhkan anak dari kebiasaan mengonsumsi camilan tidak sehat yang malah bikin kenyang sebelum waktunya makan,” ujar dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Andika mengatakan bahwa anak sangat dianjurkan untuk mengonsumsi 5 porsi buah atau sayur yang berbeda jenis setiap hari. Cara penyajiannya pun dapat dikombinasikan, selama diolah dengan cara yang benar dan tidak menambahkan bahan-bahan yang tak perlu.

Yuk, perhatikan kembali menu makan anak dari sekarang. Ganti makanan asin, manis, atau yang mengandung banyak lemak dengan sayur dan buah-buahan yang lebih sehat. Jangan lupa untuk memperhatikan porsi yang disajikan supaya tidak lebih ataupun kurang dengan kebutuhan gizi sehari-hari. Dengan upaya tersebut, obesitas dan dampak buruknya di masa depan bisa dicegah.

[NB/ RVS]